Overgear

Overgear
Bab 40


__ADS_3

Saat satria asyik menyerang kelima anggota luar Guild Ambroxol, tiba-tiba salah satu anggota dalam Guild Heliios yang sudah lama mengintai Satria menyerang juga


“Bangsat!” Nion dari guild Ambroxol yang memiliki job Wanderer melompat dan menghantamkan pedang besar bergerigi berwarna hijau yang memiliki mtadi ring pedangnya ke Permukaan tanah, “Bone Cusher!”


BOOM


[-500]


Tubuh Satria terpental, tapi masih bisa menyeimbangkan kedua kakinya dengan bergesekan pada permukaan tanah.


“Guil rendahan seperti kalian jangan ikut campur! Aku akan membalaskan dendam tuan Maxwell pada cecunguk yang telah mempermalukannya. Pergi! Atau aku buat level kalian sampai nol!” ancam Nion dengan menatap tajam kelima anggota luar Guild Ambroxol.


Kelima Assassin tersebut raut wajahnya seputih kertas dan langsung lari terbirit-birit. Mereka sangat tahu reputasi Nion yang sangat mahir bermain game overgear, apalagi Nion telah mengevolusikan jobnya ke tingkat akhir yakni job Advancer.


Satria masih tidak bisa dideteksi oleh Nion. Pria berambut jabrik hijau dengan kacamata hijau tersebut hanya menyerang Satria dari partikel darah yang keluar dari kulit kelima anggota luar Guild Ambroxol.


“Jangan harap kau bisa kabur dariku. Grandark Domination!” Nion merubah seluruh bagian tubuhnya menjadi warna hijau metalik dengan diselimuti aura hijau pekat. Lalu menancapkan pedangnya yang bernama Grandark tersebut ke permukaan tanah, “Zero Domination!”


KRAK! KRAK!


Permukaan tanah mengeluarkan duri-duri raksasa berwarna hijau dalam radius 500 meter. Satra yang tak bisa terlihat hanya menyunggingkan senyum menghadapi serangan Nion.


“Dia pikir aku ini hanya Assassin biasa. Walaupun duri itu beracun akan aku injak. Hyper Sonic Step! Spacial Divide!”


Satria mengganti senjatanya dengan Syverian Claw, yakni senjata yang dimiliki job Dark Assassin. Lalu melesat tanpa suara dan sudah tiba di belakang Nion dan langsung menyerangnya dengan menghentikan waktu selama 5 detik.


SLASH! SLASH!


[Critical hit terpicu!]


[Pemain Nion terkena triple efek, yakni efek Bleed, Paralyze, dan slow selama 5 detik]


[-250]


[-250]


[... ….]


[-50]


[-50]


[... ….]


Nion menyadari jika Satria telah menghentikan waktu dengan skillnya tersebut. Maka dari itu, dia menyerang balik, “Dimensional Fissure!”


Tiba-tiba waktu yang dihentikan oleh Satria retak dan Nion bisa bergerak bebas lalu melakukan tebasan secara diagonal pada Satria.


SLASH! BOOM!

__ADS_1


Siluet garis hijau pekat dan bola hijau transparan tampak jelas di tubuh Satria. Itu adalah tanda dari serangan yang dilesatkan oleh Nion dan membuat tubuh Satria meledak masuk ke dalam retakan dimensi. Lalu dilemparkan kembali keluar dari retakan dimensi.


[-4800]


“Kau hanyalah pemain pemula dan masih bau kencur. Sampah sepertimu takan mampu mengalahkanku.” Nion menginjak dada Satria yang sudah terkapar.


Akibat skill pamungkas milik Nion, skill Stealth Satria berhasil dipatahkan dan tersisa hanya 100 poin HP.


Kemudian, tubuh Satria menjadi partikel jiwa dan dikirim ke Katedral karena poinnya telah menyentuh angka nol.


[Pemain Satria telah dikalahkan oleh pemain Nion di Kerry Beach dan levelnya diturunkan satu level]


[Ding]


[Status pemain]


¤—-------¤—-------¤


[Nama: Regalia]


Level: 30 (17000/20.000)]


[HP: 3000/3000(+2000)]


[SP: 300/300(+2400)]


[Blood Orb: 0]


[Umur: -]


[Ras: Predacon]


[Skill:


(aktif)


Divine Primordial level 1+


Fusion level 1+


Mystical Wind Max


Ren Soul +1


(pasif)


Blood Divine Regeneration Max


Glory Of Predacon max]

__ADS_1


[Job: Bloodles Strike]


[Inventaris: Bloodfallen, 110 Orb Stone, 8 kotak silver, 8 kotak platinum]


[Saldo Evo:-]


[Saldo Gold: - gold]


[Saldo rupiah:Rp,4.300.000]


[Poin skill: 0]


¤—-------¤—-------¤


Satria melihat panel hologram yang berisikan statusnya dan langsung menggetarkan gigi. Pasalnya, Syverian Phantom Armor Set beserta keempat senjatanya telah terjatuh saat Satria dikalahkan oleh Nion.


“Sial, kau pasti akan membalasnya dan sudah aku tandai wajahmu. Aku pastikan kau akan aku buat sampai level 0,” sungut Satria sambil memukul altar Katedral.


Diluar Katedral sudah banyak anggota luar dan anggota dalam guild Helios yang menunggu Satria dan berencana akan membuatnya sampai level nol.


Mereka membalas dendam atas perlakuan Satria yang telah membuat Maxwell dan Meijin malu saat berada dalam Outlet Nexus kemarin.


Saat ini satria tidak bisa berbuat apa-apa. Maka dia keluar dari dalam game menuju terminal Navigator.


Akan tetapi, di dalam terminal Navigator pun, anak buah Maxwell sudah menunggunya di tempat pit point yang sudah ditentukan setelah para pemain keluar dari dalam dunia cermin game Overgear, yakni pit point di depan salon A.I. Terminal Navigator.


“Sampai segitunya tuan Maxwelmu itu mengejarku. Di dalam game mungkin aku kalah oleh anak anak jabrik itu, tapi jika diluar game dan wilayah transit ini aku jamin kalian akan bertekuk lutut padaku,” tunjuk Satria pada dirinya sendiri dengan tatapan tajam pada 10 pria kekar berbaju hitam.


Maxwel Anderson adalah seorang mafia kelas dunia dan kebetulan dia sedang di Bandung untuk membeli Overdrive Silver stok terakhir. Tapi rencananya gagal karena Satria.


Jadi, dia menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi tentang Satria dan memberinya pelajaran dengan memburu dimanapun Satria berada.


Satria mengeluarkan pedang kayu dari jam tangan Overdrive Gold yang memiliki dua ransel penyimpanan.


Satu ransel inventaris sistem untuk menyimpan barang yang didapatkan dari dalam game, satu ransel lagi untuk menyimpan barang kebutuhan Satria termasuk pedang kayu pemberian Byakta.


10 anak buah Maxwel mengerang sambil memukul ke arah Satria bergantian. Dengan hanya menggeser kakinya satu langkah setiap kali anak buah Maxwel melancarkan pukulan, semua serangan merak berhasil dihindarinya dengan mudah.


Lalu Satria menyerang balik dengan mengayunkan pedang kayu yang dipegangnya secara acak untuk memukul kepala bagian belakang kesepuluh anak buah Maxwel satu persatu.


BAM! BAM!


Pukulan Satria cukup kuat dan tiga anggota anak buah Maxwell langsung pingsan dan sisanya meringis kesakitan sambil memegang kepala bagian belakangnya yang sangat sakit.


7 anak buah Maxwell belum jera dan kembali berlari ke arah Satria dengan melancarkan tendangan ke depan bergantian.


Satria kembali menghindar dengan teknik hindaran yang sama sekaligus menyerang balik dengan mengayunkan pedang kayu secara vertikal dan diagonal bergantian untuk memukul lutut ketujuh anak buah Maxwell.


Mereka bertujuh langsung terkapar di permukaan lantai dengan meringis kesakitan dan memegangi kedua lututnya yang sangat sakit. Bisa dikatakan hampir pata oleh pukulan pedang kayu yang ditebaskan Satria ke kedua lutut mereka.

__ADS_1


Robot keamanan berbentuk robot cyborg armor suit ninja datang dan langsung membeku semua anak buah Maxwel yang merupakan anggota dalam guild Helios.


Satria kembali menyimpan pedang kayunya ke dalam ransel inventaris sistem slot kedua. Lalu Keluar di dalam Terminal Navigator, takut ditangkap juga oleh para robot cyborg ninja, karena berkelahi di dalam wilayah Terminal Navigator.


__ADS_2