
Pov Rico
Rasanya aku bermimpi Ayu menerima lamaranku dan keluargaku,sebelumnya aku pesimis Ayu akan menerimaku tapi Mama dan Papa memberi semangat padaku.
Saat aku pertama bercerita tentang Ayu waktu pertama kali pada Mama,tentang asal usulnya dan seorang yatim piatu Mama tidak mempermasalahkannya,begitu pula dengan Papa,mereka mendukungku dan merestui ku untuk membanggun hubungan dengan Ayu menuju halal.
Selangkah lagi aku ingin membawa Ayu kehubungan yang halal.
Saat acara kemarin ada kerabatku yang mencemoh Ayu,katanya Ayu hanya mengincar hartaku saja karena aku anak tunggal,untungnya saat berbicara hanya aku yang mendengarnya dan langsung aku sanggah omongan kerabatku itu.
Andai Ayu mendengarnya dia tak akan menerima aku dan menjauhiku,dan tak mau mengenalku lagi.
Setelah acara selesai Pak Rt sebagai wali dari Ayu memberi masukkan untuk segera melakukan pernikahan dikarenakan Ayu yang sebatang kara supaya ada yan menjaganya,
Ayu menolak dan masih ingin menyelesaikan kuliahnya dulu dia juga menolak saat aku dan keluarga memintanya untuk berhenti bekerja,dia tidak mau bergantung padaku disaat masih berstatus tunangannya.
Malam ini kami berdua akan dinner di restoran,Ayu tak pernah memintaku pergi ke restoran mewah baginya bisa makan enak sudah sangat bersyukur,
Aku sangat beruntung bisa menjadikannya wanita pilihan hatiku,wanita yang sederhana dan tak menuntut kemewahan.
Malam ini juga dia mengungkapkan rasa cinta yang ia rasakan dalam hatinya,rasanya sangat bahagia mendengarkan kata cinta yang Ayu ucapkan,semoga aku bisa membahagiakan Ayu,ucapku dalam hatiku.
selesai.....
****
Sejenak aku melupakan pelajaranku dan pekerjaan,hari ini Rico mengajakku kepuncak untuk menikmati hari liburku,katanya untuk menjernihkan fikiran dan mengistirahatkan badan dari rutinitasku yang padat.
Aku dan Rico tidak sendiri,keluarganya juga ikut Mama Sani bilang kami tak boleh berduaan harus ada yang menemani ucapnya pada kami saat menyampaikan pada beliau rencana kami untuk liburan bersama.
Setibanya kami disana kami disambut penjaga villa,pria paruh baya ini menjaga dan merewat villa ini,walaupun tidak mewah tapi bagiku ini sudah sangat bagus,dikelilingi bukit yang tidak terlalu tinggi dengan tanaman teh yang mengelilinginya membuat mata ini betah memandang,udara sejuk membuatku sejenak mensyukuri nikmat Allah yang menciptakan segala keindahannya.
"Yu,istirahat dulu nak,udah disiapkan kamar untuk kamu diatas," ucap Mama Sinta
"Baik Ma, Papa sama Rico dimana Ma?"tanyaku beranjak mendekati Mama yang ada dipintu depan
"Katanya mau cari sesuatu diswalayan,mau adakan acara nanti malam," ucap Mama
"Oh begitu,
Mama juga istirahat ,Ayu duluan ya Ma,," ucapku menuju kamar
"Ya nak," balasnya.
...Aku tidur terlalu lama karena saat bangun sudah terdengar azan magrib,untung aku sedang ada tamu halangan jadi aku sedikit bersantai....
Papa dan Rico sedang melaksanakan sholat berjamaah bersama Ibu juga,aku iseng masuk kedapur dan melihat Bibi sedang menyiapkan bahan-bahan untuk BBQ,
"Apa yang bisa saya bantu Bi,??" tanyaku saat sampai didapur
__ADS_1
"Semua sudah siap non,tinggal dibawa ketaman belakang," ucapnya
"Baik kalau begitu saja bantu bawa kebelakang saja sambil menunggu Papa,Rico dan Mama," ucapku sambil membawa sebagian daging.
"Ayo non,,,"
Kami berjalan beriringan menuju taman,saat tiba Mang Ujang sudah menyiapkan tempat pembakaran,beberapa saat Mama dan Papa datang membawa sosis dan kawan-kawannya.
"Yu ,,!! kata Rico kamu disuruh kedalam dulu,dia meminta bantuan katanya,," ucap Mama
"Baik Ma,," aku beranjak masuk,
saat tiba didalam aku tidak melihat Rico,'kemana dia??' ucapku dalam hati
Aku kanget saat ada tangan merangkul pinggangku,aku pun secara reflek menjerit,
"Aaaaaaaa!!!," Rico menutup mulutku
"Emmmmmmhhmm ,aku takut kalau ada perampok masuk villa ini," kataku
"Hahhh hahh hahh,,,,,,,aku kira perampok ,kamu kok ngagetin aku sih,,!?" lanjutku disela menenangkan jantung ini
"Maaf Ay,aku cuma pengen peluk kamu dari belakang eh malah kamu teriak,nanti Mama dan Papa dikira kita lagi ngapain," jelasnya
"Tapi kamu gitu bikin aku kaget,," ucapku cemberut
"Ihhh PD banget bicaranya,,"
aku melihat arah lain untuk menyembunyikan wajahku yang memerah
"Kenapa tuh wajahnya merah gitu?? salting ya??" Rico semakin mengodaku
"Ihhhh,,,,! Rico udah ah jangan ngledekin aku,,,
aku pergi aja lah,,,!"
aku beranjak pergi tapi Rico menahan tanganku
"Maaf Ay,abis aku gemes banget sama kamu kalau lagi merajuk,," jelasnya sambil terus menahan tanganku
"Tadi aku beli baju hangat buat kamu,tapi aku nggak tau ukuran baju kamu,coba dulu ya,disini kan udaranya sejuk" ucapnya sambil menyerahkan paperbag padaku
"Ohh,,,ya udah aku coba dulu dikamar ya,," aku ingin berjalan tapi Rico menahannya.
"Disini aja,," ucapnya dengan senyum mesum
"Itu mau nya kamu,udah ah," aku malu sekali dia bilang begitu,aku berlari menuju kamar,aku masih mendengar Rico tertawa keras.
Beberapa saat aku turun menggunakan baju dari Rico,sangat pas dibadan aku,dia tau seleraku dan ukuranku,pasti tadi sengaja membuat aku salting dulu padanya.
__ADS_1
"Pas dan cantik dibadan kamu,"dia mendekatiku
"Ay,,,emmmm bo,,,,,leh aaaa,,,ku peluk kamu,," ucapnya terbata dan pelan di akhir kata.
Aku binggung mau menolak atau menizinkan,,setelah berfikir lama aku menganggukkan kepala,Rico dengan semangatnya menabrak badan kecilku,
"Terima kasih Ay,,sudah lama sebenarnya aku ingin seperti ini tapi aku tahan,aku nggak mau membuat kamu marah karena tingkahku,tapi hari ini aku tak bisa membendungnya lagi untuk memeluk kamu setelah kemarin kamu mengungkapkan isi hatimu padaku,maaf kan aku Ay," jelasnya
Aku membalas pelukkannya dengan sama eratnya,aku merindukkan pelukkan almarhum Ayah sama rasanya saat pertama kali aku memeluk Rico sekarang ini.
"Aku tak marah Co,sebenarnya aku juga merindukkan pelukkan Ayahku tapi tak mungkin aku bisa merasakannya lagi,terima kasih aku bisa merasakan pelukkan hangat seperti Ayahku dari kamu,,"tuturku
Cukup lama kami berpelukkan dan merasakan detak jantung kami yang sama-sama berdisko,sampai kami dikagetkan suara yang membuat kami malu sekali.
"Astaghfirallah,,,,,!!!! Rico Ayu,,,,!!! sedang apa kalian,,!???" Mama datang menyusul karena kami terlalu lama didalam dan malah menemukan kami sedang,,,,,,,,ahh malu sekali rasanya aku.
"Ini tidak seperti yang Mama fikirkan,tadi Ayu minta bantuan buat melepas bendel bajunya Ma,,," ucap Rico berkilah
Aku hanya nyengir mendengar Rico yang mencari-cari alasan,aku tak berani melihat Mama karena aku malu sekali.
"Benar begitu Ayu,,,???" ucapnya dengan nada mengimitidasi
"Be,,,,,,nar Ma," ucapku gugup
"Ayo sekarang ketaman Papa sudah menunggu kalian,," Mama pergi meninggalkan kami dulu
" Baik Ma," ucap aku dan Rico bersamaan
Aku dan Rico datang dengan bergandengan tangan,Mama dan Papa melihat kami bergantian
"Pa,,lihat kira harus segera menikahkan mereka,," ucap Mama saat kami datang.
" Ya Ma, Papa setuju ,," ucapnya.
"Setelah dari sini kita bicarakan dengan keluarga besar dan cari hari yang tepat," Mama dan Papa berbicara serius.
"Kamu Rico,harus jaga Ayu bukan merusakknya,tunggu setelah halal baru boleh kayak tadi,," ucap Mama berultimatum
" Baik,Ma,," balasnya dengan nada lesu
Aku hanya bisa tertawa dalam hatiku melihat Rico yang mendapat mandat dari Mamanya.
"Ayo Rico bantu Papa bakar dagingnya dan Ayu sama Mama ," Papa memberi arahan
Kami sibuk dengan kegiatan kami masing-masing,sesekali aku dan Rico berpandangan seperti orang yang lagi kasmaran saja,Papa dan Mama pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kami.Mungkin dari sini kami berdua akan dinikahkan takut kalau aku dan Rico khilafff,,,
aku hanya bisa tertawa menerawang pernikahan aku dan Rico diadakan secara mendadak,,
mungkin ini jalan Allah yang diberikan padaku.
__ADS_1