
Mega Orc melemparkan tombaknya ke arah mereka bertiga. Satria, Zenia, dan Renata segera berpencar untuk menghindari serangan lesatan tombak tersebut.
“Serahkan semuanya padaku! aku ingin bertarung dengannya,” pinta Satria dengan berteriak dan mengeluarkan Bloodfallen. Lalu melompat tinggi ke arah Mega Orc dengan mengangkat Bloodfallen setinggi kepala dan menghantamkannya tepat mengenai helm zirahnya, “Rend Soul!”
BOOM! KRAK!
Satria melompat mundur dan mendarat dengan kedua ka terpundur. Tubuh Mega Orc diselimuti kepulan debu yang sangat tebal.
Dari balik kepulan debu, Mega Orc memegang helm zirahnya yang retak, lalu melepaskannya. Tampak wajah seorang pria yang cukup tampan dan memiliki satu tanduk di tengah dahinya dengan tersenyum simpul ke arah Satria dan melambaikan jari ke arah dalam untuk menggerakan tombak berbilah garpunya.
Tombak yang tertancap di permukaan lantai tersebut terangkat dan melesat ke arah Satria. Pria berzirah cyborg putih tersebut melompat dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas sambil menebas tombak yang berputar seperti gasing tersebut, “Mystical Wind!”
SLASH!
Bilah tombak itu salah satunya patah dan masih berputar seperti bumerang ke arah Mega Orc dan ditangkapnya dengan mudah.
Mega Orc tersenyum licik dan mengetukkan ujung tombak ke permukaan lantai untuk memunculkan bola-bola energi dan sangat banyak di atas kepalanya. Lalu melesat ke arah Satria serentak dan sangat cepat.
“Scarlet Emperor!” seru Satria dan membuat warna topeng predacon berubah menjadi warna merah dengan kedua garis sisi berwarna putih.
Dengan ayunan tangan yang sangat cepat dan langkah kaki yang gesit, Satria menghindari setiap bola energi yang bisa meledak itu sambil menebasnya, “Divine Primordial!”
Bola-bola energi tersebut ditebas menjadi dua bagian satu persatu dan tak bisa dilihat oleh mata biasa, hanya Zenia dan Mega Orc yang mampu mengikuti gerakannya.
“Groaaar …!” Mega Orc meraung keras dan membuat tubuhnya membesar setinggi 3 meter.
Zenia dan Renata terkena efek ketakutan, membuat badan mereka tidak bisa bergerak beberapa detik.
Saat itu pula Mega Orc melompat tinggi dan menghantamkan tombak garpunya ke permukaan lantai untuk menimbulkan gelombang kejut energi yang sangat kuat dan membuat Zenia sta Renata menurun poin HP-nya sebanyak 2000 poin sekaligus.
“Sial, kenapa tubuhku tidak bisa bergerak?”
“Ya, aku juga.”
Renata dan Zenia Merasa kesal karena tubuh mereka tiba-tiba langsung berlutut satu kaki. Kemudian terpental menabrak dinding aula Istana Servin.
[Pemain Renata dan Zenia terkena efek Fear]
[-2000]
[-2000]
__ADS_1
Satria sendiri tidak terkena efek Fear, karena skill pasif Glory Of predacon aktif otomatis menangkal skil Under Fear milik Mega Orc dan berhasil menghindar dengan melompat tinggi. Lalu menyerang balik, “Arc Of Weapon: Rain Sword!”
JLEB! JLEB!
[Critical hit terpicu!]
[-1000]
[-1000]
[... ….]
Satria mengulang skill hujan pedang itu beberapa kali, supaya Mega Orc tak menyerang balik padanya.
Poin HP milik Mega Orc menyentuh angka nol dan tubuhnya mengeluarkan 10 kristal berwarna pelangi. Itu merupakan Arc Of Life Yang sedang dicari oleh Satria.
Pria berzirah putih tersebut mendekati tubuh Mega Orc yang memejamkan mata dan terkapar di permukaan lantai. Kemudian menyimpan 10 kristal pelangi dari pecahan Arc Of Life tersebut ke dalam inventaris sistem.
Tangan kanannya ditaruh ke dada Mega Orc dan menyeru, “Divine Primordial!”
Tubuh Mega Orc terserap masuk ke dalam tangan Satria dan merubah warna zirahnya menjadi Cyborg Armor Suit berwarna merah darah.
[Selamat, pemain Zenia berhasil membunuh monster Mega Orc dan mendapatkan 16500 poin pengalaman dari melakukan party bersama pemain Regalia dan pemain Renata]
[Selamat, pemain Renata berhasil membunuh monster Mega Orc dan mendapatkan 16500 poin pengalaman dari melakukan party bersama pemain Zenia dan pemain Regalia]
Kedua gadis cantik itu hanya bisa menjatuhkan rahang melihat Satria hanya dalam sekejap mata membantai boss monster tersembunyi yang membuat mereka berdua sangat kewalahan.
Hanya Renata yang berhasil naik lagi ke level 25. Job Rune Caster benar-benar job yang memiliki poin pengalaman yang sangat sedikit untuk naik level dan terkesan seperti monster, karena tidak banyak membutuhkan poin pengalaman untuk menaikan level.
[Selamat, pemain Regalia berhasil menggabungkan tubuh Mega Orc ke tubuh sendiri. Berhasil mendapatkan skill Unstoppable Ball, Summon: Orc Army dan sudah digabungkan ke dalam skill Divine Primordial]
Sebagai rasa syukur bisa menghabisi Mega Orc, Satria menekan jam tangan Overdrive dan mengirimkan satu kotak platinum masing-masing ke Zenia dan Renata. Dia juga mengirimkan surat rekomendasi khusu untuk mengevolusikan keempat job sekaligus, hanya dengan menunjukan surat tersebut ke Resepsionis Tessa.
Tubuh mereka bertiga berkedip dan diteleportasikan ke depan Katedral. “Renata, kamu bersama Zenia, pergilah ke akademi Lunar dan daftarkan dirimu untuk menjadi murid Akademi. Lalu tunjukan surat khusus yang sudah aku kirim ke jam tanganmu pada Resepsionis Tessa.”
“Baik,” balas Renata mengangguk dan menggandeng tangan Zenia dengan raut muka sumringah. Mereka berdua sudah sangat akrab dan masing-masing membuka diri untuk menjalin pertemanan yang tulus.
Keduanya pergi menuju Akademi Lunar untuk mendaftarkan Renata menjadi murid akademi dan mengikuti tes khusus sesuai arahan Satria.
"Ada banyak anggota guild yang mengawasi kami. Sepertinya mereka masih penasaran," gumam Satria sambil melirik ke berbagai sudut bangunan, dimana para pemain yang memiliki Assasin dari ketiga Guild, yakni Guild Ambroxol, Guild 4E dan Guild Helios mengawasinya.
__ADS_1
Satria menyengaja keluar dari dalam pusat Kerajaan menuju Kerry Beach yang berjarak 15 km dari pusat kota Kerajaan Servin.
Benar saja, baru beberapa kilometer keluar dari pintu gerban barat Kerajaan Servin, angggota luar guild Ambroxol mengepungnya.
Tanpa basa-basi anggota luar Guild Ambroxol yang memiliki job Assasin menebas Satria dan hany mengenai ruang kosong, sebab Satria menggunakan skill Scarlet Emperor untuk memprediksi gerakan mereka.
"Stealth!" seru Satria dan membuat tubuhnya berkamuflase dan tak bisa dilihat, dirasakan ataupun didengar langkah kakinya. “Divine Primordial!”
Dengan gerakan cepat, Satria memutari kelima pemain Guild Ambroxol yang saling memunggungi tersebut dan menembakinya dengan proyektil-proyektil air berwarna ungu yang memiliki efek racun Paralyze.
JLEB! JLEB!
[Critical hit terpicu!]
[Pemain Noran, Verna, Daknu, Fellan dan Hanom terkena efek paralyze selama 5 detik]
[-100]
[-100]
[-100]
[... ….]
Poin HP mereka berlima perlahan tersisa 95%. Walaupun job mereka berlima Assassin, tapi zirah yang mereka pakai memiliki status pertahanan yang cukup tinggi dan kelimanya telah berada di level 30.
Jadi, serangan Satria tak berimbas banyak pada poin Hp milik mereka berlima. tapi, Satria tidak menghentikan serangannya disitu saja, "Trap Field!" serunya.
Dia melemparkan kunai ke tengah-tengah mereka berlima untuk mengikat tubuhnya dengan sulur-sulur akar.
[Critical hit terpicu!]
[Pemain Noran, Verna, Daknu, Fellan dan Hanom terkena efek Confucius selama 5 detik]
[-100]
[-100]
[-100]
[... ….]
__ADS_1