
Kita tak harus berharap pada manusia,tapi kita berharaplah pada yang Maha kuasa pasti tidak akan kecewa.
Aku tak mau lagi memikirkan tentang Bayu,sudah saatnya aku untuk membuka hati dan melupakan Bayu.Rico pilihan yang sekarang menjadi semangat hidupku,dia yang selalu ada untukku,dia yang menerima aku apa adanya orang tuanya pun sudah menganggapku seperti anaknya sendiri.
Hari ini dimana kedua orang tua Rico dan kerabatnya datang untuk melamarku.
Aku sudah bersiap dengan pakaian yang tertutup,aku memakai gamis merah muda dan krudung warna senada,sedikit polesan pada wajahku agar terlihat lebih segar.
Disampingku ada pak Rt dan bu Rt,mereka sangat baik padaku,saat aku datang kerumahnya untuk meminta bantuannya mereka menyambutku dengan baik,saat mengutarakan niatku mereka sangat antusias dan akan membantu segala keperluaannya.Mereka menganggapku seperti anaknya.
Tetangga sekitarku juga turut hadir untuk menyaksikan acara dirumahku,aku bersyukur masih banyak orang disekitarku yang baik terhadapku.
****
Rombongan keluarga Rico sudah datang,ada 5 mobil terparkir disamping kanan kiri jalan,saat turun mereka banyak membawa parsel-parsel berisi berbagai macam barang.
Rico diapit oleh kedua orang tuanya,dia begitu tampak mempesona dengan baju batik dan celana bahan hitam,tak lupa dia memakai jam tangan dan sepatu hitam mengkilat,aku masih belum percaya kalau aku dan Rico akan menjalin hubungan serius.
Semua tamu sudah duduk ditempatnya,aku dan Rico saling berhadapan,sebenarnya aku malu,Rico terus saja melihatku,mamanya yang berada disampingnya selalu menegurnya.
Acara dimulai,dari sambutan keluarga Rico bergantian dari pihak mempelai wanita,setelahnya kami bertukar cincin,aku begitu gerogi saat akan menyematkan cincin ditangan Rico,baru kali ini aku memegang tangan Rico,saat pacaran dulu aku tak pernah melakukan kontak fisik dengan Rico.
Acara berjalan lancar,kami sebagai pihak tuan rumah menyuguhkan berbagai macam makanan dan minuman,setelahnya keluarga pihak dari Rico undur diri pulang,
hanya tersisa orang tua Rico serta pak Rt dan bu Rt,ada beberapa tetangga membantu membersihkan tempat acara.
"Nak,sedianya kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan pernikahan antara nak Ayu dengan Rico??" om Seno bertanya
"Saya belum tau om,,mungkin ini akan saya fikirkan dulu ,," ucapku
"Panggil papa,seperti Rico saja,sekarang kan kamu anak papa,," om Seno meminta
"Baik pa,," ucapku.
"Nak Ayu,bukannya saya ikut campur sebaiknya segera melakukan ijab kabul karena nak Ayu sebatang kara nanti apabila sudah sah menjadi istri dari nsk Rico maka ada yang menjaga nak Ayu,,bapak hanya memberi salam." pak Rt menjelaskan.
"Akan saya fikirkan pak," jawabku.
__ADS_1
"Saya tidak mau membuat Ayu terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk segera menikah pak, yang penting sekarang Ayu sudah bertunangan dengan saya, saya akan sabar menantinya," ucap Rico sambil memandangku.
"Ini baru anak Papa dan Mama,tak terburu-buru dalam melangkah,"ucap mamanya.
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu nak,hati-hati dirumah jangan lupa kunci pintu dan cepat istirahat," pesan mamanya Rico
"Baik ma,," jawabku
Orang tua Rico berjalan kedepan sedangkan Rico masih jalan dibelakang bersamaku,Pak Rt dan bu Rt juga sudah beranjak pulang,para tetangga yang tadi membantu juga sudah pulang kerumah masing-masing.
"Ay aku pulang dulu ya,hati-hati dirumah,nanti setelah sampai dirumah aku telpon kamu,"ucapnya
"Ya kamu juga hati-hati bawa mobilnya,nanti langsung istirahat aja nggak perlu telpon kamu kan capek,," ucapku
"Tapi aku masih kangen Ay,,,!!"jawabnya merajuk
"Baru ketemu aja udah kangen,," jawabku dengan malu-malu
"Mau bagaimana lagi,kalau bisa hari ini juga aku langsung ajak kamu ke KUA,biar tiap hari aku bisa lihat wajah kamu terus Ay,"jelasnya dengan tegas
"Iya lah dari dulu aku selalu berharap bisa dampingi kamu terus sampai akhir hayatku Ay,," ucapnya.
"Udah ah,ditunggu Mama sama Papa tuh,nanti kemaleman pulangnya," suruhku karena orang tuanya beberapa kali melihat jam tangannya.
"Ya udah aku pulang dulu sayangggg,,!!!" ucapnya dengan lembut
"Assalamualaikum,,,"
"Waalaikumsalam,"
Aku hanya bisa geleng-geleng kepala dan tersenyum kearahnya,Rico benar-benar menunjukkan sifatnya yang tak pernah aku ketahui selama ini,dia bisa membuat hati ini jadi berdebar dan berbunga-bunga.
Aku masuk kedalam dan mengunci pintu,rencananya besok aku akan memberikan oleh-oleh yang dibawa orang tua Rico kepada tetangga sekelilingku.
Ku istirahatkan tubuh ini diranjang kecilku,
"Ayah ,ibu sekarang Ayu punya tunangan,dia baik dan keluarganya juga menerima Ayu dengan baik, Ayu sangat beruntung bisa mengenal mereka dan akan menjadi bagian dari keluarga mereka,Ayah dan ibu yang tenang disana Ayu akan baik-baik saja."ucapku sebelum tidur.
__ADS_1
****
Semalam Rico benar-benar menelponku,sampai larut malam kami mengobrol,dia juga meminta padaku untuk tidak bekerja lagi,aku hanya disuruh untuk fokus kuliah ,masalah biaya Rico yang akan menanggungnya,tentu aku tidak enak padanya belum apa-apa sudah bergantung padanya,tapi dia kekeh memintaku untuk keluar dari pekerjaanku.Aku berkata padanya akan memikirkannya dulu,aku tidak mau bergantung pada orang lain.
Hari ini aku masuk kuliah pagi,tiba digerbang kampus aku bertemu dengan Citra,
"Citra,,,!!!" aku lari kearahnya
"Ayu,,,!! gimana acaranya tadi malam??
maaf aku nggak bisa hadir tadi malam ibuku sakit dan tak mungkin aku tinggal sendiri,sedangkan ayah masih diluar kota," jelasnya.
"Alhamdulilah lancar,nggak pa pa Cit,ibumu sakit apa? " tanyaku
"Badannya panas dan kepalanya pusing,aku takut nanti kalau aku tinggal malah kenapa-napa,"jawabnya
"Udah kamu bawa ke rumah sakit?" tanyaku lagi
"Nggak,ini udah mendingan dan kepalanya tidak terlalu pusing," jelasnya
"Alhamdulilah kalau begitu," ucapku
"Gimana tadi malam? lamarannya romantis nggak?? aku jadi pengen cepet-cepet dilamar,," seru Citra
"Lamarannya seperti lamaran biasa,keluarga besar Rico juga banyak yang hadir,aku udah bersyukur mereka mau datang dan menerima aku itu lebih dari cukup dan tak perlu lamaran romantis,"jelasku
"Kalau udah ada yang srek suruh langsung aja buat lamar,!" lanjutku
"Belum ada yang srek Yu,kan aku lagi patah hati ditinggal Rico,," ucapnya sambil tersenyum mengejekku
"Maaf Cit bukan maksud hati untuk merebutnya," jawabku tersenyum
"Hehehe udah aku cuma bercanda,Rico memang bukan jodohku tapi mungkin jodoh kamu,aku ikut senang ada keluarga yang menerima kamu apa adanya,aku berdoa semoga Allah memberikan kamu kebahagiaan terus bersama Rico kelak sampai kejanah-Nya," ucap Citra.
"Aminnn,makasih Cit atas doa nya,semoga kamu cepat menemukan jodoh kamu,aminn",balasku.
Jodoh tidak ada yang tau,kita sebagai manusia hanya bisa menjalankan skenarario dari Yang Maha Kuasa yang sudah direncanakan-Nya.
__ADS_1