PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 13 Keputusan


__ADS_3

Setelah berfikir beberapa hari ini dan melakukan sholat Istikhoroh,aku akan memberikan jawaban kepada orang tua Rico dan Rico sendiri,semoga jawabanku tidak membuat diriku terluka kedepannya.


"(Co nanti malam aku mau kerumahmu untuk berbicara dengan orang tuamu,apakah bisa,?)"ku kirim kenomor Rico


"(Ya Ay,nanti aku jemput saja kerumah kamu,jam berapa?)" balasnya


"(Abis isa' aja ya,karna hari ini aku kerja masuk sore,)" balasku


"(Ya udah hati-hati kerjanya,)"


"(ya Co,)"


Ku simpan hpku dan mulai melanjutkan kegiatanku diperpustakaan kampus,rencananya hari ini aku akan meminta izin mbak Sinta untuk pulang lebih awal,kalau tidak bisa-bisa aku terlambat kerumah Rico,aku tidak enak dengan orang tuanya.


"Siang Din,,,!" sapaku pada Dinda yang sedang membersihkan meja pelanggan


"Siang juga mbak,kok udah datang? bukannya masih satu jam lagi ganti shifnya?" tanya Dinda


"Aku mau ketemu dengan mbak Sinta dulu,mbak Sintanya ada??"tanyaku menghampiri Dinda.


"Ada mbak dari pagi tadi udah datang,"


"Ya udah aku masuk dulu ya Din,!" ucapku dan melangkah masuk kedalam


"Oke mbak,!!"


Saat tiba di depan ruangan mbak Sinta aku ingin mengetuk pintunya namun aku urungkan karena mbak Sinta sedang berbicara dengan Bayu kekasihnya.


"Ya Yank,kamu juga jangan lama-lama disana,aku nggak pa pa kalau kita nikah sederhana aku terima,yang penting aku menerima kamu apa adanya dan kamu terima aku apa adanya."


"(ya mungkin 2tahun lagi aku pulang sabar aja ya Yank)",ucap Bayu ,aku bisa mendengar jelas pembicaraan mereka berdua


"2 tahun yank??


kok lama sih,tapi nggak pa pa aku akan sabar menunggu kamu,," jelas mbak Sinta.


"Permisi mbak Sinta ini aku Ayu boleh saya masuk,??" aku ketuk pintunya.


"Ya Yu masuk aja," jawabnya dari dalam


"Yank sebentar ya,ini ada Ayu mau datang,jangan di matikan hpnya."ucapnya pada Bayu


"Silahkan duduk,


ada apa Yu,? bukannya jam kerja kamu masih satu jam lagi??"tanyanya padaku


"Makasih mbak,begini mbak hari ini saya minta izin untuk pulang cepat,ada keperluan mendadak nanti malam,saya akan kerja lebih awal hari ini untuk mengantikan jam kerja saya," jelasku pada mbak Sinta,

__ADS_1


mungkin Bayu juga mendengar perkataanku.


"Oh begitu,boleh Yu selama ini kamu karyawan yang rajin dan jarang meminta izin, jadi nggak pa pa kalau kamu pulang cepat hari ini," jawabnya.


"Terima kasih mbak kalau begitu saya kerja dulu," aku beranjak dan keluar ruangan.


"Sama-sama Yu,"


Mbak Sinta melanjutkan telepon dengan Bayu,mungkin setelah dari luar negeri Bayu dan mbak Sinta akan melangsungkan pernikahan,dan aku harus mengubur perasaanku terhadap Bayu untuk selamanya.


****


Malam menjelang Rico datang setelah aku baru saja mengunci pintu rumahku,


"Assalamualaikum Ay," dia datang dengan rapi,walau hanya memakai celana levis dan t-shirt yang pas membentuk tubuhnya yang atletis,tak salah jika Rico digilai banyak wanita.


"Waalaikumsalam,udah rapi amat mau kemana??" tanyaku sambil tersenyum


"Mau jemput calon istri aku yang cantik ini buat aku ajak ke KUA,,!ucapnya membalasku tersenyum.


"Mulai deh,,,!ayo berangkat nanti om dan tante nungguin, "ucapku melangkah menuju mobil Rico


"Siap sayang,ayo,,!"sambil tersenyum dia membukakan pintu mobilnya.


Aku hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rico yang seperti orang bucin.


Mobil berjalan dengan kecepatan sedang,Rico selalu begitu setiap aku berada dalam mobilnya,dia tidak pernah mengemudi dengan kecepatan tinggi saat bersamaku.


"Assalamualaikum,,malam tante om,maaf menganggu istirahat om dan tante," ucapku saat menghampiri kedua orang tua Rico dan mencium tangan mereka.


"Waalaikumsalam,malam juga sayang,tidak apa-apa malah tante senang kamu datang kerumah tante," sambut beliau dengan senyum ramahnya.


"Ayo masuk kalau begitu," om mempersilahkan aku untuk masuk,


"Mentang-mentang udah dapat anak cewek,anaknya yang satu di anak tirikan," Rico merajuk karna kedua orang tuanya lebih memperhatikanku.


"Udah nggak usah manja,tiap hari juga udah diperhatikan dan kamu juga bukan anak kecil lagi," om Seno menarik tangan Rico untuk masuk bersama-sama.


Aku melihat keakrabpan antara bapak dan anak mengingatkanku pada almarhum Ayahku,seandainya beliau masih hidup,,,???


Aku tidak mau sedih lagi,aku harus bahagia biar kedua orang tuaku ikut bahagia melihatku disana.


"Begini om,tante dan Rico,saya akan menjawab pertanyaan om dan tante kemarin,maaf sebelumnya membuat om dan tante menunggu," ucapku dengan gugup


"Mungkin ini akan membuat om dan tante kecewa dengan jawaban saya,tapi ini yang saya inginkan,,,," aku menjeda kalimatku


Begitu tegang muka kedua orang tua Rico

__ADS_1


"Om,tante dan Rico saya sudah berfikir beberapa hari ini dan meminta petunjuk pada Allah tentang rencana om dan tante,dengan kemantapan hati saya,,,,,


saya menerima pinangan om dan tante sebagai calon istrinya," ku ucapkan dengan tegas dan sopan


"Alhamdulilah,,!" kedua orang tua Rico serempak mengucap syukur


"Makasih sayang,secepatnya tante dan om akan datang kerumah kamu untuk meresmikan hubungan kalian,"ucap tante Sani


Binar kebahagiaan terpancar dari wajah orang tua Rico,


sedangkan Rico sendiri masih belum bereaksi,dia masih belum percaya akan perkataanku.


" Co kok malah bengong,ini bukan mimpi tapi nyata,!"ucap papanya.


"Aku nggak mimpi kan pa,AyQu menerima aku,,???" ucapnya kepada papanya


"Benar Co,apa perlu aku ambilkan sapu buat pukul kamu,??berlebihan sekali,!!" saran om Seno


"Sudah lama aku nantikan jawaban Ayu pa,,," kilah Rico


"Ya papa tau,kalau begitu besok lusa om dan tante datang kerumah kamu untuk melamar," ucap om Seno


"Tapi saya tidak punya kerabat om,," jawabku


"Kamu undang Pak Rt dan Bu Rt saja tidak apa-apa,terus tetengga dekat rumah kamu saja nak,," saran tante Sani


"Baik tante besok saya akan menemui Pak Rt dan Bu Rt serta para tetangga," ucapku


"Apa tidak terlalu cepat om dan tante datang kerumah,,?" lanjutku


"Apa kamu tidak melihat anak lelaki om disebelah kamu??


dia sudah menahan lama keinginannya untuk melamar kamu,,!" ucapnya


Mendengar ucapan om Seno wajah ku memerah karna malu,,apa sebegitu inginnya Rico melamarku untuk jadi istrinya ??ucapku dalam hati.


Rico hanya senyam senyum di ledek papanya.


"Ya udah kita makan dulu yuk,nanti lagi lanjut ngobrolnya." tante Sani beranjak dari duduknya dan menyiapkan makanan.


Aku juga beranjak untuk membantu tante Sani menyiapkan semua,begitu banyak masakan yang terhidang di atas meja.


Tante Sani melayani suaminya,mereka begitu bahagia tampak dari wajah mereka,Rico pun tak kalah bahagia dia selalu tersenyum.Aku ambilkan nasi dan lauk kepiring Rico,ini untuk aku belajar melayaninya jika nanti dia menjadi suamiku,, ' oh Suami' kata-kata yang membuat hatiku terasa ada yang berbeda.


"Makasih Ay,," ucapnya sambil tersenyum.


Setelah makan selesai dan aku membantu Tante Sani berberes,

__ADS_1


.Kami berkumpul sebentar untuk menentukan apa yang akan dibawa orang tua Rico kerumahku lusa esok,.


Semoga keputusan yang ku ambil ini bisa membawaku kearah yang lebih baik kedepannya.


__ADS_2