PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 26


__ADS_3

Pagi ini aku kekampus bersama Rico,dengan status yang sudah berganti.


Sampainya dihalaman parkir aku dan Rico segera menuju kelas,banyak yang memberi selamat dan tak sedikit penggemar Rico yang masih menatapku dengan sinis,aku juga tak terlalu memperdulikannya.


"Sampai sini saja By,kamu masuk kelas aku mau ketemu Citra dulu," ucapku saat tiba di tengah persimpangan gedungku dan juga Rico.


"Ya udah hati-hati,nanti kalau istirahat langsung ke kantin,aku akan susul kamu,,"


"Ya By,nanti aku Wa,aku duluan,"ku ulurkan tanganku untuk mencium tangan Rico,banyak orang yang melihatnya tapi aku tidak malu karena itu bentuk bakti seorang istri.


"Pagi Citra,,!!" ucapku saat tiba di depan kelas,


"Pagi juga pengantin baru,,,!!!


wajahnya sangat berbeda sekali ya kalau udah nikah,kayak gimana gitu,!?" ucapnya meledek


"Ihh kamu itu kebiasaan deh ngledekin aku melulu,," aku pasang wajah cemberut


"Eleh eleh pengantin baru nggak boleh begitu,nanti Abang Rico nggak mau lagi gimana?" dia tambah meledek


"Tau ah males aku bicara sama kamu,," aku pura-pura merajuk.


"Bercanda Yu,mana mungkin Rico berpaling dari kamu,sebelum nikah aja selalu ingin nempel nggak mungkin cuma lihat wajahmu cemberut dia pergi,," ucapnya


"Abis kamu gitu,aku tu malu Cit,dari tadi aku udah dapat kata-kata seperti itu awal masuk kampus tadi,"jelasku


"Nggak usah difikirkan senyumin aja," usul Citra


"Ya ,aku juga gitu,"


"Udah nggak usah malu,gimana udah uderboxing lum?," Citra semakin menggodaku


"Itu RAHASIA,,,!!" ucapku dengan tegas,aku nggak mau mengumbar hal pribadi walaupun itu dengan sahabat sendiri.


"Aku kan penasaran Yu,?!"


"Makanya cepat nikah biar tau rasanya.,"


Sesaat dosen datang jadi obrolan kami tidak berlanjut.


Aku begitu menyimak pelajaran yang disampaikan dosen,aku juga ingin cepat lulus seperti Rico yang hanya menempuh 3 tahun kuliah,semoga aku bisa,ucapku dalam hati menyemangati diriku sendiri.


Istirahat datang ke kantin menunggu Rico,Citra juga ikut bersamaku karena aku nggak mau nanti aku kesepian bila Rico datang terlambat.


Kelas hari ini berjalan lancar,aku dan Rico pulang kerumah Mama,untuk beberapa hari aku akan menginap disana setelah itu aku dan Rico akan menetap dirumahku.


****


Hari berganti dengan cepat begitu pula dengan bulan,menginjak 2 bulan pernikahanku dengan Rico,aku disibukkan dengan mual-mual di pagi hari dan waktu siang sudah hilang rasa mualnya,sudah 2 minggu aku begini Rico selalu saja mengajakku untuk pergi kedokter tapi aku selalu menolak dengan alasan cuma masuk angin saja,tapi tidak untuk hari ini aku sudah tidak berdaya,badanku lemas sekali,untuk memasak saja aku tak sanggup.


Dengan cemas Rico membawaku kedokter terdekat,dengan kecepatan sedang Rico membawa mobilnya menuju klinik,sesampainya disana aku digendong Rico sempat aku menolak tapi Rico tak mendengarkanku,terlihat dari mukanya yang begitu cemas.


Aku langsung diletakkan di bed tidur,dokter yang berjaga dengan cepat langsung memeriksaku,Rico juga terus berada disampingku.

__ADS_1


"Apa saudara suami Mbak ini?"


"Betul dok,gimana kondisi istri saya??" dengan nada cemasnya.


"Silahkan duduk dulu,


Istri anda baik,cuma karena kurang cairan,apa sebelumnya muntah-muntah terus?"


"Iya dok,sudah 2 minggu ini tiap pagi seperti ini,tapi tadi pagi yang lebih parah tidak berhenti,,"jelas Rico


"Sebaikknya dirawat dulu disini,dan selamat istri anda sedang mengandung,,"ucap dokter paruh baya yang menangganiku


Aku melihat reaksi Rico yang masih syok dengan wajah yang terkejut,,


"Saya nggak lagi mimpi kan dok??


benar istri saya hamil???" tanyanya masih belum percaya.


"Benar pak,besok kalau istrinya sudah lebih sehat di bawa kedokter kandungan untuk di USG lebih jelasnya,,


untuk saat ini istrinya di infus dulu biar tidak lemas," jelas dokter


"Baik dok,terima kasih,,"


Dokter berlalu keluar,Rico segera mendekatiku,


"Kamu tadi dengar Ay,? penjelasan dokter?


aku sangat bahagia Ay,ada buah hati kita disini,,"ucapnya dengan mengelus perutku


"Kamu berangkat aja By,aku udah enakkan kok,," jelasku


"Kenapa harus nunggu Ay,aku akan luangkan waktu untuk mengantarmu,kamu nomer satu bagiku Ay,jadi sekarang kalau mau pergi kemana kamu bilang aku,aku pasti usahain,,"ucapnya


"Aku akan hubungi Mama dulu buat nemenin kamu,pasti Mama senang sekali jika sebentar lagi bakal jadi nenek,,


aku telpon Mama dulu ya Ay,,"lanjutnya dia beranjak keluar ruangan untuk menelpon Mama.


Melihat wajah Rico yang bahagia,aku jadi teringat kedua orang tuaku,


'Ayah,Ibu aku sekarang telah mengandung cucu kalian,semoga kalian bahagia disana,'ucapku dalam hati


Sesaat kedua orang tua Rico datang dengan banyak membawa makanan dan buah,mereka sangat antusias sekali menyambut kehamilanku,


'nanti tinggal dirumah Mama saja ya,biar kamu ada yang nemenin,terus kamu istirahat nggak usah masak,biar Mama saja,' ucap mertuaku dengan banyak wejangan.


Aku hanya tersenyum menganggukkan kepalaku,aku begitu senang,kedua mertuaku sangat sayang dan perhatian terhadapku.


Rico juga segera berpamitan untuk sidang,katanya dia akan cepat kembali setelah semuanya selesai.


****


Aku pulang dihari ke 2,Mama dan Papa juga ikut menjemput,sebelumnya aku dan Rico pergi kedokter kandungan untuk USG,

__ADS_1


alhamdulilah usia kandunganku sudah menginjak 1 bulan,dokter juga memberi vitamin serta obat pereda mual,tak lupa juga menyaranku untuk mengkomsumsi susu serta buah-buahan.


Akhirnya sampai aku dirumah mertua,Mama tidak memperbolehkan aku tinggal dirumah sendiri,karena Rico juga sudah mulai membantu Papa dikantor.


"Aku antar kekamar Ay,setelah ini kamu istirahat dulu,aku mau ambil barang-barang kita dulu di rumah," ucapnya


"Iya By,tapi nggak usah banyak-banyak nanti kalau udah jalan 2 bulan aku mau pulang kerumah kita," ucapku


"Oke,ya udah kamu istirahat dulu aku keluar dulu ya,,?"


Aku mengangguk dan memejamkan mata.


Tak terasa sudah memasuki waktu ashar,segera aku bangun untuk mandi dan menunaikan ibadah sholat.Aku juga belum melihat Rico masuk kekamar,,apa masih belum pulang ya?? tanyaku dalam hati.


Setelah sholat aku menyempatkan untuk mengaji sebentar sebelum keluar membantu Mama memasak.


,begitu keluar aku mendengar samar-samar pembicaraan antara Rico dan kedua orang tuanya.


"Tapi kan aku mau hidup mandiri Ma,biar aku dan Ayu tinggal dirumah Ayu saja," ucap Rico dengan nada sedikit meninggi,


"Rico,,!!!! yang sopan bicara dengan Mama kamu,," ucap Papa mertua


"Tapi Mama selalu begitu Pa,aku juga ingin hidup mandiri,bekerja dan menafkahi istriku dengan hasil keringatku,aku tidak mau terus bergantung dengan Mama dan Papa,tolong mengerti dengan keputusanku kali ini,,"ucapnya.


"Baik untuk kali ini Papa dan Mama akan menuruti kemaunanmu,tapi tolong kalau ada masalah dengan keuanganmu bilang sama Papa atau Mama,pasti kami akan membantu," ucap Papa


"Baik Pa,makasih atas pengertiaannya."ucap Rico menakhiri perdebatannya.


Setelah itu aku baru keluar menuju dapur untuk memasak,tapi aku baru saja melangkah Rico memanggil,


" Ay udah bangun?


mau kemana?"


"Aku mau bantu Mama By,aku capek cuma tiduran terus,aku mau gerak,aku kan nggak sakit,," ucapku pada Rico


"Iya tapi nggak boleh kecapean ya Ay," bilangnya


"Iya By tenang aja,anak Ayah kan kuat ya sayang,,?" ucapku sambil mengelus perutku


"Harus dong,anak Ayah kan pinter ya,,?" ucapnya


"Aku bantu Mama dulu ya By,?"


"Oke Ay,,"


Sampai didapur Mama sudah menyiapkan makanan untuk dihidangkan,


" Maaf Ma aku telat ya? jadinya Mama masak sendiri deh,," ucapku tak enak


"Tidak papa nak,kamu juga harus banyak istirahat,biar cepet pulih,," ucapnya sambil membawa piring dan kawan-kawannya.


"Ayo panggil Rico dan Papa kamu, Mama tunggu disini,"

__ADS_1


"Baik Ma," segera aku menanggil Rico dan Papa


Kami sekeluarga menikmati makan malam yang spesial,karena ditengah-tengah kami akan hadir malaikat kecil yang akan menambah keramaian di dalamnya.


__ADS_2