
Liburan telah selesai,tepat 3 hari aku dan keluarga Rico berlibur kepuncak dan hari ini kami kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
Setibanya dirumah aku langsung bersiap untuk kuliah,Rico juga sudah datang untuk menjemputku dan berangkat kuliah bersama.
"Ay kalau setelah pertemuaan keluarga besar nanti malam kita disuruh cepat menikah kamu bagaimana?" ucapnya saat menyetir mobil
" Aku ikut aja Co,benar yang dikatakan Mama dan Papa dipuncak kemarin kalau kita berduaan kayak gini kita bisa khilaf dan menjurus pada hal-hal yang dilarang agama,kuliah masih bisa aku jalani dan pekerjaan apa aku masih boleh bekerja Co kalau nanti kita sudah menikah??"tanyaku pada Rico
"Jujur saja Ay,aku ingin kamu hanya kuliah masalah pekerjaan aku yang akan bekerja dan membiayai semua kebutuhan kamu dan menafkahimu,karena saat itu tiba kamu sudah menjadi tanggung jawabku,aku tak ingin kamu terlalu capek," ucapnya
"Kamu kan masih kuliah Co,apalagi kamu akan sidang skripsi pasti kamu sibuk dan kamu mau kerja apa? sedangkan kamu masih belum lulus kuliah,
biar aku kerja dulu nanti setelah kamu dapat pekerjaan aku akan berhenti bekerja," jelasku
"Kamu tenang saja Ay,aku sudah berbicara sama Papa kemarin-kemarin kalau aku disuruh Papa membantu pekerjaan di kantor,karena suatu saat nanti aku akan menggantikan posisi Papa saat beliau pensiun,makanya kamu nggak perlu kerja lagi biar aku yang kerja,," tuturnya
"Aku nggak bermaksud menggatur kamu Ay,aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu," lanjutnya.
"Iya aku ngerti Co,nanti kita bahas lagi setelah pertemuan nanti malam,,"
Tak terasa kami sampai didepan kampus,segera aku keluar karena sebentar lagi jam kuliahku di mulai
"Aku duluan ya Co,waktu aku udah mepet banget," segera berlari sebelum Rico membalas ucapku
Untung saja Dosen datang sedikit telat kalau tidak mungkin aku tak mengikuti mata kuliah ini.
Hari begitu cepat berlalu hari dimana keluarga besar Rico akan mengadakan pertemuan untuk rencana pernikahanku dengan Rico,tadi setelah kuliah aku minta izin pada Mbak Sinta kalau hari ini aku tidak berangkat kerja lagi,dia begitu memakluminya karena aku berizin ada pertemuan keluarga calon suami.
Setibanya disana aku bergegas membantu mempersiapkan makanan dan minuman karena keluarga juga sudah banyak yang hadir,Mama dan Papa juga sedang menyambut keluarga yang datang dari jauh,Rico pun ikut menyambut sepupu-sepupu yang ikut datang,saat aku melihat sekelilingku aku merasa asing karena belum pernah bertemu mereka,tapi sepertinya Rico menyadari kegugupanku dia datang padaku.
"Ayo Ay aku kenalkan semua yang ada disini biar kenal dan akrab," ucapnya mengandeng tanganku
Aku hanya mengikutinya saat menarik tanganku menuju sekumpulan orang,
"Tante kenalkan calon aku namanya Ayu,,," aku mengulurkan tanganku
"Ayu tante,," ucapku tersenyum
__ADS_1
"Oh ya nak,saya Tante Rina dan ini anak Tante Suci,dan Iwan,kamu cantik sekali,pantes saja Rico kebelet pingin segera menikah,," ucapnya meledek Rico
"Hallo kak Ayu,salam kenal juga,benar kata Mama kalau kak Rico udah nggak sabar buat nikah sama kak Ayu,," anak yang bernama Suci ikut berkomentar
"Ehh bocah,,! kamu tau apa kayak begitu paling cuma ikut-ikutan,," ucap Rico
"Ihhh kak Rico aku kan bukan bocah lagi aku udah kuliah tau yang madih bocah Iwan tuh masih pakai seragam abu-abu, " ucap Suci membela
"Kenapa namaku ikut-ikut disebut juga,,?
walaupun masih pakai seragam abu-abu tapi udah banyak cewek yang antri buat jadi pacar aku,," ucap Iwan dengan PD nya.
"Masih kecil jangan mikir pacar dulu,pelajaran dulu kamu fikirin,,!!" Rico menasehati
"Ok kak,aku cuma iseng-iseng aja kok,"Iwan nyengir
"Aku tinggal dulu ya Tante mau kedepan dulu ," Rico mengandengku menuju teras depan
"Saya duluan Tante,,"ucapku saat Rico mengajakku
"Ya nak,,," Tante Rina menjawab
"Santai saja Ay,kamu nggak perlu menghafalkan nama-nama orang tadi yang aku kenalkan ke kamu,cukup aku saja yang kamu ingat terus,," ucap Rico
Aku cubit pinggangnya dan dia mengaduh,Rico tau apa yang aku rasakan saat ini,
"Aduh Ay,sakit tau,,,,"
"Siapa suruh bercanda terus,aku lagi binggung malah kamu bercanda terus,," ucapku cemberut
"Maaf Ay,itu biar kamu nggak stres aja ,rileks aja,keluargaku memang banyak tapi kamu nggak usah menghafalkannya,nanti kalau sering bertemu juga hafal sendiri,,"ucap Rico
Dia selalu tau apa yang aku fikirkan,selalu bisa membuat diri ini tenang bila didekatnya,
mungkin ini cara Allah memberikan pasangan padaku dan bisa melupakan perasaanku pada Bayu,menguburnya dalam-dalam dan berbakti pada suamiku kelak.
Acara berlansung cukup lama,ada sedikit perdebatan dengan beberapa keluarga Rico,karena rencana awal pernikahan akan dilaksanakan 2 minggu lagi dengan acara sederhana,sebulan setelahnya baru menggadakan resepsi,
__ADS_1
tapi keluarga jauh Rico ingin acara dilangsungkan dalam satu hari itu,selain menghemat waktu mereka juga karena jadwal pekerjaan mereka yang sudah terjadwal jauh-jauh hari,Setelahnya 2 minggu lagi akan melangsungkan akat dan juga resepsi.
"Ternyata ribet juga ya kalau mau nikah,,?aku kira cuma datangin penghulu terus ijab sah gitu aja,," ucap Rico saat kami ingin mengambil makanan ringan yang sudah dihidangkan,
"Cukup Ay,nggak usah banyak-banyak,ayo ketaman belakang aja,aku mau pacaran dulu ma kamu sebelum dipingit," ucapnya saat aku selesai membawa kue-kue yang akan kami makan bersama.
"Udah tau ribetnya kan??
aku dari dulu udah bilang aku nggak mau terlalu mewah cukup kerabat dekat saja yang kita undang," ucapku pada Rico
Aku meletakkan makanan yang aku bawa disamping Rico
"Tapi kamu tau sendiri Ay,aku anak tunggal,Mama sama Papa juga sangat antusias menantikan hari itu datang,mereka juga yang akan mempersiapkan semuanya,aku nggak mungkin menolak rencana Mama dan Papa yang sudah direncanakan jauh-jauh hari Ay," jelasnya
"Maaf Co bukan maksud aku tak menghargai semua rencana Mama dan Papa,aku cuma nggak mau mereka kecapekan dan jatuh sakit,aku sudah sangat bersyukur Mama dan Papa menganggapku seperti anak sendiri dan menerimaku," jelasku
"Kita terima aja Ay,biar Mama dan Papa tidak kecewa,semua sudah dipersiapkan kita tinggal duduk dipelaminan aja," Rico tersenyum
"Iya,,,kan aku udah setuju dari tadi,aku cuma mengutarakan pendapatku padamu,aku juga tak berani menolak rencana Mama dan Papa," ucapku sambil memakan makanan yang aku bawa tadi.
Setelah pembicaraan tadi aku berpamitan dengan kedua orang tua dan kerabat yang menginab di rumahnya.
Dalam perjalanan pulang kami larut dalam fikiran kami masing-masing,aku masih kefikiran dengan kerabat Rico yang memandangku sinis dan tak ada raut wajah yang mengenakkan saat aku bersalaman tadi,aku juga sudah lupa namanya.Aku tak berani mengatakan ini pada Rico,takut nanti terjadi pertengkaran dengan Rico juga orang tuanya.
"Ay udah sampai,,,!" Rico membuyarkan lamunanku
"Ah iya,maaf tadi aku nggak konsen,,,
Oh dah sampai ya,aku turun ya Co,kamu cepet pulang dan istirahat,," ucapku lalu ingin membuka pintu
"Tunggu Ay,," Rico mencekal tanganku sebelum aku membuka pintu mobil
"Apa yang kamu fikirkan Ay,?? nggak biasanya kamu kayak gini??
apa yang kamu sembunyiin dari aku??" Rico membrondong pertanyaan padaku
Haruskah aku menceritakan kegelisahan hatiku ini pada Rico??
__ADS_1
Atau malah menyembunyikan semuanya pada Rico,aku tak mau gara-gara aku keluarganya jadi bertengkar,,???