
Satria memilih mengalokasikan poin skill miliknya itu ke skill ‘Divine Blood Regeneration, Glory Of Predacon dan Mystical Wind.’
[Memotong 50 poin skill untuk meningkatkan level skill Divine Blood Regeneration]
[Selamat, skill Divine Blood Regeneration telah ditingkatkan ke level 2. Efek pemulihan HP otomatis naik menjadi 2000 poin HP dan otomatis akan aktif jika HP pengguna tersisa 35%. Penggunaan SP: 1 Poin. Jeda waktu skill: 30 detik]
[Memotong 35 poin skill untuk meningkatkan level skill Glory Of Predacon]
[Selamat, skill Glory Of Predacon telah ditingkatkan ke level 2. Efek kebal dari segala racun monster ditingkatkan sampai rank monster Chief. Segala efek racun di dalam tubuh pemain juga akan ditiadakan, termasuk, bau badan]
[Memotong 25 poin skill untuk meningkatkan skill Mystical Wind ke level 2. Daya rusak ditingkatkan menjadi 20%, kesempatan mendapatkan efek Bleed ditingkatkan menjadi 5% dan kesempatan critical hit ditingkatkan menjadi 7%]
Satria tersenyum puas, apalagi jika efek bau badannya itu hilang. Maka tidak ada lagi rekan-rekannya atau para mahasiswa di kampus yang memanggilnya ‘Si Iblis Bau.’
Satria menyimpan Bloodfallen, mask predacon, dan menekan tombol jam tangan untuk keluar dari dalam game dan ditransfer ke Terminal Navigation.
Tubuh Satria ke bentuk semula, namun agak menyusut sedikit. Bajunya compang camping dan segera keluar dari dalam ruangan salon yang dijaga oleh robot Artificial Intelligence.
Banyak pemain yang keluar dan masuk juga di dalam salon. Bisa dikatakan Terminal Navigator seperti mall di alam nyata. Semua perlengkapan ada, termasuk baju, kosmetik, dan kebutuhan makanan yang ada di dunia nyata.
Namun sesekali ada pedagang misterius yang suka muncul dan menawarkan item rampasan atau item langka.
Pertama-tama, Satria ingin pergi ke sebuah outlet yang bisa menukarkan mata uang Gold ke mata uang Evo.
Outlet bernama Nexus Exchange merupakan toko resmi Nexus Enterprise yang digunakan untuk menukarkan mata uang setempat sesuai negara masing-masing ke mata uang Evo atau sebaliknya. Bisa juga digunakan untuk menukar mata uang gold ke mata uang Evo.
Semua orang tak ada lagi yang menutup hidungnya ketika berdekatan dengan Satria. Mereka merasa betah dekat dengan Satria saat ini.
Salah seorang lelaki yang berada di belakang Satria dengan menepuk pundak Pria gendut itu dan bertanya, “Bro, badanmu wangi sekali! Apakah kamu memakai parfum yang sangat mahal?”
Satria pun menoleh dengan kikuk. Dia menunduk malu dan agak takut dengan menangkupkan tangan, “Ma-maaf, tuan. Aku tidak memakai apa-apa?”
Satria kembali ke arah sebuah mesin seperti mesin ATM dan menempelkan jam tangan emas miliknya pada layar mesin tersebut untuk dipindai.
__ADS_1
Dia langsung memberikan perintah pada jam tangan setelah jam tangan itu terhubung dengan mesin ATM tersebut, “Tukarkan 25.000 gold!”
Semua pemain yang mendengar perintah Satria melebarkan mata. Bagaimana tidak, uang 25.000 gold itu sangat banyak dan sudah setara dengan anak orang kaya yang menjadi pemain veteran atau pemain elit.
Pendapatan gold pemain baru rata-rata perhari hanya 50-100 gold dan pemain veteran hanya 200-300 gold. Itupun jika rain berburu dan menyelesaikan misi dari akademi kerajaan.
Semua pemain yang berada di outlet Nexus Enterprise menjadi penasaran dengan sosok orang yang menarik uang 25.000 gold dari dalam game dan ditukarkan menjadi mata uang Evo.
Saat ini 1 Evo setara dengan 100 Gold dan Satria mendapatkan 250 Evo. Dia sudah merasa risih dengan semua pemain yang mengerumuninya di belakang. Oleh karena itu, setelah menukarkan mata uang Evo menjadi mata uang rupiah dan mendapatkan 5 juta rupiah, dia langsung keluar dari Terminal Navigator.
Banyak pencari berita dan Vloger merekam kejadian tersebut. namun untungnya mereka tidak dapat menangkap muka Satria maupun badannya.
Satria merebahkan tubuhnya ke kasur matrasnya dengan nafas tersengal-sengal, “Fyuh, u-untung saja aku cepat kabur. Kalau sampai masuk berita akan gawat.”
Ternyata dia baru setengah jam di dalam game. Namun tubuhnya sudah berlumur cairan bening dan mencoba mencium ketiaknya yang sebelumnya bau, “Hmm … kok wangi ya?”
"Ah, sudahlah! Lebih baik aku mandi lagi dan pergi ke mall. Sekalian aku mau beli kebutuhan selama satu bulan ke depan," gumamnya sambil bangkit dari kasurnya, lalu menuju kamar mandi.
***
Satria keluar setelah seorang gadis cantik seumuran dengannya keluar. Gadis berambut coklat lurus menjuntai sepinggang tersebut merogoh tasnya untuk mengambil uang yang akan dibayarkan pada supir angkot.
Satria yang meliriknya meneguk salivanya dalam-dalam dan membatin, "Sangat cantik sekali gadis ini. namun sayang aku tak pantas memilikinya. Ah, apa yang sedang aku pikirkan?”
Satria pun menutupi jam Overdrive Gold miliknya dengan memanjangkan jaket hoodie miliknya yang berukuran besar. Matanya tak kuasa untuk melihat keindahan dari gadis tersebut, kulit putih mulus dan berkilau seperti berlian serta bibir merah merekah. Pikirannya sudah traveling kemana-mana.
Satria tersadar ketika gadis itu memekik, “Dompetku?!”
“Ma-maaf, kenapa mbak?” tanya Satria dengan menundukan wajah.
“Itu mas dompetku sepertinya ketinggalan di rumah.” Gadis itu bernama Safira dan mencoba mencari lagi di dalam tasnya. ternyata masih tidak ada dan dia baru ingat kalau dompet itu ada sebelum masuk ke dalam. “Pak, bisakah aku bayarnya pakai KTP dan nomor telepon pak?”
“Neng, neng! Cantik-cantik kok pinter bohong,” cibir sang supir angkot.
__ADS_1
“Beneran pak, sumpah. Dompetku kecopetan.” Safira Maharani mengacungkan dua jari ke arah sang sopir angkot dengan keringat dingin.
“Pak, ongkos saya berapa?” tanya Satria menyela dan mencoba menolong Safira tapi tidak menurunkan harga dirinya.
“10.000 mas,” jawab sang supir angkot dan Al memberikan uang pecahan 50.000 yang dikeluarkan dari jam tangan Overdrive dan sudah disimpan ke dalam sakunya. “Terima kasih, mas. Ini —”
“Tidak usah pak. Buat bapak saja, anggap saja aku mengganti ongkos Nona ini,” potong Satria dan langsung berjalan cepat menuju lobi Mall PVJ bandung agar tak berbicara lagi dengan Safira.
Safira mencoba mengejarnya, namun langkah kaki Satria terlalu cepat dan banyak orang yang yang lalu lalang di depan lobi Mall yang berdekatan dengan jalan raya tersebut.
"Mas! Mas!" panggil Safira sambil berjalan cepat mengejar Satria, tapi punggungnya sudah tak terlihat olehnya. "Kemana si mas itu ya? Baik banget dia mau nolongin aku."
Safira terus mencari keberadaan Satria dengan mata berkeliling. Dia merasa berhutang budi dengan pria gemuk itu.
Di dalam mall, Satria menuju salah satu supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan untuk satu bulan. Tapi ya biasa anak kos, bahan makanan yang didominasi adalah mie instan.
Dia berbelanja begitu sumringah, maklum baru habis dapat uang banyak dan uang 5 juta itu menurut Satria, jumlahnya terlalu banyak.
“Sepertinya cukup,” gumam Satria melihat trolley kecil berisi barang belanjaannya.
Setiap Satria melewati orang-orang yang sedang memilah dan memilih barang belanjaan mereka. Sepasang mata selalu tertuju padanya.
Bau badan Satria yang sangat wangi mengundang setiap orang untuk melekat padanya, walaupun tubuh Satria coklat agak hitam, rambut keriting dan gendut.
Pria gendut itu merasa risih dan segera menuju tempat kasir untuk menyelesaikan transaksinya.
“Semuanya Rp,500.000 ya mas!” Kasir itu sudah memindai barcode barang yang dibeli oleh Satria dan mengulas senyum lebar.
“Mbak, bisa bayar via Overdrive?” tanya Satria dan kasir wanita itu masih bengong karena bau badan Satria yang sangat wangi hingga bisa membius kesadarannya.”Ehem …. Mbak! Mbak!”
“Eh, ya mas. Maaf, bisa.” Kasir wanita itu menyodorkan sebuah plakat berbentuk persegi dengan gambar QR bertuliskan Overgear. Satria menekan tombol jam tangan tersebut dan mesin kasir itu langsung terbuka. “Terima kasih ya mas. Jangan lupa sering-sering datang ke supermarket kami dan datang ke kasa 1 ya mas. Soalnya aku yang jaga.”
Satria bertambah risih dan langsung mengulas senyum kecut. Dia merasa aneh, semua orang tak ada lagi yang menatapnya sinis, malah menatap dirinya dengan agak cabul.
__ADS_1
Satria membawa barang belanjaannya dan disimpan ke dalam jam tangan ruang Overgear. Jam tangan itu bisa menyimpan apapun secara praktis sesuai warna jam tangannya. Punya Satria bisa menyimpan benda apapun dengan slot yang tidak terbatas.
Dia menuju lift yang menuju lantai paling atas, yakni lantai foodcourt untuk menikmati hari liburnya ini.