Overgear

Overgear
Bab 46


__ADS_3

7 jam kemudian, kelas pun berakhir.


Sejak pelajaran dimulai, Arven, Kira dan Vincent terus melirik tajam pada Satria. Mereka bertiga ingin menghancurkan Satria di game dengan membuat levelnya sampai nol.


Namun mereka berdua pun dibalas tatapan tajam oleh Zenia dan Safira. Selama kelas berlangsung mereka berlima terus saling menatap tajam satu sama lain dan tidak fokus untuk belajar.


Satria sendiri tidak mempermasalahkan tatapan tajam Arven, Vincent dan Kira yang menatap dengan tatapan mengancam. Dia terus fokus untuk belajar sampai selesai kelas.


“Safira, aku sudah mentransfer uang padamu 100 juta sebagai biaya pengganti pendanaan pendaftaran guild. Guild ini milikku aku tak mau membebani kamu,” kata Satria dengan tersenyum tipis dan membuat semua siswa matanya melebar dengan rahang terjatuh.


“Pendaftaran guild?! 100 juta?!” ucap serentak semua siswa terkejut kecuali Zenia dan Safira.


Satria tidak menggubris mereka. Sekarang Satria acuh tak acuh saja pada mereka. Mau membully, menghina dan menindasnya, dia takkan peduli lagi. Satria yang sekarang hanya ingin fokus pada kelulusan dan game Overgear.


Zenia yang semakin akrab mengalungkan tangannya ke leher Satria dengan bergelayut manja, “Sejak kapan kamu punya uang 100 juta dalam sekejap?” tanyanya lalu menjulurkan lidah.


“Orc Temple. Aku raid disana,” balas Satria dengan berbisik pada Safira dan Zenia.


“Cus otiwilah!” Safira melambaikan tangan ke depan dengan senyum merekah.


“Kalian berdua pergi saja berdua untuk raid Orc Temple. Aku harus menyelesaikan semua boss monster tersembunyi seorang. Aku ada misi khusus dari sistem.”


Satria menekan tombol Overdrive untuk masuk ke dalam Terminal Navigator. Dia ingin raid seorang diri tanpa membebani rekan-rekannya. Sebab Satria tahu semakin tinggi level dan rank monster, maka semakin tinggi pula level dan rank boss monster tersembunyi nya.


Oleh sebab itu, Satria tidak mau menguras poin HP milik rekan-rekannya itu. Biarlah dia seorang diri menghadapi setiap kesulitan yang akan dihadapi oleh Satria di portal monster tersembunyi.


“Masih tersisa 6 dungeon lagi yang belum aku masuki. Aku harap setelah keenam dungeon ini aku kalahkan, 100 pecahan Arc Of Life akan terkumpul. Aku baru saja mengumpulkan 50 pecahan Arc Of life dan aku simpan ke ransel inventaris sistem slot 2,” gumam Satria.


Kemudian menekan tombol Overdrive Gold untuk masuk ke dalam dunia cermin dan seperti biasa di muncul di depan Katedral.


Langkah kakinya tidak bergerak menuju pintu gerbang timur Kerajaan Servin yang mengarah ke Gorgo Dungen. Tapi dilangkahkan menuju akademi Lunar.


Satria ingin mendaftarkan job sampingan lain ke resepsionis Tessa. Dia sudah memutuskan untuk memilih job sampingan Gladiator yang bisa seimbang melawan job Advancer yang dimiliki oleh Nion. Bagaimanapun juga Satria harus terus bertumbuh dengan kuat.


Pria yang memiliki manik mata merah tersebut mendekati Tessa dan memberikan uang 1000 koin gold padanya.


“Tuan bertopeng, lama sudah tidak mampir,” kata Tessa dengan tersenyum ramah pada Satria.


“Ya, biasalah Nona Tessa aku sibuk. Aku mau mendaftarkan job sampingan lagi,” pinta Satria dan membuat muka Tessa cemberut. “Kenapa? Apakah tidak bisa?”


“Tidak bisa tuan bertopeng. Karena job sampingan itu harus maksimal satu slot dan tuan ….” Tessa melebarkan mata setelah melihat status milik Satria yang masih kosong slot job sampingannya. “T-ternyata bisa tuan. A-aneh.”


“Aneh kenapa? Job sampinganku masih kosong,” “ balas Satria mencolek dagu Tessa dan memuatnya tersipu malu. “Bisalah, aku akan memberikanmu uang lagi jika kurang.”


“C-cukup tuan. Bi-bisa kok.” Tessa memberikan surat rekomendasi job sampingan dan memberikannya pada Satria. “Ini suratnya. Tapi tuan tidak mendapatkan bonus apapun atas senjata yang job tan pilih dan harus membelinya secara khusus pada tuan Harold. Semua bos itu akan diberikan setelah tuan berhasil mengevolusikan job sampingan tuan sampai tahap akhir.”


“Beres.” Satria pun membalikan badan dan memunggungi tessa sambil melambaikan tangan ke atas setelah menerima surat dari Tessa. “Aku berjanji akan mentraktir mu minum-minum Nona Tessa!”


[Ding!]

__ADS_1


[Selamat, tuan telah mendapatkan job sampingan Gladiator]


dengan senyum merekah, langkah kaki Satria diayunkan menuju toko Blacksmith milik Harold untuk mendapatkan senjata milik job gladiator, yakni gladius.


“Tuan Harold, selamat sore,” sapa Satria dan membuat Harold bingung. “Aku mau membeli senjata khusus job Gladiator.”


Harold menghela nafas panjang, dia tahu ini job sampingan khusus yang diberikan Tessa dan membalas, “Senjatanya habis. Tapi aku punya batu khusus yang bisa dibuat senjata dan aku kekurangan batu tersebut. Aku akan memberikannya gratis asal kau carikan batu logam Vanadium sebanyak 100 kg.”


[Ding! Misi tersembunyi dan otomatis diterima]


¤—-------------¤—----------¤


[Misi: Kumpulkan 100 buah batu logam Vanadium di dungeon Gorgos Dungeon, Elven Forest, Gorge Of Oath, Forsaken Barrows, dan Forgotten City]


[Batas waktu: 7 hari]


[Hadiah: ???]


[Hukuman: Poin relationship dengan Harold menurun 90%]


¤—-------------¤—----------¤


Tanpa basa-basi Satria langsung mengeluarkan sayap di punggungnya untuk terbang ke dungeon pertama yang harus dikunjungi, yakni Gorgos Dungeon.


“Divine Primordial! Stealth!” serunya dan membuat tubuhnya menjadi transparan. Lalu mengepakan kedua sayapnya secepat mungkin.


Cara ini dia lakukan untuk menghindari kejaran anggota guild Ambroxol, Helios dan 4E yang selalu saja memburunya.


Satria mengeluarkan Bloodfallen, karena dia langsung disambut oleh kawanan monster Red Slime.


[Ding! Terdeteksi monster]


¤—-------------¤—----------¤


[Nama Monster: Red Slime]


[HP: 7500]


[Level: 16]


[Rank: chief]


[Poin pengalaman:-]


¤—-------------¤—----------¤


¤—-------------¤—----------¤


[Nama Monster: Gon]

__ADS_1


[HP: 8500]


[Level: 16]


[Rank: chief]


[Poin pengalaman:-]


¤—-------------¤—----------¤


¤—-------------¤—----------¤


[Nama Monster: Gorgos]


[HP: 17500]


[Level: 17]


[Rank: chief]


[Poin pengalaman:-]


¤—-------------¤—----------¤


[Ding! terdeteksi boss monster]


¤—-------------¤—----------¤


[Nama Monster: Red Gorgos]


[HP: 27500]


[Level: 17]


[Rank: chief]


[Poin pengalaman:-]


¤—-------------¤—----------¤


“Divine Primordial!” seru Satria memanggil pasukan Orc miliknya da muncul Orc yang memakai zirah cyborg merah.


Warna zirahnya berubah setelah Satria menggabungkan tubuhnya dengan tubuh Hyper Orc dan menambah dua unit Orc baru, yakni Hyper Orc dan Mega Orc.


[Selamat, pemain Regalia telah mengevolusikan Orc Army menjadi Primordial Orc Army]


Orc Guard yang memiliki duri-duri tajam di tubuhnya melesat dengan tubuh berputar seperti bola dan melindas monster apapun yang ada di depannya, termasuk Red Slime, Gon dan Gorgos.


Orc Guard bolak-balik melindas semua monster yang berada di daratan lahar seluas 500 meter persegi sampai habis tak tersisa termasuk Red Gorgos.

__ADS_1


Naga besar itu langsung berubah menjadi partikel gelembung pelangi setelah ditabrak habis-habisan oleh Orc Guard yang berputar seperti bola raksasa yang memiliki duri-duri tajam.


__ADS_2