
Zenia merasakan perasaan yang sangat nyaman ketika berdekatan dengan Satria. tapi dia bingung mengartikan perasaan tersebut, apakah itu cinta? Atau hanya sebatas kenyamanan terhadap orang yang bisa mengerti akan perasaan hatinya saat ini?
Mereka berdua akhirnya sampai, setelah angkot hijau tersebut berhenti di depan gerbang besar kampus ITB.
Safira juga sudah menunggu mereka berdua di depan pintu gerbang. Pagi ini dia dihantarkan oleh sopirnya, karena malas membawa mobil hypercar. Setiap kali dia membawa mobil super mahal itu, selalu saja jadi sorotan oleh khalayak umum.
Begitu Satria keluar dari angkot, wajah Safira langsung sumringah dan berjalan cepat mendekati Satria. Lalu memeluk lengan kirinya yang sudah bertambah kekar dengan urat otot yang agak menonjol.
Sepanjang jalan menuju kelas, Satria tertunduk malu dengan kedua pipi merah merona, sebab diapit dua gadis cantik. Apalagi bentuk tubuh Satria sudah turun lagi, sekarang berat badannya sudah mencapai 70 Kg.
Para mahasiswi juga sudah berubah pandangannya terhadap Satria. Dulu mereka merasa jijik dengan Satria, tapi sekarang mereka mulai menyukai Satria yang memiliki wajah tampan nan teduh.
Sesampainya mereka bertiga di dalam kelas, teman-teman Satria sedang bergosip ria tentang pemain yang melakukan solo leveling di beberapa dungeon dan mampu melepaskan beberapa ultimate skill yang seharusnya dicapai oleh pemain level 72.
Zenia yang berada di belakang Satria langsung mendorong kepalanya, “Dasar, kamu selalu saja membuat kegaduhan di dalam game, hehehe ….”
“Aku? Memang mereka membicarakan tentang aku?” Satria menunjuk dirinya sendiri dengan raut muka bingung.
“Siapa lagi yang meledakan dungeon Elven Forest seorang diri.” Safira juga ikut mendorong bagian belakang kepala Satria dan melanjutkan, “Kamu menyerap boss monster tersembunyi apalagi sampai mendapatkan ultimate skill untuk pemain level 72?”
“Ssst! Rahasia, hehehe ….” Satria menutup bibirnya lalu terkekeh pelan.
Arven, Kira dan Vincent segera menghubungi anggota dalam Guild 4E untuk mengawasi Satria di dalam game maupun diluar game. Bila perlu mencelakakan Satria di dunia nyata, karena mereka terlampau benci dengan Satria.
***
5 jam kemudian.
Hari ini jam pelajaran berjalan cukup singkat, karena semua dosen akan mengadakan rapat tahunan, setelah jam satu siang.
Namun Satria tiba-tiba gelisah dan gusar. tapi kegelisahan dan rasa gusar di dalam hatinya tersebut tidak tahu karena hal apa.
Akhirnya, setelah satu menit. kegelisahan dan rasa gusar di dalam hatinya terjawab. Satria mendapat pesan dari Byakta kalau Nevan diculik oleh anak buah Joe yang tempo hari mendatangi Hera di rumah sakit.
Joe tidak terima dan meminta Renata untuk menikah dengannya. Maka Nevan akan dilepaskan setelah Renata menikah dengan Joe sang rentenir bandot tua yang telah beristri empat.
Pria berkulit putih tersebut berlari menuju pintu kelas, tapi kaki Arven sengaja dipasang untuk menjatuhkan Satria.
Dalam pikiran Satria dia telah melihat sebuah gambaran jika kaki Arven akan menjegalnya dan membuatnya terjatuh
Untuk itu Satria melompat untuk menghindari kaki arven dan melayangkan tendangan yang sangat kuat ke pelipis kirinya sebagai basana karena Arven mau mencelakainya.
Satria berlari dengan tergesa-gesa diikuti Zenia dan Safira yang tidak tahu harus berbuat apa ketika melihat raut wajah Satria panik.
Halangan Satria tidak berhenti disitu saja. Setelah Arven, kini anak buah Maxwell yang telah mengetahui semua gerak-gerik setiap anggota Guild eterna telah menunggunya dengan mobil jeep Rubicon yang berisikan 4 orang berbadan kekar.
Mereka bertujuan untuk menculik satu anggota Guild eterna, target utamanya adalah Satria untuk dibawa ke gudang kosong untuk dihabisi.
__ADS_1
Akan tetapi, melihat satria keluar diikuti Safira dan Zenia. keempat anggota mafia Maxwel tersebut langsung keluar dari dalam mobil dengan tersenyum licik.
“Tangkap mereka semua!” titah pemimpin Darkon sang tangan kanan Maxwell yang sedang berada di Bandung dan sengaja untuk menangkap Satria juga rekan-rekannya sesama anggota GUild Eterna.
Satria terlalu fokus ke Renata dan tidak menyadari jika Safia dan Zenia mengikutinya.
Kedua gadis seksi tersebut langsung disergap oleh kedua anggota mafia Maxwell dan dibekap mulutnya.
“Satria! Mmmmm ….!” panggil safira dan Zenia serentak. Lalu mulut mereka dibekap lagi oleh kedua pria berjas hitam berbadan kekar tersebut.
Zenia dan Safira akan dimasukan paksa ke dalam mobil jeep Rubicon. Saat itu juga Satria menoleh dan matanya langsung membulat.
“Sialan!” Satria geram dan hilang akal. Kemudian dia mengeluarkan pedang kayu dan berlari cepat dengan kekuatan penuh, “Mati kalian semua! Murka Naga Bayangan!”
BUAK! BUAK!
Secepat kilat Satria mengayunkan pedang kayunya untuk menghantam kepala kedua pria berjas hitam yang menarik paksa tangan Zenia dan Safira.
Pedang kayu itu patah dan Satria diserang balik oleh Darkon dengan melayangkan tendangan samping tepat mengenai pelipis kanan Satria, hingga tubuhnya berputar di udara lalu jatuh ke permukaan trotoar,
DUAR!
Darkon menembakan pistol ke udara untuk memberikan peringatan agar jangan ikut campur.
Semua warga yang sedang lalu lalang dan penjaga keamanan kampus tidak ada yang berani mendekat.
Pria berambut poni miring ke akan tersebut menekan jam tombol dan memilih ransel inventaris slot satu untuk mengeluarkan Bloodfallen.
Darkon sama sekali tidak takut dan mengarahkan pistol magnumnya ke arah Satria. Kemudian pelatuknya ditarik secara cepat untuk menembaknya.
DOR!
Satria tetap tenang, tidak menghindar dan manik matanya berubah berwarna merah darah. Skill Scarlet Emperor diaktifkan di dunia nyata bersama pedang Bloodfallen yang seharusnya hanya bisa digunakan di dunia cermin, ternyata bisa digunakan di dunia nyata.
SLASH!
Satria mengayunkan Bloodfallen secara vertikal dari atas ke bawah untuk membelah proyektil peluru tersebut menjadi dua.
Dakron menembak lagi secara bertubi-tubi ke arah Satria dan semua proyektil tersebut dibelah serentak menjadi dua oleh Satria.
Pria berkacamata hitam dengan kumis tipis tersebut mulai ketakutan dan ingin kabur. Tapi oleh Satria langsung dicegat dan langsung menebas dasi hitamnya itu hingga terpotong menjadi dua bagian, yakni bagian atas dan bawah.
Darkon langsung berlutut lemas dengan celana yang sudah basah oleh air seninya, karena saking takutnya dengan Satria.
Semua anak buahnya pun lari terbirit–birit dengan terkencing sangat ketakutan pada Satria.
“Kalian tidak apa-apa?” tanya Satria pada Zenia dan Safira dengan mengelus lembut rambutnya.
__ADS_1
“terima kasih, Sat.” Keduanya langsung memeluk badan Satria dan langsung dilepaskan oleh pria berambut hitam tersebut.
“Aku minta bantuanmu Safira. Tolong kemudikan mobil ini! Kita harus bergegas. Adik Renata telaah diculik,” pinta Satria, dan langsung mendorong tubuh Zenia, serta Safira. Untuk masuk ke dalam mobil jeep Rubicon yang telah ditinggalkan oleh Darkon dan anak buahnya.
Di dalam mobil mereka berdua berbincang dengan tatapan serius. Terutama Safira yang sedang mengemudikan mobil menuju sebuah gudang di wilayah selatan Bandung.
Sesampainya di bekas pabrik tutup botol tersebut, Satria meminta Safira dan Zenia untuk lapor polisi jika dalam 30 menit tidak ada kabar dari Satria. Dia ingn masuk seorang diri untuk Menyematkan yang disekap di dalam bangunan bekas pabrik tutup botol tersebut.
Satria berjalan dengan mengendap-endap seperti seorang shinobi.
Setelah memegang gagang Bloodfallen, semua pengetahuan dari semua teknik Naga Terbang langsung masuk ke dalam otaknya. Makanya dia tidak khawatir jika masuk seorang diri ke dalam bekas pabrik tersebut, untuk menyelamatkan Nevan.
Satria berguling dan melakukan gerakan lompat harimau untuk melewati beberapa mobil rongsokan yang sudah usang, agar tidak terdeteksi oleh anak buah Joe.
Satria sudah mengirimkan pesan pada Byakta, Kalau dia masuk seorang diri ke dalam gedung bekas tersebut. Byakta sedang menuju ke gedung bekas tersebut bersama pasukan yang pernah dipimpinnya dahulu.
Byakta tidak berani bertindak, sebab takut Nevan dibunuh oleh Joe. Sang rentenir yang mempunyai banyak relasi dunia bawah tanah itu tidak segan untuk membunuh siapapun, meskipun itu Jendral bintang tiga.
Satria melesat cepat ke dalam pabrik dan berhasil lolos dari semua penjagaan anak buah Joe yang sangat ketat. Dia melesat menggunakan teknik Naga ilusi yang memiliki kecepatan hampir setara dengan kecepatan super dewa.
Tanpa basa-basi, setiap Satria menemui anak buah Joe, dia langsung memenggal lehernya dengan perasaan sangat menikmati seperti saat dia bermain game Overgear.
Itu salah satu resiko dan akibat jika belajar teknik Naga tebang, sang pengguna teknik lama-kelamaan akan haus darah setelah memegang sebuah pedang.
Anak Buah Joe memekik keras sebelum kepala mereka terlepas dari lehernya dan itu menunjukan keberadaan Satria yang sudah disadari oleh Joe dan anak buahnya.
"Cepat cari penyusup itu!" teriak Joe sambil menembakan pistolnya ke udara dan membuat raut wajah Nevan seputih kertas dengan badan gemetar ketakutan.
Semua anak buah Joe menggeledah setiap tempat yang dekat dengan kamar dimana Nevan disekap. Mereka percaya jika Satria pasti berada di dekat Nevan untuk menyelamatkannya.
Satria berhasil masuk ke dalam kamar dimana Navena disekap tanpa diketahui oleh anak buah Joe. Dia melihat kepala Nevan sedang ditodong pistol oleh Joe.
“Keluarlah!” Atau anak ini akan mati dengan kepala tertembus peluru!” ancam Joe.
“Pelurumu itu tidak akan mampu menyentuh kepala Nevan.” Satria muncul tiba-tiba didepan Joe dan langsung mengayunkan Bloodfallen secara diagonal, untuk memotong tangan kanan Joe yang sedang memegang pistol magnum.
SLASH!
tangan Joe terjatuh ke permukaan tanah, cairan merah menyembur deras dengan aura jeritan kesakitan dari mulut Joe, "Aaaakh! Tolong! Tolong!"
Anak buah Joe yang sedang berada diluar kamar penyekapan Nevan, segera masuk dan mendapati Satria telah menggendong Nevan.
Akan tetapi, kedua pemuda tersebut hilang dari pandangan semua anak buah Joe. Satria berhasil membawa Nevan keluar dari dalam gedung bekas pabrik botol dan menghubungi Byakta, bahwa Nevan telah berada di tangannya.
Byakta yang baru saja sampai menaiki mobil khusus tentara yang memiliki senjata Bareta dan peluncur misil bersama anak buahnya. Langsung menembaki gedung bekas tersebut dengan rentetan misil kendali yang ditembakkan dari senjata pelontar misil yang berada di atap mobi.
BOOM!
__ADS_1
Gedung itu meledak dan terbakar hebat. Joe beserta anak buahnya tewas seketika oleh serangan rentetan misil yang ditembakkan oleh Byakta sebagai ajang balas dendam terhadap Joe dan anak buahnya yang telah menculik Nevan.