
Kenapa harus datang disaat aku mulai memulai hidup baru dengan orang yang aku cintai.
Bagai melihat sesosok yang tak ingin ditemui,tapi malah hadir disaat aku merasa bahagia dengan pilihan hatiku.
Bayu datang bersama dengan Mbak Sinta,
kenapa kok dia sudah pulang? bukannya 1 tahun lagi dia baru pulang,ada apakah gerangan???
hatiku terus bertanya-tanya.
"Selamat Ay atas pernikahannya,semoga langgeng dan cepat dapat momongan,," ucap Mbak Sinta yang menyalamiku dan Rico
"Terima kasih Mbak sudah datang,
amin makasih doa nya." jawabku
Mbak Sinta berganti bersalaman bersama Rico sedang Bayu akan bersalaman padaku,wajahnya susah untuk di artikan,tatapan matanya menyiratkan penyesalan dan kekecewaan,uhh,,, aku tidak mau memikirkanya lagi.
"Selamat Ay,atas pernikahan kamu,semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah," ucapnya tulus
"Amin,terima kasih," balasku singkat
Mbak Sinta sempat meminta fotografer untuk memfoto kami berempat dengan Bayu berada disampingku,dia sempat menolak karena ingin segera pulang karena baru sampai tadi dini hari dan ingin beristirahat.
'Ternyata baru datang kenapa langsung kesini,apakah masih ada rasa atau gimana??? ahhh aku tak mau memikirkannya' aku terus bergelut dengan fikiranku.
Tamu undangan yang hadir juga ikut memberi selamat padaku dan Rico,baru tengah hari aku dan Rico beristirahat dikamarku yang sudah dihias oleh Citra tadi malam,katanya kamar pengantin harus dibuat tampil beda saat malam pertamanya.
Sampailah kami dikamar setelah kami makan siang,Mama menyuruhku dan Rico untuk beristirahat dan berganti baju,ada kecanggungan antara kami berdua,aku gugup karena baru kali ini aku satu ruangan dengan laki-laki.
"Ay kamu mandi dulu dan ganti baju,aku mau rebahan dulu," Rico membaringka tubuhnya diranjang.
"Ya udah aku duluan,aku juga udah kegerahan," ucapku beranjak mengambil baju ganti.
Sampai kamar mandi aku segera membuka baju dan mandi,badan ini terasa segar saat air berhasil membasainya,karena gugup membuat keringat dibadanku bertambah banyak.
Begitu keluar kamar mandi aku melihat Rico tertidur,jelas dari raut wajah tampannya yang kelelahan.
Aku beranikan diriku untuk mendekatinya,kuperhatikan wajahnya dengan dekat,hidung mancung dan wajah yang putih bersih membuat wanita yang melihatnya akan betah.
"Kalau mau cium udah halal kok," ucapnya menggagetkanku,
aku terus menjauh darinya,wajahku merah dan gugup.
"Ta,,,di cuma mau bangunin kamu,nggak usah GR deh," ucapku menyembunyikan kegugupanku.
"Hahaha ,,,udah Ay nggak usah gugup gitu aku nggak akan makan kamu kok,,
tapi nanti setelah kita udah ngga capek boleh kan??" ucapnya mengodaku dengan menaik turunkan alisnya
"Ihhh,,, udah sana mandi dulu,,,!! aku mendorongnya kekamar mandi.
__ADS_1
" Hahaha,,,, kamu malu ya????" Rico terus saja tertawa saat menggodaku
Aku mengambil pakaian Rico yang berada ditas ranselnya,hanya ada beberapa saja yang dibawanya,karena setelah ini kami akan berangkat kerumahnya,tapi malam ini Mama menyuruh untuk tidur dirumahku.
Mama dan Papa sudah pulang sebelum magrib tadi,jadi dirumah ini hanya aku dan Rico saja.
Kamar mandi terbuka Rico muncul dengan handuk melilit tubuh bawahnya sedangkan bagian atasnya dibiarkan terbuka,air dari rambut basahnya menetes begitu saja menambah aura ketampanannya.
Aku tersadar saat Rico sudah ada didepanku,aku malu ketahuan menikmati pemandangan tubuh Rico yang setengah telanjang.
"Ayo,,!!! sedang mikirin apa???
sampai nggak berkedip lihat aku,,??"dia masih saja mengodaku
Ku buang pandanganku kearah lain,menyembunyikan wajahku yang memerah karena malu ketahuan.
"Ay,,hadap sini, masak suaminya dicuekin,,?"
"Pakai dulu baju kamu,baru aku mau melihatmu," ucapku masih dengan posisi tadi
"Aku udah pakai bajunya,udah nggak usah malu nanti kamu juga akan lihat semuanya,," ucapnya tersenyum
"Ihhh kamu itu mesum banget,,!"
"Biar lah,mesum sama istri sendiri dapat pahala Ay,,
sini duduk disampungku,ada yang ingin aku tanyakan," ucapnya sambil menepuk tempat disebelahnya.
"Mau tanya apa??" saat aku duduk disampingnya
"Tadi yang datang sama Bos kamu siapa?" tanyanya menatapku
'Aduh mau bilang gimana ya? nanti kalau nggak jujur dosa tapi kalau jujur Rico marah,aku harus gimana???' ucap dalam hatiku
"Dia kayaknya ada rasa sama kamu saat datang memberi selamat tadi?"lanjutnya
karena aku tak kunjung menjawab.
"Emmm,,, tapi kamu jangan marah ya kalau aku jawab,," ucapku menundukkan pandanganku
"Insya Allah Ay,dalam menjalin hubungan suami istri kita harus jujur satu sama lain,dan aku mohon jangan ada rahasia diantara kita berdua,aku ingin kamu terbuka padaku begitu pula dengan aku yang akan terbuka padamu supaya tidak ada kesalah pahaman antara kita dilain waktu nanti" jelasnya
"kalau mau jawab tatap aku Ay," perintahnya
"Emmm sebenarnya aku dan dia pernah menjalin hubungan sebelum kita pacaran dulu,," ucapku
"Hubungan seperti apa yang kamu maksud?"
"Pacaran,," ucapku singkat
"Tapi udah selesai kan?" tanyanya
__ADS_1
"Udah,dia sekarang bertunangan dengan Mbak Sinta mantan bos aku," jelasku
"Tapi kenapa cara melihatmu tadi seperti masih menyimpan rasa padamu Ay,??" Rico bertanya dengan nada seperti cemburu,
huuufff kenapa dimalam pertama ini harus bahas Bayu sih,
tadi kenapa juga Bayu datang,bikin pusing saja kalau kayak gini,pasti Rico cemburu nih,,
"Aku nggak tau Co,,,!
aku udah nggak ada rasa sama dia,dia juga yang mengakhiri hubungan itu,aku juga udah memilih kamu,jadi jangan pernah berfikir yang aneh-aneh,kamu percayakan sama aku???",ucapku jengkel
"Aku percaya sama kamu,tapi aku cemburu Ay,kenapa dia memandang kamu kayak gitu,,?!"
"Terserah dia,yang penting jiwa raga ini milik kamu Co,bukan dia,"ucapku
"Uhhh so sweet banget istri aku ini,"Rico tiba-tiba memelukku.
Aku terkejut,rasanya ada sengatan listrik pada tubuhku,aku segera berdiri karena sentuhan Rico yang tiba-tiba.
"Kok malah berdiri Ay,,kenapa??" dia binggung dengan sikapku
"Maaf aku terkejut," aku masih berdiri tak jauh dari Rico,dia datang menghampiriku.
"Ay maaf buat kamu terkejut,aku nggak akan makan kamu,lain lagi kalau kamu mengizinkannya,," ucapnya mendekatiku
"Kamu kayak binatang buas saja mau makan istrinya,," ucapku
aku tau yang dimaksud Rico tapi aku pura-pura tidak tau.
"Makan bukan seperti hewan Ay,,kamu tau kan maksud aku??" Rico menaik turunkan alisnya.
'Tuh kan Rico udah nggak sabar,tapi aku takut,,katanya itu kalau lagi pertama rasanya sakit,,'ucapku dalam hati
" Tapi aku takut Co,kan sakit,,"ucapku pelan karena malu
"Kalau pertama akan sakit tapi kalau terbiasa akan nikmat sayang,,,ayo duduk dulu,,"
Rico menuntunku untuk duduk diranjang,aku masih gugup.
"Maaf Ay buat kamu gugup,maaf juga tadi kalau aku cemburu sama mantan kamu,aku akan berusaha untuk tidak cemburu Ay," Rico menggenggam tanganku
"kalau yang tadi,kalau kamu belum siap untuk berhubungan aku nggak akan maksa,aku tau kamu capek, juga hari besok kamu akan capek lagi dengan acara resepsi,aku nggak mau nanti wajah kamu nggak fress saat resepsi," lanjutnya.
"Makasih Co,udah mau ngertiin aku,maaf belum bisa kasih hak kamu,," ucapku tertunduk
"Udah nggak usah difikirin,aku sabar nunggunya,
ayo kita istirahat." Rico berbaring dan menarikku untuk berbaring disampingnya.
Hari ini aku tidur tidak sendiri,ada seorang suami yang menemaniku,ada guling hidup yang tidur seranjang denganku,jantungku berdetak dengan cepat,serasa dikejar harimau buas,mata ini juga susah untuk memejam,apakah semua pengantin baru akan merasakan hal yang sama dengan diriku??
__ADS_1