Overgear

Overgear
Bab 26


__ADS_3

“Flying Thunder God!” seru Satria dan tubuhnya berkedip membuat Zenia kaget.


“Tidak mungkin?? Bagaimana dia bisa menghindari jeratan benang kematianku?!” gumamnya melebarkan mata.


“Tidak perlu terkejut.” Satria muncul di belakang Zenia dan mengayunkan Bloodfallen namun ditangkis olehnya membuat Satria melompat mundur dan dia melanjutkan, “Aku memiliki tingkat job yang sama denganku walaupun umum. Biar aku katakan job sampinganku adalah job striker! Fatal Strike!”


SLASH!


Dengan menggenggam erat gagang Bloodfallen, Satria melesat dan menebas punggung Zenia dan berhasil mengenainya.


[Critical hit terpicu!]


[Pemain Zenia terkena efek ganda, yakni Bleed dan Paralyze]


[-2000]


[-50]


[-50]


Zenia terkejut, bukan hanya dia, tapi juga Safira, Luna dan tim Raven juga ikut terkejut dengan menjatuhkan rahang. Pasalnya, Satria bisa membuat 3 efek sekaligus dalam sekali serang dan ini merupakan rahasia yang disembunyikannya pada Safira selama ini.


Satria tidak membuat kesempatan dan berbalik arah untuk menyerang Zenia kedua kalinya, “Mystical Wind!” serunya.


Dia kembali melesat dan menebas dada Zenia sambil melewati tubuhnya, kemudian melancarkan serangan lanjutan dengan membalikan badan dan mengayunkan Bloodfallen secara vertikal dari atas ke bawah, “Render Soul!” Serunya dan menghantamkan katana itu ke belakang kepala Zenia.


BOOM!


Suara ledakan disertai siluet bola cahaya merah menyilaukan pandangan. Tubuh Zenia terpental ke udara dan merasakan rasa sakit yang amat sangat, “Aaakh …!” pekiknya.


[Super Critical hit terpicu]


[Pemain Zenia terkena efek ganda, yakni Bleed dan Confucius]

__ADS_1


[-5000]


[-100]


[-100]


[....]


Di udara, Zenia merasa pusing dan tak bisa berpikir jernih. Ditambah lagi mentalnya terkena beban yang cukup parah akibat hantaman Bloodfallen ke belakang kepalanya yang sangat kuat.


“Arc Of Weapon: Rain Sword!” seru Satria ingin membordir Zenia dan tak membiarkan gadis berambut hitam curly tersebut untuk menyerang balik.


Di atas tubuh Zeia yang terkapar dan melayang di udara, muncul lingkaran sihir merah. Dari dalamnya muncul hujan ratusan siluet pedang dan menghujani tubuh Zenia hingga menguras poin HP miliknya sampai tak tersisa.


“Apa?! Skill macam apa itu?!”


Luna, Safira dan tim Raven yang beranggotakan 10 orang menjatuhkan rahang. Melihat Satria dapat mengalahkan Zenia hanya dalam satu menit dan rentetan skill yang dia lepasan serta seperti tersusun secara sistematik. Ditambah lagi dia bisa mengeluarkan efek ‘Super critical hit’ yang belum pernah ditunjukan dalam sistem permainan Overgear.


TOOOT!


[Peringkat pertama: Versaxus


Peringkat Kedua: 4E


Peringkat ketiga : Unknown]


Suara terompet tanda berakhirnya event ‘War Sengoku’ berbunyi. Panel hologram besar berwarna biru transparan muncul di atas langit dan menunjukan 3 party yang masih bertahan sampai akhir event ‘War Sengoku.’


[Hadiah sudah dikirim ke inventaris masing-masing pemain. Sampai jumpa di event selanjutnya]


Semua pemain dikeluarkan paksa oleh sistem menuju Terminal Navigator. Satria kembali ke kamarnya, sedangkan Safira, Luna, dan tim Raven kembali ke ruko milik Luna di daerah Ujung Berung, tepatnya Kafe Marinasi.


“Terima kasih kak Raven telah membantu kami,” ucap Safira dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


“Justru kami yang sangat berterima kasih pada Nona Safira yang telah mengangkat derajat kami dan tak menjadi gelandangan lagi,” blasa raven dengan kelopak mata menggenang.


“Ya, Nona Safira. Kalau saja Nona tidak menemukan kami. Mungkin kami sekarang akan tidur di emperan kafe Nona Luna lagi hiks-hiks,” timpal Joko dengan menangis sesenggukan.


“Aish-aish …. Tubuh kalian seperti binaragawan, pekerjaan preman, tapi hati kali barbie coy.” Luna tersenyum lebar dan mengacungkan dua jempol ke bawah.”Ya, sudah. Karena kita hari ini berhasil masuk peringkat tiga, waktunya kita makan. Aku yang traktir!”


“Hore, makan!” Raven, Joko dan delapan rekannya berteriak penuh haru. Mereka sangat bersyukur bisa mendapatkan teman yang baik seperti Safira dan Luna.


Para pelayan membawakan makanan yang banyak untuk Raven dan rekan-rekannya. Sementara Luna dan Safira masuk ruangan Luna untuk berbicara empat mata.


Setelah duduk di kursi kebangggannya, Luna menatap tajam Safira dan gadis berambut pendek berwarna pirang tersebut bertanya, “Siapa sebenarnya dia?”


“Namanya Satria. Satu Kampus, satu fakultas dan satu kelas denganku. Dia banyak menyimpan rahasia di dalam game Overgear. Kamu tahu? Dia punya banyak Orb Stone merah,” jawab Safira dengan tersenyum lebar saat membicarakan tentang Satria.


“Uhuk-uhuk!” Luna kaget dan tersedak. Kemudian dia melanjutkan, “Orb Stone merah yang rank SSS itu? Ba-bagaimana bisa?!”


"Entah, aku juga tidak tahu. Padahal dia masih pemain baru sewaktu pertama kali bertemu dengannya. Tapi dia punya banyak skill yang unik dan tidak ada duanya di dunia Overgear. Ditambah lagi dia tidak bisa dilihat nama, level, job, dan semua statusnya,” jawab kembali Safira dan tambah membuat Luna kaget setengah mati sampai-sampai rahangnya terjatuh. “Namun dia tidak mau membentuk guild.”


Luna memberikan pendapat, “Aku paham dengan kondisinya seperti itu. aku pun akan melakukan hal yang sama jika jadi dia. Namun yang aku dengar hidden dungeon The Crucible akan dibuka sehari 4 kali. Bukankah masuk ke dalam sana agak susah jika tidak membentuk party permanen atau dengan kata lain guild.”


“Entahlah, aku tidak memahami jala hatinya. Aku juga tidak ingin memaksakan hal itu,” balas Safira dengan raut muka pasrah dan menghela nafas panjang.


***


Rumah Zenia, kawasan elit Arcamanik, Bandung.


“Sialan!” Zenia mengobrak-abrik meja riasnya. Semua alat make up yang berada di atas nakas meja tersebut terlempar ke berbagai arah. “Aku pasti akan membalas dendam karena membuatku malu, aaaargh!”


“Non. sudahlah. Jangan marah.” Mbok Darmi memegang kedua bahu Zenia dari belakang untuk menenangkannya. belum pernah dia melihat Zenia semarah ini. “Lebih baik Nona Muda berendam air hangat dan beristirahat.”


Zenia menarik nafasnya dalam-dalam akibat darahnya memuncak ke ubun-ubun. Dadanya masih kembang-kempis tak karuan perlahan stabil, “Terima kasih, Mbok. Mbok selalu menenangkan hati Zenia disaat seperti ini. Tidak seperti mamah dan papah,” ucapnya lalu membalikkan badan dan memeluk Mbok Darmi yang sudah dianggap orang tuanya sendiri.


“Sama-sama, Nona muda. Mbok sangat sayang sama Nona. Mbok gak mau lihat Nona muda terus larut dalam kemarahan. Namanya juga bermain game ada kalah ada menang. Bukan begitu Non?” Mbok Darmi terus mengelus lembut rambut Zenia untuk menenangkannya lebih dalam lagi.

__ADS_1


Akhirnya, gadis berambut curly berwarna hitam tersebut tertidur dalam pelukan Mbok Darmi, pelayan setia yang dimiliki Zenia.


Gadis bermata sipit dengan manik mata hitam tersebut walaupun kaya dan punya semuanya. Namun nasibnya hampir sama dengan Arven, Kira dan juga Vincent yang selalu ditinggalkan oleh kedua orang tuanya untuk mengurusi bisnis di luar negeri. Mereka berempat haus akan kasih sayang dan menggunakan tindakan penindasan dan game Overgear sebagai pelampiasan.


__ADS_2