
Aku membawa langkah kaki ini menuju tempat dimana aku akan mengambil ijazah dan surat-surat lainnya untuk mendaftar diperguruan nanti.
Aku mendapatkan beasiswa dari perguruan negri di kota ini,aku sangat senang karna aku tidak akan membebani kedua orang tuaku,
dengan langkah semangat aku menuju ruangan kepala sekolah,
"Assalamualaikum ,permisi pak,," aku mengetuk ruangan kepala sekolah.
"wallaikumsalam,masuk Ayu,,!"
"silahkan duduk", aku duduk didepan kepala sekolah.
"Ini formulir pendaftaran dan ini surat-surat penting yang akan dibutuhkan dalam pendaftaran nanti,," kepala sekolah menyodorkannya.
"Terima kasih pak,saya terima dan saya sangat berterima kasih pada bapak dan ibu disini yang mengajar saya,sampai saya bisa menjadi seperti ini,,"
"Itu sudah tugas kami sebagai guru untuk mendidik kalian semua,"
"saya sebagai kepala sekolah berterima kasih pada kamu yang telah mengharumkan nama sekolah kita ini dengan nilaimu itu nak,terima kasih,"kepala sekolah mengucapkan
"Sama-sama pak saya juga bersyukur bisa bertemu bapak dan ibu guru disini."
Setelah urusan disekolah selesai, aku melajukan motorku menuju univertas dimana aku akan menimba ilmu kembali.Setelah menepuh setengah jam akhirnya aku sampai disana,ku parkirkan motor pada tempatnya dan mencari ruang pendaftaran,setelah ketemu aku langsung melakukan serangkaian kegiatan yang biasa dilakukan calon mahasiswa baru,.
Waktu begitu cepat,semua urusan telah selesai,aku mengistirahatkan badan ini di musola kampus,setelah melaksanakan kewajibanku,aku menuju kantin untuk mengisi perutku yang sudah dari tadi keroncongan.
tak lupa aku mengabari ibu dan ayah agar mereka tidak khawatir,sedangkan temanku yang satu itu entah tidak ada kabar beberapa hari ini.
"Eh maaf ,,!" aku menabrak dada bidang seseorang,karna saking seriusnya aku memperhatikan hp aku
"nggak pa pa," ternyata yang aku tabrak tadi seorang cowok.
Tuku donggakkan kepala ini untuk memastikan suara yang aku dengar tidak salah, 'nah kan benar Rico' ucapku dalam hati,kenapa harus satu kampus dengan dia sih,aku menggrutu dalam hati.
"Sorry tadi nggak sengaja," ucapku
"Nggak pa pa,kamu kuliah disini juga?" dia bertanya dan masih melihatku
"ya begitulah" ku jawab dengan cuek
"nggak berubah kamu,dari dulu masih sama aja," dia mengingat-ingat yang lalu.
"Aku ya kayak gini emang mau berubah kayak gimana lagi,?!" aku menimpali
dia tersenyum kearahku.
__ADS_1
"Aku duluan ,permisi,," aku menyudahi pertemuan kami dan aku langsung pergi meninggalkannya.
Kenapa aku harus ketemu dia lagi sih,aku ingin terbebas dari mantan-mantan aku malah salah satunya nyangkut dikampus ini.
Setelah sampai rumah aku terus melakukan kegiatan biasanya tak lupa aku menghubungi Indah yang entah hilang dimana anak itu.
Panggilan pertama tak terjawab ,kedua dan ketiga pun tak ada jawaban.
(kamu kemana In,? kok nggak ada kabar dari kemarin???)
aku kirim tapi masih centang satu .
kemana anak ini ??apa nggak punya paketan ???tanyaku dalam hati
setelah selesai membersihkan semua,aku merebahkan badan ini di beristirahat sejenak.
Keesokan harinya aku banggun kesiangan,sampai aku tidak tau ayah dan ibu pulang jam berapa.
Aku bergegas melaksanakan sholat dan terus membantu ibu di dapur,
"Ibu pulang jam berapa tadi malam,? maaf Ayu ketiduran ,,"
"jam 8,ayah masih ngantar pesanan kepelangan,"
"Iya,kemaren dari sekolah langsung kekampus daftar sekalian,jadi pas nyampe rumah udah capek banget yah,," ujarku sambil menyiapkan nasi goreng yang sudah matang.
"kalau masih capek istirahat dulu nak,ibu dan ayah juga sudah mau berangkat ,"
"oke yah".
Setelah menyelesaikan sarapan ayah dan ibu berangkat aku melanjutkan membersihkan sisa meja makan dan mencuci piring.
Hari ini aku berencana kerumah Indah,aku penasaran kemana dia 3 hari ini tidak ada kabar sama sekali.
Aku bergegas memacu motorku menuju rumah Indah,kuparkirkan motorku dihalaman rumah Indah.
"Assalamualaikum,Indah,,!" aku ketuk pintu rumahnya,tak ada jawaban dari dalam.Ku coba bertanya pada tetangga samping rumah Indah,mereka bilang Indah sudah pergi keluarkota bersama keluarganya 3 hari lalu.
Kenapa Indah nggak memberi kabar aku ya?? tanyaky dalam hati.
Kuputuskan untuk rehat sejenak di kafe tempat dimana aku dan Indah nongkrong.Aku duduk di bangku paling pojok tempat favoritku,aku memesan camilan dan minuman untuk menemaniku saat ini,tapi baru aku ingin meminum minuman yang aku pesan tak sengaja aku melihat Rico tak jauh dari tempat aku duduk sekarang,dia melihat ke arahku dan melambaikan tangan padaku.
'huh kenapa harus ketemu dia lagi sih?' ucapku dalam hati.
Ku anggukkan kepalaku untuk membalas lambaiannya.
__ADS_1
Dia berdiri dan berjalan menuju arahku,
"Boleh gabung kan??" dia sudah duduk disebelah kursiku.
"Aku bilang nggak boleh,tapi kamu udah duduk duluan,percuma,,,!" aku jawab dengan ketus
"Kamu selalu ketus sama aku Ay",
itu panggilan yang Rico berikan padaku dari dulu,dia tidak menggubahnya meskipun kita sudah tak punya hubungan.
"Bisa nggak sih kalau panggil aku jangan kayak gitu,?? kita kan udah nggak ada hubungan lagi!" aku menegaskannya.
"Udah nggak bisa Ay,lidahku udah terbiasa kayak gitu," dia ucapkan sambil tersenyum padaku.
"Makanya di biasakan mulai sekarang!!" ku ucapkan dengan tegas.
"Akan aku coba Ay"
"ehhh akan aku coba Yu," dia mengulanginya.
"Kamu sendirian disini?"
"nggak lihat dari tadi kalau aku lagi sama kamu?? atau kamu memang tak terlihat??" langsung aku jawab pertanyaan Rico
"Ya elah gitu aja sewot Yu,aku kan tanya baik-baik ,,!"
"Sorry lagi nggak mood aku,"
"Nggak pa pa Yu,nyantai aja kalau sama aku,"
"Apa lagi ada masalah?? boleh kok cerita sama aku??" dia menawarkan.
"Tidak terima kasih,aku hanya ingin sendiri dulu," aku berharap Rico mengerti dan meninggalkan aku sendiri.
Dan ternyata dia berpamitan padaku dan beranjak pergi,mungkin dia sadar lagi tidak dibutuhkan kehadiranya.
"Ohh ya udah aku pergi,kalau perlu bantuan tlp saja aku,masih sama kok nomornya," dengan PD nya dia menawarkan,
'huh orang kok nggak berubah,'.
Setelah beberapa saat aku beranjak pulang,hari sudah semakin sore,aku parkirkan motorku di depan halaman masjid,sejenak aku melaksanakan sholat sebelum pulang kerumah karna waktu sudah mepet.
Ku adukan semua yang aku rasakan saat ini agar hatiku tidak gelisah.
Setelah melakukannya hatiku sudah tenang,memang benar yang di katakan Bayu dulu, 'Apabila kamu sedang sedih dan banyak fikiran,curhatlah pada Yang Maha Punya Semesta maka kamu akan mendapat ketenangan dan jawaban dari masalah kamu', itu yang dikatakan Bayu padaku saat kami masih berteman.
__ADS_1