PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 32


__ADS_3

Setelah kejadian itu,setiap bertemu Erik aku langsung pergi dan menghindar,aku tidak mau membuat salah faham dengan Rico lagi.


Hari ini aku dan Citra akan pergi ke mall membeli kado untuk temannya yang akan menikah,aku juga meminta izin Rico untuk menemani Citra,dia berpesan agar aku hati-hati.


Sampai di mall aku dan Citra segera mencari kado yang kira-kira cocok dengan teman Citra,setelah berkeliling satu jam,aku dan Citra sudah menemukan kado dan berlanjut mencari makanan.


Kami makan di area yang tak jauh dari mall.Ayam geprek menjadi menu siang ini ditemani jus alpukat kami menyantap hidangan ini.


"Yu aku ketoilet dulu ya," Citra berpamitan


"Oke,jangan lama-lama ya ,!"balasku


Aku melanjutkan makanku dan tiba-tiba ada orang yang langsung duduk begitu saja dikursi yang Citra duduki.


"Hai Yu,sendirian aja," ucap Erik yang datang tiba-tiba.


"Mau kamu apa ??kenapa selalu ganggu aku??" lansung aku bertanya padanya


"Aku cuma ingin nyapa kamu dan jadi teman kamu,!? kenapa kamu selalu hindarin aku terus?? salah apa aku Yu?"


"Salah kamu karena aku tidak mau kamu dekati dan nggak mau berteman dengan kamu nanti suamiku salah sangka padaku,"ucapku tegas


"Tolong Rik,jangan buat hubunganku dengan Rico kacau ,"ucapku memohon


"Aku cuma pengin kita temenan Yu,aku nggak ada maksud buat kamu dan Rico bertengkar itu aja," jelasnya


"Tapi Rico melarangku untuk dekat dengan cowok


lain,tolong ngertiin Rik,,!"


"Oke kalau gitu aku nggak akan ganggu kamu tapi kita masih bisa temenankan??" tanyanya


Aku berfikir sejenak,


"Oke,tapi aku nggak mau kalau kita ketemu berdua gini,dikira nanti kita ada apa-apa," jawabku


"Iya aku ngerti Ayu,,"


Aku beranjak ingin menyusul Citra di toilet,namun baru saja melangkah aku hampir saja terjungkal kedepan,rasanya penglihatanku sedikit kabur dan mata berkunang-kunang,untung saja Erik menangkapku jadi perutku tidak sampai menyentuh lantai.


"Kamu nggak papa Yu," tanyanya panik


"Makasih ,aku nggak papa," aku langsung berdiri dengan tegak,


tapi yang membuat aku terkejut Rico sudah ada di belakang Erik dengan tatapan emosi.

__ADS_1


Aku langsung berlari kearahnya untuk menjelaskannya,aku sekuat tenaga menahan pusingku agar tidak tumbang,dengan cepat aku mengejar Rico yang mulai menjauh karena langkahnya yang cepat,aku sampai tak ingat kalau aku sedang hamil.


Rico langsung masuk mobil setibanya di parkiran,aku tak menyia-nyiakan untuk segera masuk mobil saat Rico akan mengemudikannya.


"Byy ,,tolong dengerin penjelasanku dulu,ini tidak seperti yang kamu fikirkan,," aku berusaha membujuk Rico untuk mendengarkanku


"Apa lagi yang ingin kamu jelaskan padaku,setelah aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau istriku sedang kencan dengan cowok lain?!"ucapnya dengan emosi


Rico terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


"By tolong berhenti dulu,,aku takut By tolong hentikan,kita bicara baik-baik," pintaku dengan berlinangan air mata,aku ketakutan,Rico tetap saja menjalankan mobilnya dengan cepat.


" Tolong By hentikan,aku dan Erik tidak kencan By,aku bersama Citra,aku sudah bilang denganmu By,aku minta izin sama kamu,tolong By dengerin aku,"Rico masih saja melajukkan mobilnya dan tak menghiraukanku.


Sampai dipersimpangan jalan ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi,hingga saat mobil Rico akan berbelok tiba-tiba saja mobil itu oleng dan menghantam bagian belakang mobil Rico,kecelakaan tidak dapat dihindari,mobil Rico menghantam pembatas jalan dan membuat kami sama-sama terpental kedepan,aku masih berusaha melindungi perutku agar tidak terbentur bagian depan mobil.


Mataku terpejam sebentar dan aku berusaha untuk menggapai Rico yang sudah tak sadarkan diri.


"By tolong buka matamu,aku minta maaf By,,,," Aku genggam tangannya dan ikut tidak sadar.


Aku tersadar dari pingsanku,mendapati tanganku yang sudah di infus,aku ingin duduk tapi langsung dicegah perawat yang sedang menjagaku.


"Jangan bangun dulu Bu,berbaringlah untuk sementara waktu,anda harus istirahat agar tidak terjadi apa-apa dengan kandungan Ibu," ucap perawat yang menjagaku.


"Saya mau bertemu dengan suamiku Sus,,bagaimana keadaannya,??" tanyaku panik


"Baik sus,terima kasih ," ucapku sedikit lega


Beberapa saat kemudian aku dijemput dan diantar menuju ruangan Rico,tiba didalam ruangan aku melihat Rico dengan banyak alat terpasang dibadannya,hatiku sakit melihatnya,


aku mendekatinya,ku genggam tanganya yang terasa dingin.


"By,aku datang,bangun By,,


aku minta maaf tolong buka matamu," ku genggam erat tangannya dan terus saja menangis


"Byy aku minta maaf,bangun Byy tolong buka matamu,aku nggak akan pergi-pergi sendiri By,aku akan dirumah terus biar kamu nggak khawatirin aku,


aku akan nunggu kamu dirumah saja By,


aku sayang kamu By,aku nggak mau kehilangan kamu,tolong maafkan aku By,," ucapku terus berbicara dengan Rico.


Tiba-tiba tangan Rico bergerak,


"Ay,,,," ucapnya dengan lirih dan membuka matanya

__ADS_1


"By kamu bangun,alhamdulilah,,


aku panggilkan dokter dulu By,," ku usap air mataku dan ingin berdiri memanggil dokter.


"Tidak,,aku ingin berbicara padamu Ay,duduk disini," Rico menunjuk kursi disebelahnya.


"Ay,maafkan aku yang terlalu emosi dan cemburu hingga membuat kita seperti ini,apa anak kita baik-baik saja,??" tanyanya sambil melihat perutku.


"Dia baik By,,dia anak yang kuat seperti ayahnya," ucapku dengan mengarahkan tangannya keperutku.


"Maafkan aku By,membuat kamu marah,tolong kuatlah dan cepat sembuh untuk bisa menantikan buah hati kita berdua,maaf By,," ucapku menyesal


"Aku sudah memaafkanmu Ay,aku yang salah,seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu dulu dan tidak menuruti emosiku ,maaf membuatmu seperti ini," wajah Rico menahan sakit.


"By kamu kenapa?? aku panggilkan dokter dulu,," dengan panik aku ingin keluar


"Ay,,mungkin ini yang terakhir untuk kita bertemu,tolong jaga anak kita,sayangi dia selalu Ay,aku titipkan cintaku padamu dan anak kita,berbahagialah dengan dia kelak,aku juga akan bahagia melihat kalian bahagia,aku mencintaimu Ay,,,,


a-ku sa-ya-ng deng-anmu,ter-ima-kasih tel-ah men-jadi is-triku,sela-mat ja-lan Sa-yang-ku," ucapnya dengan terbata-bata Rico memejamkan matanya.


"Byyyy!!!! tolong buka matamu,,,


By jangan begini,tolong Byy," air mata ini terus mengalir


"dokter tolong!!!!" ucapku dengan keras


Segera dokter memeriksa Rico,aku tak hentinya menangis.


Dokter menghampiriku dan memberi tanda bahwa Rico telah meninggal,tubuh ini serasa tak bertulang menerima kenyataan ini,aku terduduk dilantai dengan terus menangis,duniaku serasa berhenti,separuh jiwaku pergi meninggalkanku untuk selamanya.


Kenapa disaat aku mulai begitu mencintainya ,tapi kenapa dia pergi untuk selamanya??


sekarang aku tak punya siapa-siapa,orang yang menjadi sandaranku telah pergi.


"Kamu yang membuat anakku meninggal,kamu jahat Ayu, saya benci kamu,saya kecewa denganmu Ayu,kenapa dulu saya bisa setuju Rico menikahimu kalau akhirnya kamu malah menyakitinya??? kamu bukan menantuku lagi,pergi kamu dari sini dan jangan menampakkan wajahmu dihadapan kami lagi,,"Aku tersentak Mama datang dengan Papa dan Tante Reni menuduhku dan menyuruhku untuk pergi.


"Ma,maafkan Ayu Ma,tolong jangan usir Ayu dari sini,Ayu ingin menemani Rico untuk yang terakhir kalinya,tolong jangan usir Ayu Ma," ucapku memohon


"Pergi kamu dari sini,saya nggak mau melihat wajahmu lagi,saya juga nggak sudi kalau kamu terus saja didekat Rico,pergi!!!!


security tolong usir dia dari sini," pintanya pada keamanan untuk membawaku pergi.


Sempat aku memberontak tapi tenagaku sudah lemah,aku hanya bisa pasrah saat ditarik keluar dari rumah sakit.


Aku duduk dibawah pohon depan rumah sakit,aku merasakan perutku kram,

__ADS_1


"Anak Bunda yang kuat ya??! sekarang hanya ada Bunda tolong bertahanlah,Ayah sudah pergi untuk selamanya meninggalkan kita berdua,jadi tolong sehat diperut Bunda." ucapku pada Janin yang aku kandung dan terus saja menangis.


__ADS_2