
Duduk dipojok kafe,bisa melihat siapa saja yang datang dan pergi.
Aku,Indah dan juga Roni sedang menikmati es krim yang kami pesan setelah sampai kafe begitu pula dengan anak kecil yang ada disamping Indah,bocah umur 1,5 tahun itu begitu lahap,diluar sangat panas tentu saja aku setuju saat Indah menawarkan es krim sebagai teman ngobrol kami.
"Gimana ceritanya dulu kamu ngilang gitu aja,nggak kasih kabar ke aku,tau-tau sekarang udah merid dan punya anak,," tanyaku mengawali obrolan kami.
"Maaf Yu,,,keluarga aku waktu itu mendadak pindahannya,saat Papa aku pulang kantor aku langsung disuruh menggemasi semua pakaian aku,begitu pula dengan Mama aku,
aku dan Mama sempat binggung kenapa Papa pulang kerja tiba-tiba disuruh menggemasi pakaian,apa Papa sedang jadi buronan polisi???
sempat aku berfikiran negatif tentang Papaku,
tapi saat aku menuju bandara bersama orang tuaku, baru aku dikasih tau alasannya oleh Papa,katanya Papa di pindah tugaskan dan harus langsung bekerja paginya dikarenakan orang yang ditempatkan disana sedang mengalami kecelakaan jadi Papaku tak bisa menunggu sampai esok harinya,," jelasnya panjang lebar
"Saat aku ingin memberi kabar padamu Hpku dijambret orang,jadi aku nggak punya nomor kamu,aku juga lupa nomornya,hehehe" imbuhnya
"Kamu tau nggak,kalau aku binggung cari kamu waktu hilang gitu aja,sempat berfikir kalau kamu marah padaku dan nggak mau temenan sama aku,," ucapku
"Nggak Yu,aku juga binggung harus gimana kasih tau kamu,,"
"Terus kamu bisa nikah sama Roni gimana ceritanya????
nggak mungkin kalau kalian di jodohin???
secara waktu sekolah kalian bagai kucing dan anjing nggak mau ngalah sama sekali,," ucapku
Mendengar itu Indah terlihat malu-malu
"Itu kan dulu Yu,sekarang mah udah cinta pakai banget,apa lagi tu Roni cinta mati deh ma aku," ucap Indah bangga
Sedangkan Roni juga ikut menimpali
"Iya Yu,itu kan dulu sekarang kami kayak amplop dan perangko nggak bisa jauh-jauh,
ya kan Beb,,??"
Indah menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Aku dan Indah tak sengaja ketemu di kota tempat Papanya dipindah tugas,waktu itu aku nglamar di perusahaan tempat Papanya jadi pimpinan,jadi setiap siang dia selalu mengantar makan siang untuk Papanya dan setiap hari pula aku berantem dengan dia,tapi lama kelamaan perasaanku timbul dan Indah pun juga gitu,
kita sama-sama mengungkapkan perasaan kami dan sepakat menikah.
Pihak keluarga juga sudah mengetahui jadi kami tidak menunda hari bahagia itu." jelas Roni.
"Tapi saat dia dekatin kamu udah insaf belum?" tanyaku pada Indah
__ADS_1
"Udah katanya,," ucap Indah sambil melirik Roni
"Aku udah insaf Beb,aku ngga mau kena karma," ucapnya
Aku dan Indah tersenyum melihat Roni yang bucin banget dengan Indah dan bertolak belakang banget dengan kehidupannya sewaktu masih sekolah.
Setelah cukup lama berbincang aku berpamitan pulang dulu karena sudah waktunya Rico pulang dari kantor.
Dan benar saja,saat aku tiba dihalaman rumah Rico juga baru turun dari mobil,
"Assalamualaikum Ay,," mengucap salam dan mendekat kearahku
"Waalaikumsalam By,baru pulang,?" aku mendekat dan mencium tangannya dengan takzim.
"Iya sayang,udah ketemu dengan teman kamu?," tanyanya saat kami berjalan masuk kerumah
"Udah By,tapi maaf By aku pulang kesorea ,," ucapku tak enak
"Nggak papa Ay,yang penting kamu nggak kenapa-napa,,"
Sore ini aku dan Rico akan berbicara dengan Mama,kami berkumpul di ruang keluarga Papa juga sedang menikmati kopi yang dibuatkan Mama.
"Pa,Ma ,,aku dan Ayu ingin bicara sebentar,," ucapnya saat kami berdua duduk disofa
"Begini Pa,rencananya minggu ini Rico dan Ayu kembali kerumahnya Ayu,boleh kan Ma,Pa??" ucapnya
Kedua mertuaku saling memandang
"Tapi beneran kamu udah enak dan udah bisa beraktifitas seperti biasa?" tanya Mama
"Aku udah enakkan Ma,,aku juga udah terbiasa dengan kondisiku yang sekarang," jawabku yakin
"Baiklah tapi nanti kalau ada sesuatu hubungi Mama ya nak,,?" pintanya dengan nada khawatir
"Iya Ma,aku dan Ayu akan sering hubungi Mama dan menginap disini kalau tidak terlalu sibuk," Rico menimpali
Pembicaraan kami berakhir saat aku dan Rico izin masuk kekamar untuk istirahat.Rasanya badanku capek sekali,apa karena seharian cuma duduk-duduk saja ya??
apa karena hamil ini aku sering kecapean??
"Kenapa Ay??" Rico keluar dari kamar mandi
"Nggak papa By,aku cuma lagi capek aja,mungkin karna nggak ngapa-ngapain jadi capek," ucapku duduk bersandar ranjang
"Sini aku pijitin kakinya biar enakkan,," ucap Rico mendekatiku
__ADS_1
"Tapi kamu capek By abis kerja,nggak usah aja nanti juga hilang sendiri capeknya,," tolakku halus
"Aku yang seharusnya pijitin kamu By,," ucapku
"Sini udah nurut aja,aku juga mau ngobrol
sama anak Ayah,,"
Rico mulai memijit kakiku
"Assalamualaikum anak Ayah,lagi ngapain diperut Bunda?
jangan rewel ya nak,,kasian Bunda yang anteng dalam perut Bunda,," ucapnya sambil terus mengajak mengobrol,walaupun baru menginjak 2 bulan,Rico sudah sering mengajak anaknya mengobrol sebelum tidur,ini menjadi kebiasaan Rico saat mengetahui aku hamil.
"Makasih By udah pijitin aku,
sekarang ayo istirahat," aku mulai merebahkan tubuhku disamping Rico,dia juga ikut rebahan disampingku,kami hanya saling memandang dan lama kelamaan kami mulai memejamkan mata.
****
Hari begitu cepat,seminggu setelah aku dan Rico pulang kerumah kami,hari ini Rico wisuda,dengan menggunakan baju khas anak wisuda Rico tampil dengan begitu gagahnya,aku sampai terpesona pada suamiku ini.
Aku juga menggunakan baju batik yang kemarin aku beli bersama Rico,kedua mertuaku juga ikut datang,melihat bagaimana putranya bisa menyelesaikan pendidikannya dengan cepat.
Saat memasuki aula aku berjalan dengan Rico saling bertautan tangan,banyak pasang mata yang melihat kami,sampai didalam acara pun sudah dimulai.
Acara berlangsung meriah,apalagi saat penggumuman bagi mahasiswa terbaik,dan akhirnya Rico menjadi mahasiswa terbaik difakultasnya,dengan senyum menawan dia berjalan menuju panggung untuk mendapat penghargaan,sesaat kami saling memandang melempar senyum satu sama lain.
"Selamat By,atas keberhasilanmu aku ikut senang," ucapku
selamat Ayah,,!!" lanjutku dengan menirukan anak kecil
"Terima kasih sayang,
terima kasih juga untuk anak Ayah," Rico berjongkok dan mengelus perutku yang belum terlalu menonjol.
"Selamat nak,Papa dan Mana ikut bangga dengan hasil yang kamu capai selama kuliah," ucap Papa dan Mama
"Terima kasih Ma ,Pa,
ini juga berkat dukungan dan doa dari Papa dan Mama," balas Rico dan saling berpelukkan.
Setelahnya kami melakukan foto-foto bersama,Rico juga diminta teman-temannya untuk ikut foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Hari ini aku melihat sisi lain Rico selama mengenalnya,dia begitu hangat terhadap teman-temannya dan juga keluarga,dia selalu mempriyoritaskan keluarganya dibanding dengan urusan lainnya.
__ADS_1