
Hari ini kami sedang melaksanakan ujian sekolah yang akan dilaksanakan selama 5 hari kedepan.Aku dan anak-anak kelas 12 bekerja siang dan malam untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Selama 3 tahun ini kami begitu menantikan dimana kami dinyatakan "LULUS" itu kata yang selalu kami nantikan setiap di penghujung tahun ini.
"Alhamdulilah akhirnya selesai juga hari ini" aku meregangkan otot-otot tanganku. Aku bereskan alat-alat tulis dan segera mencari Indah di ruangan sebelah.
"Gimana tadi gampang nggak soalnya?" saat aku baru bertemu Indah,kami langsung menuju kantin untuk minum sebentar.
"Lumayan lah,nggak terlalu sulit kok," kami berjalan beriringan.
"Alhamdulilah kalau bisa,"
Saat kami tiba dikantin aku melihat Roni sudah duduk manis bersama ceweknya,dia memperhatikanku tapi aku cuek saja.
"Yu ,Roni lihatin kamu tuh," Indah berbisik padaku
"Udah nggak usah dilihat balik,cuekin aja ,," aku berlalu menuju tempat kami duduk setelah mendapatka minuman kami
"Kayaknya dia masih sayang deh Yu ma kamu!"
"Alah udah nggak usah bahas mantan males aku,kita nikmatin minuman ini terus pulang,aku udah pengen rebahan,.."aku malas harus bahas itu lagi.
Aku baru saja sampai rumah,aku terus mengerjakan tugas dirumah,mencuci baju ,nyapu ,ngepel dan kegiatan lain durumah.
Kedua orang tuaku selalu mengajarkanku disiplin dan tak berpangku tangan,walaupun aku anak tunggal sekalipun.
Setelah sampai aku menuggu ayah dan ibu pulang,
"Assalamualaikum ,,ibu pulang Yu,,"
"Waalaikumsalam bu," aku membukakan pintu dan mencium tangan ibu dan ayah.
"Ibu dan ayah mau mandi dulu,ini nanti taruh kepiring kita makan sama-sama," ibu menyerahkan kresek yang dibawanya.
"Baik bu," aku langsung mengambil piring dan menatanya.
Aku menuggu ibu dan ayah didepan tv,
"Gimana tadi ujian hari terakhirnya? lancar??" ayah bertanya padaku saat beliau datang dan duduk disampingku.
"Alhamdullilah lancar yah,aku kan anak pintar,," dengan bangganya aku menjawab.
"Setelah ini mau kuliah dimana?" ibu ganti bertanya
__ADS_1
"Belum tau bu,masih cari-cari dulu sama Indah," jawabku.
"Cari yang cocok dengan bidang yang kamu sukai,"kata ayah
"ayah tidak mau memaksa kamu,biar kamu tidak tertekan dalam belajar nanti,ayah dan ibu ikut aja kemauan kamu nak,," lanjut ayah.
"Tapi kamu harus jaga kepercayaan ayah dan ibu ,tidak mengecewakan ayah dan ibu." ibu menambahi
"Baik bu,yah insyallah aku akan ingat ucapan ibu dan ayah," aku menjawab dengan lantang.
"Ya sudah kita istirahat besok ibu dan ayah berangkat pagi-pagi," ibu dan ayah beranjak dari sofa menuju kamar mereka.
" baik yah" aku pun juga ikut beranjak menuju kamar.
Setelah melaksanakan kewajiban seorang muslim aku rebahan di kasurku dan iseng-iseng berselancar di dunia maya.
Dan tak sengaja aku melihat postigan Fb dari Bayu,
dalam postigan itu ada 2 buah cincin seperti cincin pertunangan.
Baru mau lulus sekolah kok udah mau tunangan fikirku bertanya-tanya.
Banyak teman-teman yang berkomentar dan bertanya pada Bayu,tapi ia tak merespon pertanyaan yang di lontarkan teman-teman SMP kami dulu.
Aku dan bayu dulu satu sekolahan waktu SMP,namun setelah SMA kami berbeda sekolah,ia memilih sekolah SMK sedang aku sekolah SMA.
Aku matikan hp dan segera aku mengistirahatkan badan ini,aku tak mau terus memikirkan Bayu.
Hari-hari berlalu dengan cepat tak terasa hari ini kami anak-anak kelas 12 alan menerima hasil ujian yang kami kerjakan sebulan lalu.
Dengan harap-harap cemas kami menunggu orang tua kami membawa hasilnya.Saat namaku di panggil aku begitu deg deg an tak karuan,sesaat ayah datang membawa kertas ditangannya dengan wajah berseri-seri.
"Selamat nak kamu lulus dengan nilai tertinggi ,," ayah menyerahkannya padaku dan aku langsung memeluk ayah,tak lupa aku bersujud syukur dengan hasil kerja kerasku.
"Alhamdulilah ya Allah",aku berusaha menahan tangisku saat melepas pelukan ayah.
"Selamat Yu,akhirnya kita lulus juga,!!" Indah berhambur memelukku.
"Kamu juga lulus In??,tak kira tidak,,!" aku mengejeknya
"Kamu tu tega bener berucap seperti itu padaku,,!"Indah merajuk
"aku cuma bercanda In, selamat ya !" aku memeluk sahabatku yang selama ini selalu menemaniku disaat senang dan susah.
__ADS_1
"Ayah kalau mau pulang dulu tak pa pa,aku mau kumpul dengan teman-temanku dulu," aku berpamitan pada ayah.
"ya sudah ayah pulang dulu,hati-hati dijalan nanti," ayah berpesan
"oke yah,dah" ku lambaikan tanganku.
"Hati-hati om," Indah berucap
ayah menganggukkan kepalanya dan berlalu.
"Ayo kita keteman-teman dulu,"
"ayo,,," kami jalan beriringan menuju teman-teman kami berkumpul,.
Kami melepas masa putih abu-abu ini dengan penuh kenangan,ada diantara kami yang mencoret-coret baju,tanda tangan di baju,ada juga yang akan melakukan konvoi di jalan,tapi dari pihak sekolah melarangnya karna akan membuat jalanan macet dan mengganggu orang lain yang berkendara.
"Perhatiannya sebentar,selamat bagi anak-anakku yang telah lulus dalam ujian ini,semoga kedepannya kalian bisa mencapai apa yang kalian inginkan," bapak kepala sekolah menyampaikan petuah kepada seluruh murid kelas 12.
"Bapak sangat bangga pada kalian semua,dengan pencapaian hasil nilai kalian yang memuaskan ,kita menjadi sekolah yang mendapatkan nilai terbaik se provinsi,terima kasih kepada Ananda Ayu purnama yang telah mengharumkan nama sekolah kita ini."
"Bapak berpesan untuk selalu berusaha dalam mengapai cita-cita kalian dengan sungguh-sungguh,sekali lagi selamat atas keberhasilan kalian." kepala sekolah menyudahi pidato singkatnya.
"Selamat jadi yang terbaik ," Indah mengucapkan
"terima kasih,aku jadi terkenal nih!!" dengan bangganya aku berkata
siswa-siswi di sekitarku memperhatikanku tak terkecuali Roni,dia terus saja melihat ke arahku.
"Mulai lagi sombongnya kumat!," saat Undah mengataiku
ku tanggapi dengan senyum saja,karna Indah sudah tau watakku begitu bila bercanda.
Aku putuskan pulang karna sudah lelah aku berkumpul dengan teman-teman.
"Assalamualaikum,,!" aku membuka pintu dan langsung,,,,
"surprice,,,,,,!!!!!" sudah ada ibu dan ayah dirumah,ibu membawa tumpeng mini ditangannya,
"Selamat nak,semoga setelah ini semakin sukses kedepannya ya,ibu dan ayah bangga padamu,,!" ibu mengucapkan dengan berlinang air mata.
Aku pun tak sanggup untuk tak menangis,ku peluk ibu setelah mengucapkannya
"Terima kasih ibu ,ayah sudah memberikan kejutan ini untuk aku," kami berpelukkan bersama.
__ADS_1
Setelahnya kami memakan tumpeng bersama-sama,.
disinilah kami,walaupun sederhana kami begitu bersyukur dapat berkumpul merasakan indahnya keluarga yang utuh.