
"Kamu jangan ketawa terus Ay," Rico cemberut
"Bagaimana aku tak tertawa melihat penampilan kamu yang membuat aku tak berhenti tertawa,,,, "
" Kalau begitu aku lepas saja bajunya,, " Rico segera membuka bajunya
"Ehhh stop!!! jangan dibuka dikira kita lagi ngapain,kalau ada orang datang malah berfikiran yang tidak-tidak lagi,," aku segera memcegah Rico biar tidak menodai mata suciku,,,,hah
"Nih minum dulu biar anget badannya,"ku sodorka gelas berisi teh
"Kamu kok bisa kehujanan gini??
kamu kan bawa mobil,,?"
"Aku nggak bawa mobil tadi aku bawa motor,sampai depan rumah kamu aku matikan motornya biar nggak ganggu tetangga sebelah,," ucapnya sambil meniup tehnya.
"Ohh,kamu udah makan??" tanyaku
"Belum,kamu mau buatkan makanan?"
"Iya aku buatkan,tapi cuma ada mie rebus ,,aku belum belanja lagi soalnya,kamu mau??"
"Mau,aku nggak pilih-pilih Ay,"
"Ya udah aku masakin dulu,,pakai telur nggak??"
"Mau,yang penting kamu yang masak,,"
Aku berlalu meninggalkan Rico dan memasak mie untuknya,
setelah beberapa menit mie yang ku buat sudah matang dan segera aku berikan untuk Rico,
"Ayo dimakan,,"ucapku dan menaruh mie di depan Rico
"Makasih Ay,"ucapnya meletakkan Hpnya
"Ay,Mama sudah pesan undangan dan katanya besok sudah jadi,kamu mau undang berapa orang,biar nanti kalau kurang Mama pesan lagi," tanyanya
"Cuma 30an Co,aku nggak ada banyak teman," ucapku
"Baik nanti aku bilang Mama,"
Rico melanjutkan melahap mie yang ku buat.
"Makasih Ay mie nya,udah kenyang banget,malah ngantuk jadinya,," ucapnya dengan nyengir
"Ehh nggak boleh tidur disini nanti kita digrebeg lagi,
cepet pulang,nanti Mams khawatir lagi anaknya belum pulang,,!"
"Aku udah bilang sama Mama kalau aku ada disini,,"ucapnya sambil memperlihatkan pesan dari Mama.
"Ya udah aku pulang dulu besok kita jadi kemakam Ayah sama Ibu kan??" tanyanya
" Jadi,tapi sedikit siang ya aku mau bersih-bersih rumah dulu,,kamu besok nggak ada kuliah,,?"
__ADS_1
"Ada,tapi siang,dosennya lagi ada acara katanya jadi sidangnya di undur jamnya.."
"Oh gitu,ya udah cepet pulang udah malem kamu cepet isturahat,," aku mengikuti Rico yang berjalan keluar
"Ya Ay,kamu hati-hati dirumah terus istirahat juga,"
"Aku pulang
Assalamualaikum,," dia menaiki motornya.
"Waalaikumsalam,,!"
Segera aku kunci pintu dan membersihkan sisa makanan Rico,begitu selesai aku terus tidur mengistirahatkan badan ini.
*****
Hari ini aku dan Rico pergi ke makam Ayah dan Ibu,aku sempatkan membeli bunga sebelum ke pemakaman.
Dengan mengunakan stelan hitam-hitam aku dan Rico menuju tempat Ayah dan Ibu dimakamkan.
"Assalamualaikum Ayah Ibu,
maaf baru bisa datang kesini berziarah Ayah Ibu,," aku berhenti berbicara,dada ini rasanya sesak sekali karena memendam rindu pada kedua orang tuaku.
Rico yang berada disampingku berusaha memberi ketenangan.
"Ayu datang tidak sendiri Ayah Ibu,aku ditemani dengan calon suami Ayu,dia adalah pria yang Ayu pilih sebagai pendamping Ayu untuk mengarungi bahtera rumah tangga,Ayu meminta restu pada Ayah dan Ibu,semoga pernikahan ini menjadi yang pertama dan terakhir buat Ayu,
semoga Ayah dan Ibu merestui dan semoga tenang disana Ayah Ibu,,
Aku tak bisa lagi membendung air mata ini,rasanya begitu menyesakkan,Rico berusaha menenangkanku setelahnya Rico berganti berbicara setelah aku tenang.
"Assalamualaikum Ayah Ibu,,kenalkan saya Rico,calon suami Ayu anak Ayah dan Ibu,saya meminta izin untuk menikahi Ayu sebagai pendamping saya.
Saya akan membahagiakan Ayu dan menjaganya,saya meminta restu untuk menjalin hubungan ini,semoga Ayah dan Ibu memberi restu pada kami berdua,," ucapnya mengakhiri kalimatnya
Kami membaca surat Yasin juga Tahlil,selesai membaca aku menaburkan bunga yang tadi aku beli,
"Ayah Ibu ,Ayu dan Rico pulang lain kali saya akan datang lagi," ucap Rico
Kami berjalan meninggalkan area pemakaman,
" Ay nanti kita ambil undangan dulu baru aku antar kamu pulang,,"ucapnya
"Emm ya udah,aku ikut aja,
siang nanti aku ada kuliah,aku naik motor aja ya??
dari pada kamu jemput aku,,"ucapku
"Nggak usah naik motor,nanti aku jemput kamu,jam berapa kamu kuliah??"
Tuh kan Rico pasti nggak mau kalau aku berkendara sendiri.
"Jam 2 ,ya udah kalau kamu nggak izinin buat naik motor dulu,"
__ADS_1
" Aku cuma khawatir Ay,kamu nggak marah kan?"
"Aku nggak marah Co,aku tau kamu begitu mengkhawatirkan aku,
aku berterima kasih," senyumku padanya
*****
Hari dimana yang aku nanti datang juga,hari ini Rico akan mengucapkan ijab kabul mengikrarkan janji sehidup semati denganku.
Diruangan ini ditemani oleh Citra sahabatku,dia sudah datang kemarin dan menginap dirumahku,katanya perpisahan untuk melepas masa lajangku,para tetangga juga ikut membantu mempersiapkan acaranya,aku bersyukur lingkunganku ini masih menjunjung rasa gotong royong.
Acara Akad nikah dilakukan dirumahku dan resepsinya di adakan dirumah sehari sesudah akad jadi aku dan Rico bisa beristirahat sebelumnya.
"Cantik banget calon pengantinnya,," puji Citra
"Jadi pengen segera nikah juga,," lanjutnya
"Makasih,makanya cepetan cari calon imamnya biar cepet di halalin,"ucapku
"Ini juga lagi usaha Yu,tapi aku juga mau lulus kuliah dulu biar nanti kalau punya suami udah nggak mikir pelajaran lagi," ucapnya
"Ya nyantai aja kalau gitu,nikmatin masa muda dulu," jawabku
Terdengar suara pembawa acara memanggil calon mempelai wanita segera aku berdiri dan berjalan menuju ruangan depan dengan di dampingi Citra, aku begitu gugup dan membuat tanganku menjadi dingin.
"Tenang Yu nggak usah gugup,biasa aja ya,wajah kamu jangan tegang gitu," ucap Citra
Aku menanggukkan kepala dan tersenyum,aku terus berjalan menuju dimana Rico sudah menanti.
Sampai disana Rico sudah duduk didepan penghulu,dia tidak berkedip melihatku yang menggunakan kebaya warna putih tulang,dengan jilbab dan rias yang menghiasi wajahku.
"Nanti saja memandangnya nak,belum halal,," ucap sang penghulu
Rico berdehem karena ketahuan mencuri pandang,wajahku juga menjadi seperti kepiting rebus menahan malu.
Aku duduk disamping Rico kemudian penghulu memulai acaranya.
Satu tarikkan nafas saja Rico berhasil mengucapkan ijab kabul dan terdengar kata "sah" mengema dirumahku ini.
Air mataku tak bisa dibendung lagi,mengalir begitu deras,akhirnya aku resmi menjadi istri Rico mantan pacarku.
Mama terus memelukku ,beliau juga ikut menangis bahagia,semua yang hadir juga ikut menangis mengingat aku hanya sebatang kara.
Setelahnya aku mencium tangan Rico dan dua mulai melafalkan doa dengan tangan di atas kepalaku,lalu dia mencium keningku,hatiku bergetar saat mendapatkan ciuman kening pertamaku,sebelumnya aku tak pernah kontak fisik dengan mantan-mantanku,
kemudian kami menandatangani buku nikah dan berkas lain-lain.
Akhirnya aku mempunyau pendamping,setelah ini aku dan Rico akan mengarunggi bahtera rumah tangga ini,dan Rico menjadi nahkoda dirumah tanggaku ini.
Semoga aku bisa menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah,,Aminn
Tamu yang datang tidak banyak karena aku dan Rico hanya mengundang keluarga dekat saja,sisanya datang saat resepsi nanti,namun aku tak sengaja melihat siluit yang sangat aku kenal dan dia datang dengan seorang wanita cantik,??
Deg deg deg
__ADS_1