
Hujan siluet pedang itu berhasil ditahan. Namun detik berikutnya, siluet perisai besar tersebut terkena ledakan dari kunai yang berjatuhan dari langit. Mereka sungguh bodoh dan tidak menyadarinya.
[Critical hit terpicu!]
[-1000]
[-1000]
[....]
Satria lalu berpura-pura kehabisan SP dan berlari ke arah Safira yang sudah menunggunya.
Ronan terpancing, “Kejar dia!” teriaknya.
Lalu 49 anggotanya dan Ronan mengejar Satria yang memang bertugas untuk memprovokasi mereka.
Suara gemuruh langkah kaki disertai kepulan debu menghalangi pandangan. Mereka menganggap kalau Satria hanya beranggotakan dua orang.
Namun dari lubang dimensi di permukaan tanah yang dibuat oleh Safira, keluar salah satu teman Safira bernama Luna dengan nama pemain Luna yang memiliki job magician dan sudah mengevolusikan jobnya ke tingkat dua, yakni job Alchemist.
“Magician Doll!” seru Luna menciptakan boneka mirip dengannya dan sangat banyak untuk mengecoh para anggota Guild Ambroxol yang akan menyerang mereka berdua.
Kemampuan tersebut seperti skill ‘Taunt’ yang memprovokasi target untuk mendekat dan tak bisa ditolak. mau tidak mau mereka menghajar para boneka tiruan Luna yang memakai sampai habis tak tersisa.
Ravelion ikut membantu di udara dengan menembakan bola-bola api merah dan disusul oleh Luna juga Safira.
“Multiple fire ball!”
“Rapid dark ball!”
BOOM! BOOM!
Suara ledakan disertai cahaya dan kepulan asap menghalangi pandangan. Bersamaan itu pula, satu persatu anggota guild Ambroxol dikirim ke Terminal Navigator karena poin HP mereka telah menyentuh angka nol.
“Sial, aku ceroboh. Semuanya mundur —”
“Jangan harap! Prison Flare!”
__ADS_1
Luna memukulkan kepalan tangan kanannya ke permukaan tanah untuk memunculkan lingkaran sihir berwarna merah lalu menciptakan penjara api yang sangat luas dan mengitari 30 anggota guild Ambroxol termasuk Ronan.
Sepuluh anggota lain party yang dibentuk oleh Satria dan Safira keluar dari dalam lubang hitam yang menyembunyikan mereka.
“Blast wave!” seru 10 anggota party yang dibentuk oleh Safira dan Satria serentak.
Dari atas langit muncul 10 lingkaran sihir berwarna merah dan mengeluarkan 10 Naga yang sangat besar lalu menyemburkan api ke arah Ronan dan 29 sembilan rekannya. Mereka tidak bisa bergerak karena terkurung oleh penjara api.
[Critical hit terpicu!]
[30 pemain guild Ambroxol terkena efek Burn selama 5 detik]
[-4000]
[-500]
[-500]
[....]
Satu persatu anggota party Guild Ambroxol dikirim ke Terminal Navigator. Mereka tak percaya job Aegis Knight dikalahkan dengan mudah oleh job Dragon Knight yang satu level di bawahnya.
Tentu saja hal ini adalah perbuatan Safira yang telah merekrut mereka yang telah dibuang oleh Guild 4E. Anggota yang pernah dibuat levelnya menjadi 0 oleh Satria tempo hari, yakni Raven dan kawan-kawannya.
“Awas saja kalian! Aku sudah tandai nama kalian dan juga wajah kalian!” tunjuk Ronan sebelum tubuhnya di teleportasikan ke Terminal Navigator.
Selama dua bulan atau setara 2 hari dunia nyata, Safira dan Luna membantu tim Raven untuk leveling menaikan kembali level mereka dan berhasil menembus level 30 serta berhasil mengevolusikan job Spell Knight ke level job Dragon Knight.
Raven dan kawan-kawan telah menandatangani kontrak untuk ikut dengan Safira. Mereka sangat senang karena Safira membiayai hidup mereka yang hanya seorang pengangguran.
Selama ini Zenia membiayai hidup mereka, makanya mereka mau bekerja keras untuk bermain game. Tapi mereka harus menyetor 200 gold per hari pada Zenia sebagai imbalan atas pemberian penghidupan Zenia pada mereka. Sungguh ironi dipekerjakan sebagai budak game untuk mengeruk harta kekayaan demi orang lain.
Satria yang melihatnya dari jauh cukup tercengang. Safir telah membuat rencana ini tanpa melibatkannya, dia tahu ini hanya party sementara. Walaupun ada rasa sakit di hatinya, tapi dia mencoba melupakan masalah ini karena strategi Safira ternyata bekerja dengan baik dan membuahkan hasil.
Waktu terus berjalan, banyak party dari Guild teratas mulai berjatuhan dan menyisakan 4 party, yakni party Guild Versaxus, party Guild Nividia, party Guild 4E dan party milik Satria serta Safira.
Di langit menunjukan keempat party guild yang masih tersisa. Zenia langsung geram ketika melihat nama Sylya terpampang jelas di panel hologram dengan nama Satria yang bertuliskan ‘Unknown.’
__ADS_1
Prigya yang hanya melihat dari monitor di rumahnya pun melebarkan mata. Dia cukup terkejut dengan penampilan Safira dan pencapaiannya bisa menumbangkan party luar Guild Ambroxol dan masuk empat besar.
“Putriku memang hebat.” Prigya mengacungkan jempol ke arah monitor besar dan melanjutkan dengan raut muka penuh tanda tanya besar, “Tapi darimana dia mendapatkan Orb Stone untuk melakukan gacha dan mendapatkan Ravelion beserta Ebon Inferno Armor Set?”
Kembali ke perkemahan Guild 4E, “Kalian bertiga disini saja. Takut kedua guild itu menyerang guild kita. Biar aku sendiri membantai mereka. Lagian cuma berdua!” titah Zenia.
Dia mengganti senjatanya dengan dua buah pedang yang berbeda yakni pedang pendek sepanjang 1 meter bernama Highlander dan pedang ninjato sepanjang 80 cm bernama Enerkyl.
Zenia memakai cyborg armor suit berwarna hitam keemasan dan dia sudah mengevolusikan job Dark Assasin ke job terakhir thief, yakni Psycho Assasin bukan job Striker seperti pada umumnya. Dia mendapatkan persyaratan khusus untuk naik job yang sangat langka tersebut.
"Psycho teleportation!" seri Zenia dan berpindah tempat dekat wilayah yang sudah ditandai oleh Safira dan menjadikannya markas.
Zenia sudah mengawasi mereka dengan skill All seing eye: White eye, yakni kemampuan mata putih yang bisa melihat jarak yang sangat jauh dan menembus apapun.
“Cuih!” Zenia membuka topeng cyborg armor suit berwarna hitam keemasan miliknya dan meludah. Kemudian melanjutkan, “Aku tak menyangka pemain sampah yang dikucilkan bisa sampai sejauh ini. Kalian akan aku buat sampai menderita, terutama kalian yang telah menjadi pengkhianat Guild 4E!”
Setelah menunjuk tim Raven dengan tegas dan geram, Zenia hilang dari pandangan mereka.
SLASH! SLASH!
[Semua pemain party Unknown terkena efek racun selama 3 detik]
[-1000]
[-1000]
[-100]
[....]
Gerakan Zenia sangat cepat, Safira, Luna dan tim Raven poin HP-nya langsung menurun drastis. Dengan cepat mereka langsung meminum heal potion M agar poin HP-nya kembali terisi penuh.
“Kau memang cukup cepat. Tapi sayang ujung bilah pedangmu itu tak mampu memotong sedikit pun satu helai buluku,” cibir Satria untuk memprovokasi Zenia.
“Bedebah! Psycho teleportation! Ethereal assassin weapon: Death string!” seru Zenia dan tubuhnya berkedip hilang dari pandangan semua orang.
Mata Satria berkeliling dengan dua persepsi pandangan sekaligus, yakni pandangan orang pertama dan pandangan orang ketiga.
__ADS_1
Tubuh Zenia terus berpindah-pindah tepat tempat mengelilingi Satria, bahkan saking cepatnya seperti ada bayangan Zenia mengelilingi tubuhnya. Lalu melemparkan kawat kecil yang tak terlihat dan sangat tajam untuk menjerat tubuh Satria.