PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 7 Terpuruk


__ADS_3

Saat aku sadar aku sudah berada diruangan yang serba putih,kepala masih terasa sakit,saat aku melihat sekelilingku aku tidak mendapati orang di dalam ruangan ini.


Ku alihkan pandanganku pada tanganku sudah tertancap jarum infus, ' apa Rico yang membawaku kesini?' ucapku dalam hati.


Terdengar pintu dibuka Rico muncul dan membawa sesuatu ditangannya.


"Kamu sudah sadar Ay? maaf tadi aku tinggal sebentar beli makanan,"


" kata dokter kamu dehidrasi dan perut kamu juga belum ada isinya sejak tadi pagi" imbuhnya saat dia meletakkan bungkusan dimeja.


"Makan dulu ya Ay,aku suapin," Rico menyodorkan sendoknya.


Kuterima suapan dari Rico,dia begitu perhatian terhadapku.


"Makasih Co udah mau ngerawat aku dan nolong aku tadi,"


"Sama-sama,sebagai teman harus saling membantu,,minum dulu terus habiskan makananmu,"


Rico terus menyuapkan nasi dan lauk kemulutku sampai nasi itu habis sudah berpindah ke perutku.


"Kamu minum obat dulu,terus istirahat ," ucapnya saat menbersihkan meja dan membuang bungkus makananku,


"Makasih Co," ucapku


Setelah beberapa menit mataku terasa berat dan perlahan mata ini terpejam.


***


Hari beranjak malam saat aku terbangun sudah masuk waktu isa' ,aku berusaha beranjak dari tempat tidur untuk mengambil wudhu, berlahan dengan pasti aku berusaha berjalan walau kepala ini masih terasa sakit,setelah bisa aku segera berwudhu dan sholat karna waktu dhuhur,ashar maghrib aku melewatkannya.


Sebelumnya aku meminta Rico untuk meminjamkan mekena di musola rumah sakit.


Ku serahkan semuanya pada Allah Swt tentang apa yang aku alami,khusuk aku berdoa kepada Allah semoga orang tuaku ditempatkan di surganya Allah dan aku bisa menjalani hidup ini dengan ikhlas.


Rico datang disaat aku sudah melaksanakan sholat,dia membawa makanan dan camilan.


"Maaf tadi aku tinggal sebentar,aku pulang ganti baju dan pamit sama orang tuaku dulu kalau nggak pulang malam ini," dia menaruh barang yang dibawanya.


"Nggak pa pa Co,tapi sebaiknya kamu pulang aja,aku sendiri disini nggak pa pa,aku sudah lebih baik,!"

__ADS_1


Aku tak enak bila harus merepotkan Rico terus,


"Tapi kalau nanti kamu butuh apa-apa siapa yang akan mengambilkan?"


"Aku bisa sendiri Co,sebaiknya kamu pulang,kita nggak punya hubungan apa-apa nggak baik kalau kita berduaan di ruangan ini!"


Aku terus meminta Rico untuk pulang.


"Tapi Ay,aku khawatir ma kamu,! aku nggak akan ngapa-ngapain kamu,


kamu tenang aja,"


"Plees Co,aku lagi pengen sendiri,di sini juga ada perawat kalau aku butuh bantuan aku akan memanggil perawatnya."


"Ya udah kalau kamu mau sendiri,tapi nanti kalau ada apa-apa hubungi aku ya Ay?!"


"Ya co,"


Rici beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar,.


Disini lah aku sendiri,membayangkan kedepannya hidupku sendirian,tak punya keluarga sebatang kara.


Kata dokter hari ini aku boleh pulang,dicabutnya jarun infus ditanganku oleh perawat,Rico juga pagi-pagi sudah datang katanya tadi malam dia tidak bisa tidur karna memikirkanku.


"Terima kasih Co sudah bayar biaya rumah sakitku,nanti aku ganti setelah aku ada uang,"


"Udah nggak usah diganti," ucapnya saat kami berjalan keparkiran.


" nggak Co,tetep aku ganti uang kamu,!"


"Ya udah kalau kamu tetap maksa,"


Rico melajukan motornya menuju rumahku,saat sampai di depan rumah, Bu Rt sudah ada disana bersama ibu-ibu yang lain,mereka mungkin sedang menyiapkan keperluan tahlilan nanti malam.


"Assalamualaikum bu ibu!," aku dan Rico melangkah masuk


"Waalaikumsalam Yu!,kamu bagaimana keadaanmu,udah enakan??kemarin kata mas ini kamu dirumah sakit karna kelelahan,?" Bu Rt bertanya beruntun.


"Alhamdulilah Bu saya jauh lebih baik," jawabku saat sampai didalam rumah dan duduk lesehan bersama ibu-ibu.

__ADS_1


"Terima kasih Bu sudah membantu dan menyiapkan ini semua," lanjutku.


Kuseka air mata ini yang tiba-tiba jatuh kepipiku.


"Sama-sama nak,kamu sudah ibu anggap seperti anak sendiri,jadi kamu tak perlu sungkan untuk meminta bantuan ibu kapan saja," ibu-ibu yang lain juga menimpali


"Terima kasih bu ibu,"


Air mata ini tak berhenti keluar.


"Ya sudah nak Ayu istirahat dulu dikamar,biar kami menyelesaika pekerjaan ini,"


"Terima kasih bu,"


"Ay,kalau begitu aku pulang dulu,nanti malam aku datang lagi," Rico beranjak keluar


"Ya Co,makasih udah anterin."


Setelahnya aku beranjak kekamar untuk beristirahat,ku pejamkan mata ini untuk mengistirahatkan fikiranku.


Malam mulai menyapa,orang-orang sudah datang untuk bertahlil dirumah orang tuaku.Aku bersama Bu Rt dan ibu-ibu lainnya membaca surat Yasin dan tahlil,aku tak bisa membendung air mata ini untuk tidak turun,setiap aku mengingat kedua orang tuaku,sesekali Bu Rt juga merangkulku untuk memberikan kekuatan.


Acara bergilir dengan bapak-bapak,Rico juga terlihat hadir diantara jama'ah yang datang.Setelah selesai Rico menghampiriku ,


"Ay aku pulang dulu ya,besok aku kesini lagi"


"Ya Co,terima kasih,hati-hati dijalan," dia berbalik dan tersenyum padaku.


"Nak Ibu pulang dulu,kamu tidur sendiri?"bu Rt seperti khawatir


"Berani bu," aku jawab dengan tersenyum.


"Kalau begitu ibu pulang,Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam,"


Kulangkahkan kaki ini masuk rumah dan mengunci pintu,sebelumnya aku melaksanakan sholat dan mengistirahatkan tubuh ini.Hatiku lebih tenang saat selesai melaksanakan sholat dan berzikir.


Hari begitu cepat,hari ini 7hari kepergian ibu dan ayah,hari ini pula terakhir acara tahlilan dirumahku.Ibu-ibu datang membantu meyiapkan apa-apa yang akan disuguhkan malam nanti.Aku juga sibuk dengan hal yang sama.Biaya untuk acara yang berlansung selama 7hari ini masih ditanggung Bu Rt,mungkin setelah ini aku akan memberesinya dengan uang tabungan Ayah dan ibu.

__ADS_1


Kulantunkan doa ini dengan khusuk,berderai air mata ini setiap berzikir,ibu-ibu yang datang pun juga ikut menangis,mungkin melihat aku yang sekarang hanya sebatang kara.Rico juga tak pernah absen dari kedatangannya,Citra pernah datang sekali karna dia harus menjaga neneknya yang berada dirumah sakit bergantian dengan ibunya.Aku bersyukur masih ada orang-orang yang perduli padaku,semoga Allah melindungi dan memberikan nikmat pada mereka yang telah memberikan bantuan terhadapku.Aku harus bangkit dan semangat untuk melanjutkan hidup ini kedepannya. Aku juga harus melanjutkan usaha Ayah dan ibu.


__ADS_2