PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 11


__ADS_3

Disepanjang perjalanan aku hanya diam,aku memesan taxi untuk pulang,saat Rico menawarkan untuk mengantarku aku menolak,kedua orang tua Rico juga memaksa aku pulang dengan Rico,tapi aku menolak dengan alasan ada acara setelah selesai dari sini.


Kedua orang tua Rico menerima alasanku,tapi Rico sebenarnya curiga kalau aku cuma mencari alasan dan menghindarinya.


Setelah sampai aku membayar ongkos taxi dan langsung masuk kerumah,ku putuskan untuk sholat isya,setelahnya aku berbaring keranjang dan memikirkan ucapan Rico,,,


'Bagaimana aku bisa menerima kamu kalau hati ini masih milik orang lain Co?! aku nggak mau membuat kamu kecewa ,,' itu jawabanku saat Rico mengajak aku menjalun hubungan


'Tapi aku akan berusaha membuat kamu jatuh cinta ma aku,dan aku akan sabar menantinya Ay,,! 'jawabnya mantap.'


Rico terus menyakinkanku.


Kuputuskan untuk tidur melupakan perkataan Rico tadi.


****


Setelah kejadian itu Rico selalu memberi perhatian padaku,tanya aku lagi dimana,sedang apa dan hal-hal kecil lainnya,mungkin itu cara dia untuk menarik perhatianku padanya.Kadang mama Rico sering mengajak aku makan saat aku pulang kuliah atau kerja,ku akui keluarga Rico begitu terbuka menerima aku dengan segala latar belakangku.


Mamanya juga begitu baik padaku dan menganggap seperti anak sendiri,beliau juga sempat melarang aku bekerja dan segala keperluanku akan ditanggung oleh mama Rico,tapi aku menolak karena aku hanya teman Rico dan bukan keluarga mereka.


(Assalamualaikum Ay,nanti malam kamu diminta mama buat datang kerumah,aku jemput kamu 7 malam ya,,!) Rico mengirim pesan


(Waalaikumsalam Co,insyallah ,memang ada acara apa Co?) Aku membalasnya


(Nggak tau mama yang minta gitu tadi)balasnya


(Insyallh ya ,,) balasku.


Aku menyelesaikan pekerjaanku sebelum jam pergantian shif tiba.


"Aku udah nyampai yank,nggak usah khawatir aku bukan anak kecil tauu,,!" Mbak Sinta berbicara dengan Bayu.


Bisa dilihat dari bicaranya,Bayu sangat perhatian dan cinta dengan mbak Sinta,ada sedikit rasa iri kala melihat mereka berbicara seperti itu.


"Hallo Yu,udah mau siap-siap ya,?"


"Ya mbak ini hampir waktunya,"aku menjawab dan segera beranjak dari tempatku


"Mbak Sinta ada yang mau ketemu sama mbak,katanya orang dari kebun yang biasa menyuplai sayur dan buah," Dinda datang saat mbak Sinta akan masuk kedalam.


"Ya sebentar Din,,"


"Yank bentar ya aku kedepan dulu,tapi jangan dimatiin vidionya aku hanya sebentar," mbak Sinta meletakkan Hpnya dekat dengan meja kasir


"Yu titip sebentar ya,aku nggak lama kok,kalau mau ngobrol ma tunangan aku juga nggak pa pa," ucapnya sambil berlalu


Disinilah aku dengan kegugupanku,sampai terdengar disana,,,,,,


"Hallo orang yang ada disitu,,salam kenal,,!"

__ADS_1


"Salam kenal juga," jawabku gugup


"kok nggak ada orangnya cuma suaranya,??namanya siapa?" tanyanya


Waduh aku harus jawab apa nih,kalau bilang namaku Ayu nanti ketauan,tapi kan nggak mungkin nama Ayu kan banyak nggak cuma satu


"Ayu mas,," ku jawab,tapi kala aku melihat wajahnya agak sedikit terkejut,


" oh Ayu,salam kenal, apa aku nggak boleh lihat wajah kamu?"


Ini lagi,Bayu mau lihat wajah aku apa nanti dia tidak terkejut,, ucapku dalam hati.


" Boleh tapi anda nggak boleh kaget,,!!" jawabku.


"Apakah sebegitu menyeramkannya wajah kamu sampai-sampai kamu bilang begitu??"dia bertanya.


"Ya siapkan saja mental kamu,,!" aku memperinggatkan


Aku muncul di layar hp,seketika kami beradu pandang,seketika itu pula Bayu terkejut melihatku,beberapa detik kami hanya diam dengan fikiran masing-masing,aku memutus pandanganku,kembali teringat saat kami bersama dulu.


"Gimana kabar kamu Ay," Bayu mulai percakapan dengan wajah yang sulit diartikan.


"Baik Bay," aku jawab singkat dan tidak memandangnya.


"Kamu sekarang kerja,?" tanyanya lagi.


"Iya,,". jawabku singkat.


"Apa ada alasannya aku marah ma kamu Bay,sekarang kan kamu bukan siapa-siapa aku,ngapain aku marah," ucapku dengan jutek


"Maaf aku hanya menebak saja," ucapnya


"Kayak kamu tau aja sifat aku gimana," balasku


" Udah ya aku lagi sibuk,,"sebelum Bayu menjawab, ku arahkan hpnya ketempat lain.


Cukup seperti ini saja kami bertegur sapa,setidaknya bisa mengobati rasa kangenku padanya,cukup aku saja yang tau.


"Udah kenalan ma tunanganku Yu?" mbak Sinta datang lansung duduk disampingku.


" udah mbak," jawabku


"Menurut kamu orangnya gimana?" tanya mbak Sinta antusias


"Baik mbak," jawabku singkat


"Cuma gitu aja pendapat kamu?"


" Terus mbak Sinta mau pendapat saya yang seperti apa??

__ADS_1


saya tidak bisa langsung memberikan penilaian kepada orang yang baru saya kenal,,," aku menjelaskannya dengan nada sedikit marah


"Maaf mbak saya tidak bermaksud berkata seperti itu,,"lanjutku aku tidak enak pada mbak Sinta.


"Ohh nggak pa pa,apa kamu lagi ada masalah Yu,?sepertinya aku lihat cara bicara kamu tadi seperti orang yang sedang marah pada seseorang??"


"Tidak mbak,maaf soal yang tadi,saya hanya ada sedikit masalah,," jawabku


nggak mungkin aku bilang kalau yang bikin aku marah itu tunanganmu mbak, ucapku dalam hati.


"kalau begitu saya pulang dulu mbak,"aku pergi kebelakang untuk ganti baju.


"Ya silahkan," mbak Sinta menjawab


Setelahnya aku pergi kekampus,hari ini aku Citra tidak datang katanya lagi tidak enak badan,mungkin nanti setelah dari kampus aku akan datang kerumahnya.


2 jam perjalanan telah selesai,aku bergegas membereskan bukuku dan menuju parkiran.


Kujalankan motorku dengan sedikit cepat agar cepat sampai dirumah Citra,karena takutnya nanti aku telat datang kerumah Rico.


"Assalamualaikum,!!"aku menekan bel rumah Citra.


Rumah Citra tidak besar tapi tampak mewah bila dilihat dari luar.


"Waalaikumsalam ,eh ini siapa??" seorang paruh baya datang membukaan pintu,


"Saya temannya Citra tante,saya Ayu" aku mengulurkan tanganku untuk bersalaman.


"Ohh teman Citra silahkan masuk," Mamanya Citra masuk kedalam dan mempersilahkan aku duduk,


"Ibu panggilkan Citra dulu ya,,"


"Baik bu,"jawabku


"Ayu datang kok nggak bilang,,?"Citra datang dengan pakaian tidurnya.


"Kamu belum mandi dari pagi??" bukannya menjawab aku balik bertanya.


"Hehe belum males mau mandi nanti aja kalau sorean dikit,," jawabnya.


"Kebiasaan anak cewek kok males mandi,, nih aku bawakan buah biar cepet sehat," aku menyerahkan keranjang buah.


"Makasih Yu baik banget deh teman aku ini,,ngrepotin nih,"


"Sama-sama,nggak pa pa yang penting tidak tiap hari,," aku meledek Citra,


" Nggak lah Yu,aku nggak mau juga kali sakit terus,"jawabnya cemberut


"Udah nggak usah cemberut tambah jelek tau,,"ucapku

__ADS_1


"Ihh Ayu malah tambah mengejekku,,"aku tersenyum melihat tingkah Citra yang merajuk.


__ADS_2