
Rico menepati omongannya,dia selalu datang pagi kerumah untuk datang menjemputku,setiap hari juga Mama Sani mengirim makanan untukku yang dibawa Rico.
Waktu yang aku lalui terasa cepat berlalu,apakah mungkin bersama Rico membuat hati ini terasa senang dan menikmatinya? apakah aku mulai ada perasaan sama Rico? aku juga belum bisa memahami perasaanku,
kata orang cinta datang karna terbiasa,
terbiasa bersama dengan kebersamaanku dengan Rico.
Tak terasa Rico akan melaksanakan skripsi,disela-sela menjemputku kerja,dia mengerjakan skripsinya,tak pernah lelah aku memberikan semangat padanya sebagai bentuk rasa peduli dan rasa sayangku padanya,aku belum tau apakah yang aku rasakan dalam hatiku ini rasa cinta pada lawan jenis atau rasa cinta pada abangnya.
Tapi beberapa waktu lalu ada kejadian dikafe,saat Rico sedang duduk dikafe saat akan menjemputku dia dihampiri sekumpulan anak remaja kuliah yang sedang akan makan didalam,dengan genitnya duduk dihadapan Rico dan mengajak Rico berkenalan dan meminta nomor WA,Rico menanggapinya dengan ramah dan melakukan percakapan dengan gadis-gadis itu,walaupun cuma begitu aku merasakan sedikit nyeri dalam hatiku,apakah aku cemburu melihat Rico dikrumuni gadis-gadis dengan tatapan memuja?aku masih belum bisa mengenali perasaan ini.
Saat aku bercerita dengan Citra,dua berkomentar kalau aku punya perasaan cinta pada Rico,dan katanya kamu masih malu mengungkapkannya.
"Ay nanti malam setelah isa' kita dinner ya,? aku mau ngajak kamu kencan," ucapnya saat kami pulang dari kafe
"Insyallah Co,tumben kamu ngajak dinner ? ada apa??"tanyaku
"Ada lah Ay nanti juga kamu tau"ucapnya mencurigakan.
"Gitu deh kalau aku tanya,,"
dia hanya menanggapi dengan senyumnya.
****
Malam telah tiba,Rico datang dengan stelan baju yang pas pada tubuhnya yang membuat dia semakin mempesona,aku yang baru keluar rumah pun tak berkedip melihatnya.
"Nggak usah dipandang terus ayo berangkat dulu,," ucapnya
yang membuat aku malu dengan pipi merona,karena kepergok mengagguminya.
"Iya," jawabku berlalu meninggalkannya menuju mobil Rico.
Saat di dalam mobil terjadi kecanggungan antara kami berdua,
tibalah kami dimana tempat yang di pesan oleh Rico,
kami masuk bersamaan dengan Rico mengandeng tangan ini dengan mesra,aku malu karena semua orang melihatku dengan Rico masuk restoran.
__ADS_1
"Mau pesan apa Ay,??" saat kami disodori buku menu makanan
"Kamu yang pesan saja,samakan sama kamu pesannya," ucapku.
Rico memesan makanan yang menurutnya aku menyukainya,dia tau apa-apa yang aku sukai dan yang tak aku sukai,dia tau semua tentang aku sedangkan aku sedikit yang aku ketahui tentang Rico itu pun dari Mama Sani yang bercerita saat kami bertemu berdua.
Mungkin saatnya aku memberi perhatian pada Rico dan menerima cintanya yang begitu tulus padaku.
Malam ini aku akan menegaskan hubunganku dengan dia kedepannya.
"Gimana Ay enak makanannya?
aku tau kamu nggak suka makanan yang aneh-aneh ,"ucapnya
"Enak ,kamu selalu tau apa yang aku suka Co,terima kasih udah mau mengerti aku,," balasku
"Iya Ay,terima kasih juga kamu udah mau menerima aku,,"ucapnya tersenyum
Kami melanjutkan makan kami dengan diam,sesekali kami berpandangan dan tersenyum bersama.
Setelah makan kami habis,aku mengajak Rico ketaman untuk ngobrol sebentar.
"Bicara aja Ay,aku akan mendengarkannya." balasnya
"Kamu sebentar lagi lulus kuliah sedang aku masih dua tahun lagi,kamu mau gimana hubungan kita ini??"
"Aku ikut kamu aja Ay,andaikan kamu mau nikah saat kamu selesai kuliah aku nggak pa pa,aku akan tunggu dan sambil aku bekerja untuk masa depan kita,"jelasnya
"Aku ingin kamu menerima aku apa adanya dan tanpa paksaan,aku sayang sama kamu Ay,dari dulu sampai sekarang perasaanku masih sama dan terus bertambah rasa cinta ini padamu,I LOVE YOU AyQu,," ucapnya dengan tegas
"Makasih Co,atas semua yang kamu berikan padaku termasuk rasa sayang dan cintamu padaku,I LOVE YOU TO RICO,," ku ucapkan dengan rasa bergetar dalam hatiku.
Tangan kami saling bertaut dan mengenggam,menyalurkan rasa yang dikaruniakan Allah pada kamu.
Aku begitu lega mengungkapkan perasaan yang selama ini aku sendiri tak menyadarinya,begitu pula dengan Rico terlihat wajah yang berseri setelah mendengar ungkapan cintanya aku balas.
" Setelah ini aku akan meminta petunjuk Allah tentang hubungan ini kedepannya dan akan aku putuskan setelahnya,"lanjutku
" Iya Ay aku akan menunggu dan terima kasih telah membalas perasaanku,,"ucapnya antusias
__ADS_1
" Sebenarnya sudah beberapa bulan aku merasakan perasaan yang aneh pada diriku saat kamu duduk berdua dikafe bersama seorang cewek,aku tidak rela rasanya dia memandang kamu dengan tatapan memuja,"jelasku panjang lebar
"Hahaha,itu kamu cemburu Ay,,"Rico tertawa lebar
"Ihh kok malah diketawain sih,aku kan nggak tau,waktu dulu pacaran ma kamu kan aku nggak perduli dan nggak pakai perasaan ma kamu,cuma buat status aja Co,,!" ucapku dengan sebel
"Iya aku tau Ay,tapi kamu kayak baru tau tentang cinta,waktu putus sama aku kamu kan terus pacaran lagi sama Roni kalau nggak salah,,terus sebelum ma aku kamu juga udah pacaran sama beberapa orang,,"ucapnya sambil terus tertawa
" ihhh kok malah buka aib aku sihh Co,,tega kamu,," aku cemberut
"Iya,iya aku minta maaf,
hahaha,huuff,,,,, kamu lucu Ay kalau lagi cemberut,pingin aku cium aja tapi sayangnya belum boleh,," ucapnya nyengir
"Itu maunya kamu kalau gemes sama aku," ucapku masih cemberut
"Udah nggak usah cemberut lagi,nanti aku ajak ke KUA lho,,!!" ujarnya
"Malam-malam mana ada penghulunya,,yang ada demit penunggu kantor KUA,," ucapku
" Kita kerumahnya aja kalau begitu aku tau rumahnya ada dimana,," Rico beranjak
"Ihh kamu itu ngajak beneran deh,," ucapku sebal
"Gimana lagi Ay aku udah kebelet kawin,ehhh nikah maksudnya,,hehehe" balasnya bercanda
"Udah ayo pulang nanti masuk angin kalau kelamaan di sini,"ajaknya
Kami beranjak menuju mobil dengan bergandengan tangan sebelumnya kami tak pernah kontak fisik tapi setelah pembicaraan tadi dan aku mengungkapkan perasaanku aku menjadi lebih lega dan menerima tautan tangan Rico.
Jauh dalam lubuk hatiku aku ingin menghapus nama Bayu untuk selamanya dan mengukir nama Rico didalam hatiku.
Setelah inu aku akan meminta petunjuk Allah kedepanya dan memantapkan pilihan hatiku pada Rico bila Allah menghendakinya.
Sampainya di depan rumah aku tak langsung beranjak ,kami masih belum mau perpisah itulah yang aku rasakan,
"Kamu masuk dulu Ay,aku akan pergi saat kamu udah masuk rumah," ucap Rico
Saat aku akan membuka pintu mobil aku belum membuka sabuk pengaman,saat akan membuka tak sengaja Rico juga akan membukanya,dan saat itulah wajahku dekat dengan wajah Rico,baru kali ini aku berdekatan dengan wajah lelaki sedekat ini,jantungku serasa ingin keluar dari tempatnya karena gerogi,aku segera memutus pandangan kami dan segera keluar dari mobil setelah melepas sabuknya.
__ADS_1