PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 35


__ADS_3

Hari berganti dengan cepat,sudah sebulan Rico pergi meninggalkanku,aku terus menyibukkan diri dengan kuliah dan menantau perkembangan pabrik untuk sedikit melupakan kenangan kami berdua.


Citra juga sering menginap kerumah seminggu tiga kali,katanya agar aku tak kesepian,


Indah dan Roni juga sudah tau kalau Rico telah tiada,Indah terus saja menanggis saat aku bercerita semua kejadian yang menimpaku dan juga Rico.


Dia merasa bersalah karena tidak selalu ada disampingku saat mendapatkan cobaan.


Aku tersenyum haru melihat sahabat-sahabatkuu yang selalu ada ketika aku sedang terpuruk.


Pagi ini aku akan pergi kekampus dengan sepeda motorku,tapi yang membuat aku menghentikan langkahku karena seseorang yang sedang berdiri di pinggiran jalan depan rumahku.


Bayu,,


dengan motor disampingnya,dia berdiri dan melihat kearahku.


Dia perlahan mendekat untuk menghampiriku.


"Assalamualaikum Ay,," panggilannya masih dengan sama saat kami bersekolah.


"Waalaikumsalam,ada apa Bay?" tanyaku to the poin


"Aku hanya mau mengucapkan turut berduka cita atas semua musibah yang menimpamu,maaf baru sekarang aku datang kemari untuk mengucapkannya." ujarnya


"Terima kasih,nggak papa aku mengerti kamu pasti mempunyai kesibukkan sendiri," balasku.


"aku permisi dulu,karena aku harus kuliah,Assalualaikum," ucapku


"Iya,waalaikumsalam,hati-hati Ay,"pesannya


Aku mengangguk dan meninggalkannya yang masih setia berdiri ditempatnya semula.


Aku menaiki motor dengan sedikit kecepatan tinggi karena aku tak mau terlambat sampai disana.


Sampai diparkiran aku langsung disambut dengan omelan Citra,karena aku hampir terlambat datang,dengan cepat dia menarikku menuju kelas agar tak terlambat saat dosen akan masuk.


Pelajaran hari ini begitu melelahkan bagiku,hampir pukul 4 aku baru selesai kuliah,aku berpamitan pada Citra karena harus kepabrik untuk menemui Bang Tohir,ini kunjunganku kali pertama semenjak kehilangan Rico.


"Assalamualaikum Bang,!" ucapku ketika sampai di depan pabrik dan melihat Bang Tohir bersama temannya sedang menaikkan krupuk keatas mobil pick up.


"Waalaikumsalam Mbak Ayu,gimana keadaannya Mbak?" tanyanya dengan nada sedikit khawatir


"Alhamdulilah baik Bang,mau kirim pesanan ya Bang,?"


" Benar Mbak,ayo silahkan duduk dulu kebetulan kalau Mbak datang kemari,


sebenarnya setelah mengantar pesanan saya akan mampir kerumah Mbak Ayu untuk melaporkan rincian penghasilan, berhubung Mbaknya ada disini jadi saya ambil bukunya dulu"tuturnya,Bang Tohir segera pergi kedalam dan mengambil buku.

__ADS_1


Tak lama berselang dengan buku ditangan kirinya Bang Tohir juga membawa minuman di tangan kanannya.


"Silahkan diminum dulu Mbak,dan ini buku laporannya."Bang Tohir menyodorkan bukunya


"Ah nggak perlu repot-repot sebenarnya saya cuma sebentar disini,"ucapku tak enak hati.


"Tidak apa-apa Mbak,"


Aku memeriksanya dengan teliti,


" Sepertinya agak berkurang ya Bang hasil penjualannya?" tanyaku saat selesai memeriksa.


"Iya Mbak,karena sekarang penjual krupuk juga menjamur ditambah ongkos bahan-bahan juga ikut naik,"jelasnya


"Oh gitu ya Bang,terus langkah Bang Tohir selanjutnya gimana?"


"Sementara kami akan mempromosikan ketempat yang belum pernah kami datangi,dan juga berinovasi membuat produk baru," jelas Bang Tohir,


"owhh begitu Bang,baik semoga bisa menunjang penjualannya Bang,kalau begitu saya pamit m


pulang dulu Bang,terima kasih kerjasamanya," aku beranjak dan berjabat tangan


"Baik Mbak,sama-sama


hati-hati dijalan,"ucapnya


Sampai dipersimpangan jalan dekat rumah,aku dikagetkan dengan suara dari hpku,ternyata dari Bang Tohir.


Kenapa Bang Tohir menelponku?? aku berfikir


" Assalamualaikum Bang?"


"Mbak pabrik kebakaran!!!!" ucapnya dengan nada panik.


"Astagfirullah,!!kenapa bisa terjadi Bang?" aku terkejut mendengarnya,,


"Kami tidak tau Mbak,tiba-tiba api sudah membesar,Mbak Ayu kesini saja Mbak," Bang Tohir berbicara


"Baik Bang saya segera kesana,," ku tutup telpon dan bergegas menuju pabrik.


Hujan mulai turun aku tetap melajukan motorku dengan kecepatan tinggi,aku ingin segera mengetahui keadaan disana,karena hujan turun dengan lebat jalanan sepi dari kendaraan roda dua.


Sampai disana pabrik sudah terbakar tak bersisa,bahan-bahan yang ada didalam mudah terbakar jadi dengan cepat api melalapnya,para pekerja juga masih terus menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.


Aku mencari Bang Tohir,beliau masih terus mengarahkan anak buahnya untuk memadamkan api,walaupun sedang hujan api masih terus saja menyala,petugas kebakaran juga turut ikut membantu.


"Mbak Ayu,,!!!" Bang Tohir berlari kearahku

__ADS_1


"Jangan terlalu mendekat Mbak,berbahaya,,!" Bang Tohir memintaku untuk pergi menjauh.


"Apa ada yang terluka Bang,?" tanyaku khawatir


"Alhamdulilah tidak ada Mbak,tapi kita mengalami kerugian yang cukup banyak,saya perkirakan modal kita sudah tidak ada,yang tersisa hanya mobil dan barang-barang yang belum saya turunkan dari mobil," jelasnya,karena memang Bang Tohir akan belanja setelah mengantar pesanan.


"Kita juga harus membayar gaji karyawan Mbak,tapi uangnya juga habis terbakar,karena saya menaruhnya dalam laci seperti biasanya," jelas Bang Tohir dengan nada sedihnya.


"Tidak apa-apa Bang,yang penting semua orang selamat,setelah ini saya minta Bang Tohir untuk menjual mobilnya dan membayar gaji karyawan serta pesanggon untuk mereka," ucapku


"Pesanggon Mbak??" tanyanya terkejut


"Iya Bang,saya sudah tidak bisa mengembangkan pabrik ini lagi,untuk membanggun tempatnya saja uang saya tidak cukup,lebih baik sisa uang yang ada saya bayarkan pada mereka,dan semoga kedepannya Bang Tohir dan lainnya mendapatkan pekerjaan yang baik dari isi,," jelasku


"Baik kalau begitu Mbak,saya akan memberi tahu yang lain,saya juga akan memcari orang yang akan membeli mobilnya,,"


"Terima kasih Bang,dan maaf saya tidak bisa membantu lagi,cuma ini yang saya bisa kasih,semoga bermanfaat kedepannya,silahkan Bang Tohir yang lain bisa pulang dan mobilnya bisa dibawa,serta barang-barang yang sudah Bang Tohir beli kalau masih bisa dikembalikan kembalikan saja tapi kalau tidak bisa bagikan pada karyawan saja Bang,"


"Terima kasih Mbak,setelah ini saya akan berbicara dengan teman-teman,maaf Mbak saya tidak bisa membantu Mbak Ayu untuk membanggun pabrik lagi,saya mempunyai tanggungan anak sekolah dan istri saya sebentar lagi melahirkan,saya butuh biaya yang banyak,maaf sekali lagi,," ucapnya sedih


"Tidak apa-apa Bang,semoga mobil yang masih ada bisa membantu meringankan beban semuanya,nanti kalau masih kurang tolong hubungi saya,


nanti akan saya tambahi,"


"Kalau begitu saya pulang dulu bersama yang lain Mbak,


Mbak Ayu juga cepet pulang,baju Mbak Ayu basah nanti bisa masuk angin,


saya pulang dulu,


Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam,"


Bang Tohir dan yang lainnya sudah pergi meninggalkan tempat,juga petugas kebakaran sudah meninggalkan tempat ini,hujan masih turun tapi tidak terlalu lebat seperti tadi.


Aku terduduk ditanah yang basah,seketika air mata ini mengalir deras dengan sendirinya,sesak rasanya dada ini menahan semua yang baru terjadi,meningat bagaimana perjuangan orang tuaku untuk merintis usaha ini dan menjadi tempat orang untuk mencari nafkah.


"Ayah,Ibu,maafkan Ayu yang tak bisa meneruskan usaha Ayah dan Ibu,," aku terisak dalam dinginnya malam


"aku sekarang harus bagaimana Yah,Bu,??


aku sudah tak punya siapa-siapa lagi,aku sendiri Ayah,Ibu,,," aku menumpahkan isi hatiku disini,tempat yang sudah rata dengan tanah,tempat dimana orang tuaku mencaru nafkah untuk membesarkanku.


Lama aku terduduk dengan baju basah aku dikejutkan dengan benda yang membuat badan ini tidak terkena air hujan.


"Kamu tidak sendiri Ay,aku akan selalu ada untukmu," ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2