Overgear

Overgear
Bab 29


__ADS_3

Keesokan paginya.


Satria seperti biasa bangun pagi. Namun kali ini dia mencoba merutinkan untuk melakukan latihan fisik yang sudah diberikan arahan oleh Byakta kemarin.


Byakta hanya memberikan gerakan latihan yang mudah saat ini tapi jumlahnya diperbanyak seperti latihan lompat bintang.


Byakta meminta Satria untuk melakukan gerakan lompat bintang sehari 500 kali lompatan yang diberi jeda istirahat 30 detik setiap kali lompatan.


Satria begitu bersemangat dan antusias untuk melakukan latihan lompat bintang. Mulai dari 100 lompatan, 200 lompatan dan 300 lompatan dia lewati dengan mudah walaupun dia kembang kempis dan bulir-bulir cairan bening membasahi tubuhnya.


“Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh delapan ….” Satria terus menghitung dan terus menghitung hingga akhirnya berhasil sampai 100 hitungan. Kemudian memberikan jeda istirahat selama 30 detik. Setelah selesai jeda istirahat 30 detik, Satria melanjutkan lagi untuk melakukan lompat bintang putaran terakhir, “Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh delapan ….”


Satria berhasil melewatinya hingga ambruk dan terkapar di halaman depan pintu kontrakannya, “Huff … huff …. Sudah lama aku tak berolahraga. ternyata memang melelahkan. Huff … huff ….”


“Mas Satria! Tumben olahraga. Apa jangan-jangan sedang jatuh cinta?” goda Ibu Markonah.


“Ah, gak Bu cuma pengen aja. Lagipula ingin nurunin berat badan aja,” balas Satria sambil bangkit duduk dan melemparkan senyum teduh ke arah Markonah membuat wanita paruh baya berambut keriting tersebut tersipu malu.


Markonah juga melihat penampilan Satria sekarang lebih tampan dengan kulit putih dan badannya agak kurusan. Sebab telah menghilangkan 78 kg lemaknya dengan sangat cepat berkat 3 ramuan nutrisi rank SSS yang dikirimkan oleh Philips secara acak melalui link di kanal youtube Overdrive gold.


Satria masuk ke dalam kontrakannya untuk membersihkan diri dan setelah selesai dia sarapan pagi dengan menu yang lebih baik, yakni nasi uduk yang dibelinya di warung Ibu Ijem dekat kontrakannya.


Lagi asyik-asyiknya makan, pintu kamar kontrakan Satria diketuk oleh sang pemilik kontrakan. Padahal belum waktunya membayar kontrakan, “Satria! Sat!” panggil Ibu Hera.


Perempuan paruh baya yang menolak tua tersebut terus mengetuk pintu kontrakan Satria hingga pria tambun berambut hitam lurus tersebut membuka pintunya, “Ya, bu. Selamat pag. Ada apa?” tanyanya bingung.

__ADS_1


“Maaf, Satria. Ibu mengganggu kamu dan semua penghuni kontrakan disini. Maaf ibu harus menarik uang kontrakan lebih awal. Soalnya Bapak masuk rumah sakit dan butuh uang banyak untuk operasi. Apakah Satria punya uang untuk membayar kontrakan bulan ini?” pinta Hera dengan kelopak mata menggenang dan membuat Satria tidak tega.


“Sakit apa bu? Ada bu tenang? Berapa biaya yang dibutuhkan bapak. kali saja Satria bisa bantu?” balas Satria sambil menekan tombol jam tangan Overdrive gold miliknya untuk mengeluarkan uang 500 ribu.


“50 juta Satria. Ibu baru terkumpul 40 juta.” Hera menyeka cairan bening yang merembes di kelopak matanya karena bingung dia harus mencari pinjaman uang kemana lagi.


“Ya sudah bu. Aku ada uang, pakai aja dulu.” Satria menekan tombol jam tangan Overdrive gold miliknya lagi untuk mengeluarkan uang 10 juta dan memberikannya lagi pada Hera.


Perempuan paruh baya berumur 45 tahun tersebut langsung memeluk Satria dana raut wajahnya sumringah. Akhirnya dia bisa menemukan uang untuk biaya operasi Pak Wiryawan, sang suami tercinta.


“Ya, sudah Bu. Cepat ke rumah sakit. Maaf, Satria belum bisa menjenguk Bapak. Nanti setelah pulang kuliah Satria ke rumah sakit. Di rumah sakit mana bu?’ Satria melepaskan pelukan Hera karena tak enak dilihat oleh tetangga.


Satria percaya semakin banyak menolong orang lain. Maka jalan kesuksesan akan terbuka lebar untuknya.


“Ya, walaupun belum bisa membeli motor dari hasil bermain game. Setidaknya uang itu berkah dan isa menolong orang lain,” gumam Satria menyeka air mata bahagianya karena merasa terharu dengan perbuatannya sendiri.


Tiba-tiba setelah keluar dari kontrakannya dan menuju gang untuk menunggu angkot yang menuju kampus ITB, ponsel pintarnya berbunyi. Ada pesan masuk dari Safira dan sudah menunggunya di depan gang untuk berangkat kuliah bersama.


“Kenapa dia sepagi ini sudah menjemput ku? Padahal kita tidak janjian?” gumam Satria yang tidak peka terhadap sikap Safira yang mulai menyukainya.


Satria pun mempercepat langkahnya menuju gang sempit dimana Safira sudah menunggunya dan tidak mau membuat Safira menunggu lebih lama.


Sesampainya di depan gang sempit, dia melihat mobil hypercar berwarna biru metalik. Itu adalah mobil Lamborghini Sian dengan rooftop terbuka dan menunjukkan seorang gadis berambut coklat memakai pakaian casual berwarna coklat.


“Begitulah kalau jadi putrinya sultan. Tiap hari mobil bisa gonta-ganti,” gumam Satria dengan menunduk pasrah. Dia merasa minder dengan Safira yang terlalu kaya namun penampilannya selalu sederhana.

__ADS_1


“Maaf, aku menjemputmu. Bisakah kita bicara setelah pulang kuliah? Ada seseorang yang ingin membeli Orb Stone milikmu. Tenang, dia temanku. Aku jamin rahasiamu pasti aman. Dia sahabatku yang kemarin ikut party dan nama pemainnya Luna, nama aslinya juga Luna,” pinta Safira dengan tatapan berkaca-kaca dan begitu imut membuat Satria luluh.


“Baiklah, saldo uangku juga tinggal sedikit, hehehe ….” Satria terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Namun aku punya persyaratan. Aku hanya bisa menjual 10 Orb Stone agar semua pemain tidak curiga jika aku menjual semua Orb Stone.”


“Baiklah, nanti kita bisa bicarakan setelah bertemu di kafe miliknya.” Safira mengangguk dan melajukan mobilnya pelan menuju kampus ITB.


***


7 jam kemudian, Kafe Marinasi, Ujung Berung.


Satria gusar ketika masuk ke dalam kafe Marinasi dan melihat seseorang memakai mantel hitam, wajahnya tertutup masker warna hitam dan memakai topi lebar berwarna hitam. Dari tubuhnya, sosok yang duduk dibangku di sudut kanan ruangan kafe milik Luna tersebut seorang wanita.


Ya, itu adalah Zenia yang sedang menyamar untuk memata-matai Safira yang selalu bersama-sama Satria beberapa hari ini. Dia curiga ada sesuatu yang tidak beres mengenai mereka berdua. Intuisinya mengatakan jika Satria dan Safira ada hubungan khusus lebih dari seorang teman serta berhubungan dengan game Overgear.


Satria menggeleng pelan kepalanya ke arah kanan dan mengulas raut wajah dingin pada Safira. gadis berambut coklat itu paham dengan isyarat yang dibuat oleh Satria.


Safira pun masuk dan Satria mendekati Zenia yang sedang asyik minum es teh manis yang berada di atas mejanya melalui sedotan putih.


Satria duduk berhadapan di meja yang berseberangan dengan meja Zenia. “Nona, aku tahu anda sedang membuntuti kami? Tapi apakah aku punya masalah denganmu?” tanya Satria langsung terus terang dan tanpa basa-basi lagi.


“Uhuk-uhuk ….” Zenia langsung tersedak karena penyamarannya terbongkar. Dia langsung menaruh uang pecahan lembaran 50 ribu ke atas permukaan meja. Lalu berlari, tapi satria berhasil menarik mantel hitamnya. “Kamu?!”


Zenia melotot pada Satria karna berhasil menak mantel hitamnya dan terlepas dari badan Zenia hingga menampakan lekukan tubuhnya yang super seksi memakai pakaian ketat hitam glossy.


“Zenia?!” Satria melebarkan mata. Ternyata yang memata-matai mereka berdua adalah wanita yang selalu menindasnya. "Apa yang kamu lakukan?!"

__ADS_1


__ADS_2