Overgear

Overgear
Bab 31


__ADS_3

Satria memulai latihan pertama bersama Byakta hari ini. Pria berambut putih tersebut memberikan pedang kayu atau ‘bokken’ pada Satria.


“Pakai ini untuk latihan. Tidak penting yang digunakan pedang kayu atau pedang sungguhan. Yang penting adalah siapa yang menggunakannya,” kata Byakta memberikan motivasi pada Satria dan membuatnya bertambah semangat. “Lakukan ayunan vertikal sebanyak 1000 kali!”


“Baik, guru!” Satria lalu memasang sikap kuda-kuda dan mulai mengayunkan pedang kayu tersebut secara vertikal dari atas ke bawah.


Pria tambun itu melakukannya dengan sangat baik dan begitu bertenaga. renata yang baru keluar dari dalam rumah untuk menyajikan air minum dan kopi serta singkong rebus begitu terkesima dengan gerakan Satria.


“Dia memang gendut, tapi kalau kurus pasti sangat imut dan tampan,” batin Renata dengan kedu pipi merona.


“Ehem …. Cie-cie, terpesona ni yee,” celetuk Nevan keluar yang baru saja pulang dari rumah temannya.


“Bocah gemblung! Semua ini gara-gara kamu, hmph!” dengus Renata kesal.


“Loh, malah bagus. Lihat, ayah punya murid dan dia orang yang bisa diandalkan. Berarti beli satu gratis satu donk. Dapat murid plus calon suami buat kakakku yang sangat cetar membahana ini,” goda Nevan sambil menunjuk pelan ke arah Satria dan membuat Renata tersipu malu.


Setelah Satria berhasil mengayunkan 100 kali ayunan, Byakta memintanya untuk istirahat dan latihan hari pertama ini selesai. Untuk sekarang Byakta hanya memberikan latihan-latihan dasar saja pada Satria.


Baginya, latihan dasar itu penting karena merupakan sebuah pondasi. kalau pondasinya kuat maka hasilnya juga kuat, kalau pondasinya lemah maka percuma saja belajar teknik pedang tingkat tinggi.


Hari sudah larut malam dan Satria pun sudah membersihkan diri di rumah Byakta. Mereka berdua sedang duduk berbincang di depan halaman rumah Byakta.


“Guru, apakah Nona renata belum mendapatkan pekerjaan?” tanya Satria terus terang karena hal itu yang mengganggu pikirannya saat ini.


“Ya, begitulah. Sudah cari kerja kesana-kemari seperti lagu Ayu Ting Tong, tapi belum mendapatkan hasil. Kasihan jika Renata dan Nevan harus mencari uang. Aku hanya seorang pensiunan tentara dan uang pensiunanku sudah menipis,” jawab byakta dengan tatapan sendu.


“Bagaimana kalau Nona renata main game Overgear denganku? Aku akan bantu mendapatkan Overdrivenya,” tanya Satria memberikan solusi.


“Ya, kalau Bapak mah terserah si Non. Kalau dia mau ya silahkan.” Byata mengangkat kedua baunya dan memanggil Renata, “Non, Satria ingin bicara. katanya dia mencintaimu! Hahaha ….”

__ADS_1


“Ayah!” Renata keluar dengan bersungut-sungut karena selalu saja Byakta menggodanya. Sikapnya langsung berubah ketika Satria menatapnya dengan tatapan teduh. “I-iya, mau bi-bicara apa?”


“Duduklah dahulu!” pinta Satria dan renata pun duduk di kursi yang berada di samping kursi Satria. “Aku ingin mengajakmu bermain game Overgear —-”


“Tapi Overdrive itu sangat mahal,” potong Renata karena tidak mampu membeli Overdrive walaupun yang memiliki tipe Overdrive Black dan itu Overdrive yang paling murah.


“Tenanglah, masalah Overdrive pasti aku akan mengusahakannya. Tapi yang aku butuhkan persetujuan dari Nona Renata,” balas Satria serius.


“Baiklah, aku setuju. Maaf selalu merepotkan kamu.” Renata membungkuk hormat pada Satria. Lagipula dia sudah lelah melamar pekerjaan namun tak kunjung mendapatkan hasil.


Satria langsung menghubungi Luna untuk menjual kembali Orb Stone miliknya yang masih tersisa 130 Orb Stone lagi. Dia sangat membutuhkan uang untuk membelikan Renata Overdrive Black.


Saat ini uang yang Satria punya hanya hanya 6 juta dan masih membutuhkan 24 juta lagi. Hanya cara menjual Orb Stone saja yang bisa dilakukan Satria saat ini untuk cepat mendapatkan uang.


Setelah lama menunggu sambil pulang menuju kontrakannya menggunakan taksi online karena sudah jam 1 malam. Luna akhirnya menjawab sudah tak membutuhkan Orb Stone lagi, karena dia sudah mendapatkan Ebon Inferno Armor set beserta semua set senjata dari job Magician dan pet juga Ravelion.


Satria menghela nafas panjang dan berpikir apakah dijual saja melalui sistem lelang Nexus? Tapi dengan harga dengan harga 100 evo per batu, apakah ada yang mau membelinya?


Sesampainya di gang menuju kontrakannya, Satria langsung keluar dari mobil taksi online, "Sudah dibayar ya pak!" katanya dengan tersenyum tipis padahal hatinya penuh beban.


Akhirnya, setelah sampai kontrakan Satria langsung merebahkan badannya di kasur matras untuk memejamkan mata.


***


Keesokan paginya.


Safira kembali menjemput Satria, namun pria tambun itu sudah pergi ke kampus pagi-pagi buta untuk menghindarinya.


Di dalam kelas, sudah ada Zenia seorang diri karena memenuhi tantangan Satria. Makanya kedua mahasiswa tersebut berada dalam kelas pagi-pagi buta.

__ADS_1


Zenia menaruh secarik kertas di meja Satria dengan tatapan tajam, “Tanda tangani perjanjian ini!”


“Tentu.” Satria menatap tajam Zenia dan menandatangani kertas berisi perjanjian tersebut tanpa melihatnya.


“Log in!” seru Zenia dan Satria serentak setelah melakukan perjanjian kontrak budak. Mereka berdua menuju Terminal Navigator dan diteruskan masuk ke dalam dunia cermin game Overgear.


Zenia tank top hitam yang tertutupi jubah hitam dengan bagian dalam berwarna biru dan ujungnya robek-robek. Perutnya yang ramping berbentuk roti sobek yang tipis menambah kesan keseksiannya. Mulutnya tertutup oleh topeng berwarna hitam dan matanya yang merah darah sangat tajam menatap Satria.


Gadis bermanik merah darah tersebut memakai Psycho Assassin Armor Set yang didapatkannya setelah berhasil mengevolusikan job Dark Assassin ke job Psycho Assassin.


Satria mengincar Zenia karena kagum akan kekuatannya. Mungkin bisa jadi anggota guild yang hebat suatu hari nanti. Itu yang ada dalam pikiran saat menantang Zenia.


“Mulai!” teriak Satria dan Zenia serentak yang sedang berada di depan Katedral dengan saling memandang dengan tatapan tajam.


Keduanya langsung berlari keluar dari pusat kota Kerajaan Servin untuk bertarung bebas. Karena di dalam pusat kota tidak dibolehkan bertarung atau membunuh. Jika melakukan hal itu, maka pasukan keamanan dari para NPC akan membekuk mereka dan menjebloskan mereka berdua ke dalam penjara.


Mereka berdua saling mengejar sambil menyerang satu sama lain menggunakan senjata andalan masing-masing.


TRANG! TRANG!


Percikan api muncul di sekeliling tubuh mereka berdua. Hanya dalam beberapa hembusan nafas, mereka berdua telah melancarkan ratusan gerakan ke arah masing-masing dan dapat ditangkisnya dengan mudah.


Sesampainya di Trail Forest, keduanya melompat mundur dan bersiap melepaskan skill masing-masing.


“Mystical Wind!”


“Final Strike Chaser!"


Keduanya melesat dan menyelimuti senjata masing-masing dengan aura energi. Lalu saling menebas dengan cepat ke arah satu sama lain.

__ADS_1


TRANG! TRANG!


Tebasan mereka berdua tidak dapat dilihat oleh mata biasa hanya menyisakan percikan api di sekitarnya.


__ADS_2