
Kami datang mengantri nomor urut pemeriksaan,aku melihat ibu-ibu muda datang dengan pasangannya,mereka sangat bahagia saat keluar dari ruangan periksaan.
Tiba lah giliranku untuk masuk ruangan,dengan didampingi Rico kami menemui dokter perempuan yang bernama Yosi,,
Rico sendiri yang merekomendasikan, katanya kalau periksa nanti dokternya harus cewek dan nggak boleh cowok aku nggak rela Ay kalau lihat tubuh kamu,ucapnya saat kemarin aku diketahui hamil.
"Selamat sore,silahkan duduk,," ucap dokter Yosi saat kami masuk bersama dengan ramah.
"Sore dok,terima kasih," ucap kami dan duduk dikursi depan meja dokter Yosi
"Sebelumnya apa yang dikeluhkan," tanyanya
"Kemarin sebelum kesini saya mual lagi dok,obat mual juga masih saya minum tapi kenapa kok kadang masih mual," tuturku
"Itu wajar Bu bagi ibu hamil muda,tapi nggak papa yang penting Ibunya mau makan dan minum susu,
sekarang kita lihat dedeknya dulu,
silahkan berbaring,," jelasnya
Aku berbaring diranjang dan dibantu perawat,diberinya gel diatas perutku setelahnya dokter mengerakkan alat USG untuk mengetahui perkembangan janinku
"Ini Pak,Bu janinnya sudah mulai terbentuk bagian tubuhnya,jadi Ibunya harus sering mengkonsumsi banyak makanan,buah dan jangan lupa susunya ya Bu?" jelas dokter
"Baik dok," ucapku menahan tangis karena terharu ada janin dalam perutku,saat melihat Rico matanya juga berkaca-kaca.
"Usianya udah menginjak 2 bulan,jadi harus hati-hati saat beraktifitas,tidak boleh kecapean ya Bu,," jelasnya lagi
"Baik dok," aku jawab lagi
"Ini saya kasih vitamin dan juga obat mualnya silahkan ditebus," Dokter Yosi menyodorkan secarik kertas
"Terima kasih dok,kalau begitu saya permisi," kami saling berjabat tangan dan keluar ruangan karena masih banyak pasien yan mengantri.
Kami berjalan beriringan menuju apotik sebelum pulang kerumah,Rico sangat senang sekali bisa melihat langsung berkembangan anaknya.
"Ay mau makan apa?" saat kami masuk dalam mobil setelah menebus obat
"Apa ya By,,?" aku berfikir
"jalan dulu aja By,nanti kalau aku ingin sesuatu dijalan aku akan bilang,"
"Ya udah,sini aku mau cium dulu anak Ayah,,"
Dia mendekat keperutku dan mencium nya.
"Sehat terus ya anak Ayah,," ucapnya
Rico menjalankan mobilnya dengan pelan,begitu banyak pedagang yang mangkal disekitar taman,,
"By berhenti dulu,aku mau makan bakso aja yang dekat taman itu,kita makan disana nggak papa kan By?," tunjukku pada kursi dibawah pohon,
"Nggak papa ,ayo kamu duduk disana dulu aku pesankan baksonya," kami turun dari mobil,
Rico memesan bakso dan aku langsung duduk ditempat yang aku tunjuk tadi,dengan menikmati suasana sore yang cukup cerah ini.
__ADS_1
Rico datang dengan membawa botol air mineral ditangannya.
Tukang bakso juga datang membawa pesanan kami berdua.
Setelah membaca doa aku segera menyantap bakso yang masih mengepulkan asapnya,aku langsung melahapnya dengan hati-hati,Rico sampai heran melihat cara makanku.
"Hati-hati Ay,itu masih panas nggak usah terburu-buru," ucapnya
aku hanya mengangguk karena mulutku penuh bakso.
Bakso pun sudah aku habiskan,dengan perutku yang kekenyangan aku bersandar pada pundak Rico namun lama kelamaan aku mulai ngantuk,
"Ay ayo pulang udah mau magrib," dia berdiri dan membayar bakso yang kami makan tadi
Aku mengikutinya,sampai dimobil aku segera masuk karena mata ini mengantuk sekali.
"Ay jangan tidur nggak baik tidur menjelang magrib," ucapnya saat masuk mobil
"Kita mampir dulu kemasjid dulu ya??
kita solat disana saja,," ucapnya lagi
Aku hanya mengangguk,Rico hanya tersenyum melihat tingkahku dengan sambil mengelus rambutku.
Sampai dimasjid kami langsung melaksanakan ibadah,karena waktu sudah hampir habis.
Aku menunggu Rico diparkiran mobil sambil berbalas pesan dengan Indah,tapi tiba-tiba datang anak kecil yang berlari dan tak sengaja menabrakku,hp yang aku pegang jatuh ketanah dan seorang anak muda datang menghampiriku untuk membantuku
"Kamu nggak papa?" tanyanya saat melihatku hampir terjatuh,dia menopang tubuhku yang juga hampir menyentuh tanah.
"Ahh maaf saya nggak sengaja,cuma ingin menolong saja,," ucapnya tak enak.
"Iya,saya juga terima kasih," ucapku menunduk
"Ayyy!?" Rico datang dengan tergesa
"kamu nggak papa kan??" tanyanya khawatir
"Nggak papa By,untung ada Mas ini yang nolongin aku," jelasku pada Rico
"Terima kasih Mas udah nolong istri saya,," Rico beralih menatap lelaki yang menolongku tadi.
"Sama-sama Mas,kalau begitu saya permisi dulu," ucapnya.
dia meninggalkan kami berdua
"Ayo pulang,,," ucapnya sedikit ketus
Aku sedikit aneh dengan sikap Rico yang berubah secara tiba-tiba.
"Kamu kenapa By?" tanyaku dengan hati-hati
"Enak dipeluk sama cowok tadi?" ucapnya dengan ketus,
aku terkejut mendengar ucapan Rico
__ADS_1
"Maksud kamu apa By???
aku nggak berpelukkan tadi dia nolongin aku,kalau nggak aku bisa terjatuh dan anak kita yang akan jadi korbannya,kamu mau kayak gitu??" ucapku dengan marah bisa-bisanya dia berfikiran seperti itu padaku.
Sepanjang perjalanan kami hanya saling diam,larut dengan fikiran masing-masing.
Sampai rumah aku langsung masuk rumah tanpa menghiraukan Rico,aku menuju kamar dan membersihkan diri,setelahnya aku beristirahat.
Malam semakin larut aku tak mendapati Rico disampingku,mungkin dia masih marah padaku.
Kulaksanakan sholat isa' karena sebelumnya aku tertidur sampai tak mendengar suara adzan.
Kupanjatkan doa pada Sang Pemilik Hidup,aku serahkan semua masalah yang aku hadapi dalam keluargaku ini.
"Hai anak Bunda,sehat-sehat ya nak,maaf tadi hampir saja membuatmu celaka,Bunda nggak pingin terjadi sesuatu sama kamu,jadi anak Bunda harus kuat ya sayang," ucapku mengelus perutku.
Aku melipat mengkena kan menaruh di tempatnya,namun saat ingin berbalik ada tangan melingkar diperutku.
Aku tau siapa pemiliknya.
"Maaf," ucapnya dengan masih setia memelukku dari belakang.
Aku masih bergeming dari tempatku,aku masih marah padanya tapi tidak seperti tadi.
Dia membalikkan tubuhku untuk dia bisa melihat,
"Sayang,maaf atas perkataanku tadi,
aku cemburu melihat kamu dipeluk orang lain," tuturnya
"Kamu keterlaluan By,kenapa kamu menuduhku seperti itu,kalau tidak ada dia mungkin anak kita celaka,memang kamu mau terjadi sesuatu dengan dia??" ku elus perutku dengan sedikit marah.
"Nggak Ay,aku ingin dia selalu sehat dan kamu juga," jawabnya
"Aku maafkan kamu By,tapi kamu juga jangan mengulangi lagi,aku bisa stres liat kamu kayak gitu,aku nggak bisa By kalau kamu cuekin aku kayak gitu," ucapku membalas pelukkannya,mataku mulai berkaca-kaca.
"Insyallah Ay,aku akan jaga perasaanmu dan begitu juga sebaliknya,udah jangan nangis,malu sama anak kita kalau Bundanya mewek,,
ayo sekarang kita tidur,besok pagi-pagi kita jalan keliling taman," ajaknya
"Kamu kan By yang buat aku kayak gini," ucapku sambil mengusap pipiku.
Aku mengangguk,kurebahkan tubuh ini disamping suamiku yang selalu membuatku nyaman.
Semoga ini menjadi pelajaran kami berdua untuk membina rumah tangga yang bahagia dan saling percaya satu sama lain.
Menjaga komunikasi menjadi kunci untuk menghadapi masalah yang datang.
****
Pagi menjelang,Rico mengajakku jalan pagi,dengan saling bergandengan tangan kami menuju taman untuk menghirup udara pagi hari dan mengisi perut kami yang mulai keroncongan,kami memesan bubur ayam juga teh hangat untuk kami santap.
Duduk dibawah pohon rindang kami menikmati sarapan kami,dengan diselingi obrolan-obrolan ringan.
Sampai sesuatu yang membuat kami menghentikan sarapan pagi kami,
__ADS_1
"Ayu,,,,!!!! aku kangennnn!!!"