
Awal perjalanan yang sesungguhnya baru dimulai setelah menikah.
Hari ini aku dan Rico disandingkan disinggasana untuk melakukan prosesi adat dalam keluarga Rico,begitu banyak pernak pernik diatas kepalaku,aku hanya bisa meringgis dalam hati merasakan berat yang berada di kepalaku ini.
"Ay kamu keberatan?" tanyanya saat dia datang menghampiriku diruang ganti,Rico begitu gagah menggunakan baju adat yang sama denganku.
"Sedikit By,,," jawabku tersenyum
"Tahan dulu ya Ay,nanti kalau sudah selesai acaranya kita langsung ganti baju ,," ucapnya saat berada disampingku.
"Iya By,aku tahan kok,aku juga tidak enak sama Mama,kamu tenang aja By," ucapku meyakinkan.
Raut wajah Rico berubah melihatku yang sudah selesai dengan riasan diwajah dan kepalaku,dia sampai tak berkedip melihatku.
"Kamu cantik sekali Ay,bikin aku tambah cinta sama kamu,," dia berjalan mendekatiku dan meraih tanganku,saat tepat disamping dia berkata,
"Kalau diluar nggak ada tamu udah aku kurung aja kamu dikamar Ay,," ucapnya
"Itu maunya kamu By,," aku tak menduga kalau Rico akan berbicara seperti itu.
"Tapi benar Ay,aku udah nggak sabar nunggu nanti malam,," dia berbisik padaku
"Ihhhh kamu kok mesum sih By,nanti kalau ada yang dengar aku malu,," ucapku menahan malu,mungkin kalau tidak memakai make up pasti pipi ini merah merona.
Sesaat kemudian aku dan Rico digiring ketempat acara oleh petugas WO,begitu banyak tamu yang di undang Mama dan Papa maklum saja orang tua Rico pengusaha jadi banyak kolega-kolega dari beliau.
Acara berlangsung cukup khitmad prosesi adat yang aku jalani dengan Rico,aku sempat meneteskan air mata,karena mengingat kedua orang tuaku,mungkin kalau mereka masih hidup akan bahagia melihatku menikah dengan acara semegah ini.
Orang tua Rico juga sempat meneteskan air mata,mungkin mereka bahagia saat melihat Rico menikah.
Hampir dua jam aku menyalami tamu yang datang,tapi masih saja antrian menggular panjang,kaki dan tanganku serasa sudah capek ditambah asesoris yang ada dikepalaku.
"Kamu udah capek Ay,,?" tanya Rico
"Iya By,tapi masih banyak yang datang By,," aku melihat begitu antusiasnya para undangan untuk mengucapkan selamat.
"Aku akan meminta WO untuk istirahat sebentar dan ganti baju,," ucapnya sambil memberi kode pada panitia.
"Ayo Ay,kita kekamar dulu," Rico mengajakku masuk dan kami juga berpamitan pada Mama dan Papa.
Sesampainya dikamar,aku dibantu para penata rias untuk melucuti semua asesoris yang aku pakai,Rico juga sudah berganti baju dan duduk disisi ranjang,dia juga terlihat kelelahan.
Setelah aku selesai berganti baju,kami berdua makan dulu dan setelahnya mengerjakan sholat,mumpung masih ada waktu.
__ADS_1
Kurebahkan badan ini untuk meluruskan tulang punggungku,begitu pula dengan Rico.
"Ay,,nanti setelah acara kita langsung kekamarku saja,nggak usah kesini lagi Mama yang nyuruh kita." ucap Rico
"Baik By, ayo kita keluar pasti para tamu sudah menunggu,," ucapku beranjak keluar kamar
dan benar saja para tamu sudah berbaris lagi untuk mengucapkan selamat untuk kami berdua.
Pukul 4 sore acara sudah selesai,memang Mama dan Papa meminta para WO untuk mengatur jadwal agar acara tidak terlalu malam selesainya,aku bernafas lega karena para tamu juga sudah pulang,ada sebagian tamu dari keluarga jauh yang baru datang,aku juga menyempatkan menyapa keluarga yang baru datang,setelahnya aku berpamitan untuk melaksanakan sholat,Rico pun juga langsung menyusulku kekamar.
Aku terkejut saat masuk kamar Rico,begitu banyak hiasan bunga-bunga dalam kamar ini,aku terkejut sebuah tangan melingkar diperutku,saat aku melihat ini tangan Rico.
"Gimana Ay kamu suka dengan hiasan ini?" dia menundukkan kepalanya dipundakku,aku begitu gugup dengan posisi Rico yang seperti ini.
"A_ku suka By,," jawabku gugup
"Kenapa gugup Ay??
aku nggak akan minta sekarang ini masih sore,aku juga nggak enak diluar masih banyak orang nanti malam saja,,,
kamu sabar kan??" Rico menggodaku
"Ihhh By kamu kok mesum terus sih,,,aku nggak gugup kok,cuma takjub aja,dekornya sangat bangus sekali," ucapku sambil menyembunyikan rasa gugupku
"Suci dan orang-orang yang sering dekor kamar penggantin,
Suci sangat bersemangat merencanakan semua ini,maka dari itu dari kemarin kita disuruh tidur dikamar tamu." jelas Rico
"Ohhh begitu,
By mau sampai kapan kita kayak gini??
sholatnya kapan??" tanyaku saat Rico belum melepaskan pelukkanya.
"Sebentar Ay,aku butuh pelukkan kamu untuk energi tambahan," ucapnya masih dengan posisi semula.
"Itu modus kamu By,," jawabku
aku masih menetralkan detak jantungku yang tak kunjung normal.
Setelah beberapa saat Rico melepas pelukkannya,Rico langsung membalikkan badanku untuk bisa melihat wajahku,
pandangan kami bertemu,
__ADS_1
"Terima kasih By mau menjadi pendampingku dan menerima ku sebagai bagian hidupmu,," ucapku dengan tangan saling menggenggam.
"Aku juga berterima kasih karena kamu mau menerimaku juga,aku berjanji aku akan bahagiakan kamu dan anak-anak kita nanti kelak," ucapnya.
Setelah menjalankan sholat aku dan Rico keluar setelah magrib,beberapa saat tadi aku dan Rico tidur sejenak,sampai dibawah aku dan Rico sudah disambut dengan sindiran dari Suci.
"Pengantin baru,,bawaannya pengen ngamar terus,,!" ledeknya dengan senyum mengejek
"Ya dong,,!! kan harus gitu," ucap Rico tak mau ngalah.
"Udah By malu dilihat semua orang,," bisikku pada Rico,karena memang kerabat semua sedang berkumpul.
"Nggak papa Ay,biar semua orang tau kalau aku bucin sama istriku ini,," bisiknya tak kalah mesra memeluk pinggangku.
"Malu By,,," Rico malah semakin menempelku.
"Makan dulu biar ada tenaga saat ngamar lagi," ucap salah satu sepupu Rico yang sudah menikah.
Aku dan Rico menuju dapur untuk mengambil makanan dan tidak menghiraukan sepupu Rico tadi.
Aku mengambil nasi dan lauk disatu piring,karena Rico ingin makan sepiring berdua denganku.
Ini kali pertama aku makan sepiring berdua dengan orang lain yang sekarang telah menjadi suamiku.
Makan selesai waktunya aku dan Rico bergabung dengan kerabat yang lain untuk lebih dekat dengan keluarga Rico yang jauh,
saat perkenalan ada banyak komentar tentangku,katanya cantik ,baik dan ada pula yang bilang biasa saja,tapi Mama mertuaku meminta tidak memasukkan ucapan-ucapan yang tidak penting dihatiku,Rico pun juga sama dia langsung pergi begitu saja setiap mendengar ucapan yang tidak enak didengar,dia menarikku ke taman depan rumah sambil melihat para pekerja mebereskan tenda tempat acara tadi.
"Kamu nggak usah dengar orang-orang tadi Ay,mereka selalu kayak gitu bila bertemu dengan orang yang baru datang dengan latarbelakang yang bagi mereka dibawahnya,
kadang aku malas bila harus bertegur sapa dengan mereka secara basa basi,aku nggak suka dengan kepura-puraan,bilang baik,ramah tapi dibelakang malah ngibah abis-abisan." ucap Rico sedikit emosi
"Udah By,jangan dimasukkan dalam hati,aku nyantai saja biar mereka yang menilai diri kita dengan pikiran mereka,kita nggak usah ikut-ikut berkomentar sama seperti mereka,ingat kata Mama tadi nggak usah dengar omongan mereka." ucapku menenangkan Rico yang terpancing emosi.
"Tapi aku nggak rela Ay,kamu digituin,mending nggak usah saja bikin acara kayak gini kemarin,benar kata kamu Ay bikin ribet dan bikin kesel hati saja," ucapnya.
"Ya udah lupain aja,ayo masuk aku mau ngobrol sama Suci dan lainnya.
Kami beriringan berjalan menuju ruang dimana sepupu-sepupu Rico berkumpul,mereka begitu bahagia saat berkumpul begini banyak cerita dari masing-masing orang dan ada pula yang saling mengejek satu sama lain,tentang muka mereka yang nggak sama dengan saudaranya sendiri,'lha kan mereka nggak kembar jadi ya nggak sama lah,' ada yang berucap seperti itu.
Selalu ada saja bahan obrolan yang dibicarakan,aku dan Rico sangat terhibur dan sejenak melupakkan omongan yang tadi sempat membuat hati kami sedikit tidak baik.
Ini lah keluarga ada orang baik ad juga orang yang kurang baik dalam menilai orang lain,setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda-beda,tentu kita harus bagaimana menghadapinya.
__ADS_1