
Keputusan yang di ambil pasti ada resikonya,begitu pula menjalin hubungan dengan Rico,anak orang kaya,anak tunggal dan juga mempunyai wajah yang rupawan,wanita mana yang tidak tertarik dengannya,? semua itu mungkin sudah Allah gariskan untukku harus bersanding dengan Rico.
Setelah aku bercerita dengan Citra aku sedikit berlega hati karena dia mendukung hubunganku dengan Rico,dia terus memberi saran setiap aku bercerita tentang rencana pernikahanku.
Aku bersyukur masih ada yang mendengarkan keluh kesahku selain Allah.
Rencana hari ini aku akan berbicara pada Mbak Sinta,sesampainya ditempat kerja aku segera berganti pakaian kerja,aku melihat Mbak Sinta juga baru datang dan langsung menuju keruangannya.
"Retno aku boleh minta tolong sebentar?, aku mau menemui Mbak Sinta dulu," saat Retno sedang menyapu lantai
"Boleh Mbak,silahkan"
"Terima kasih sebelumnya,," ucapku dan berlalu meninggalkan meja kasir
Tok tok tok
"Assalamualaikum Mbak,ini saya Ayu,apa boleh masuk,"tanyaku
"Waalaikumsalam,masuk aja Yu,!"jawab Mbak Sinta
"Silahkan duduk,"
"Terima kasih Mbak,sebelumnya saya minta maaf menganggu pekerjaan Mbak Sinta,"
"Nggak papa,ada yang ingin kamu sampaikan?"
"Iya Mbak,begini saya mau risen dari pekerjaan ini,calon saya yang meminta untuk berhenti bekerja,"tuturku
"Oh,,nggak papa Yu kalau mau risen,nanti saya akan cari pengganti kamu,memang kamu akan segera menikah?"
"Benar Mbak,calon mertua saya yang menyuruh cepat menikah melihat saya hanya sebatang kara,," jelasku
"Itu malah bagus Yu,jadi kamu tidak sendirian lagi,apa lagi calon mertua kamu sangat baik padamu,
aku juga ingin segera menikah seperti kamu biar nggak sendirian terus kalau tidur,,,hehehe
tapi kamu tau kan kalau Bayu masih bekerja diluar negri,jadi aku harus bersabar menunggunya pulang,," ucap Mbak Sinta sedih
"Sabar Mbak Sinta mungkin Mas Bayu ingin cari uang yang banyak dan ingin Mbak Sinta nanti tidak usah bekerja lagi,," ucapku
"Mungkin begitu,aku harus sabar beberapa tahun lagi Yu untuk segera menikah,"
"Di nikmati aja Mbak,,
kalau begitu saya pamit keluar dulu,"aku berdiri
"Ehh kapan kamu berhentinya Yu??"
"Mungkin 3 hari lagi Mbak,soalnya saya juga harus mempersiapkan acara saya,"
"Oh gitu,"
Saat aku keluar ternyata sudah ada pengunjung yang datang,mungkin aku akan kangen dengan masa-masa bekerja disini,walaupun belum terlalu lama tapi teman dan juga pemilik kafe sangat baik dan ramah.
"Terima kasih Retno udah gantiin sebentar,"
"Sama-sama Mbak aku kebelakang dulu,"
Retno segera menuju dapur untuk mengerjakan tugasnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10,Rico juga sudah datang untuk menjemput,dari raut wajahnya tampak kelelahan,aku kasihan tapi bagaimana lagi aku tak boleh berangkat dan pulang kerja sendiri.
__ADS_1
"Lama nunggunya Co,,?"ucapku saat aku menghampirinya
"Mungkin baru 5 menitan Ay,
ayo cepet masuk diluar terlalu dingin," dia membukakan pintu untukku.
"Kamu capek Co,?" tanyaku saat dia baru duduk di belakang kemudi
"Lumayan Ay,hari ini begitu menguras fikiran selama di kampus,," jawabnya
"Tapi lancarkan sidangnya??"
"Alhamdulilah lancar,tinggal sedikit lagi,
aku ingin cepat lulus dan bisa cepat bekerja Ay buat nafkahin kamu,biar bisa beli rumah sendiri ," ucapnya
"Alhamdulilah kalau gitu semoga lancar terus,
Aku kan udah punya rumah Co,kalau kamu beli,,terus rumah mendiang Ayah dan Ibu siapa yang menempati??" tanyaku
"Atau bagaimana setelah kita nikah kita tinggal dirumahku saja aku tak mungkin meninggalkan rumah itu terlalu banyak kenangan bersama Ayah dan Ibu Co,," lanjutku
"Ya udah kita nanti bilang sama Papa dan Mama dulu kalau itu,semoga Mama izinin kita Ay,
kamu tau sendiri gimana sayangnya Mama sama kamu sampai-sampai aku yang anak kandungnya kalah pamor,"tutur Rico
"Kayaknya ada yang cemburu nih,,??"ucapku tersenyum
" Nggak lah,malah aku seneng Mama sayang sama kamu jadi nggak mungkin ada menantu ribut dengan mertua," ujar Rico
Aku tersenyum melihat Rico yang begitu percaya diri berucap seperti itu,aku membenarkan perkataan Rico,Mama memang sangat sayang padaku dan kemungkinan kami tidak akan ada cekcok seperti dalam sinetron dalam tv,semoga saja ya Allah ucapku dalam hati.
Tak terasa aku tiba juga didepan rumah,
"Ok Ay,kamu juga cepet istirahat terus tidur setelah mandi,malam calon istri,,"ucap Rico
"Malam juga calon suami,," saat mengucapkan itu wajahku seperti kepiting rebus.
Rico tertawa melihat wajahku,segera aku berlari masuk kedalam rumah sebelum aku diledeknya.
****
Hari berganti dengan cepat,tiba dimana aku harus berpamitan dengan teman dikerjaan,bagiku mereka serasa keluarga terutama Mbak Sinta,dia bos yang baik dan pengertian,tidak membedakan status orang,memang Bayu tidak salah cari calon istri dia pasti bisa membuat Bayu bahagia,
kenapa malah aku memikirkan Bayu??
aku harus bisa berhenti memikirkannya sebentar lagi aku akan menikah dengan Rico,aku tak boleh memikirkan laki-laki lain.
"Terima kasih Mbak sebelumnya sudah menerima saya bekerja disini,maaf kalau saya banyak salah selama bekerja disini,"ucapku saat berpamitan dengan Mbak Sinta
"Sama-sama Yu,Mbak juga minta maaf kalau punya salah sama kamu,semoga lancar acaranya dan langgeng sampai nenek kakek,"
"Jangan lupa undangannya ya Yu,,!"lanjutnya
Kami berjabat tangan,semua karyawan yang ada disana juga ikut sedih dengan perpisahan ini,.
Setelahnya aku bergegas berangkat ke pabrik dengan sepeda motorku,hari ini Rico tidak bisa mengantarku karena harus kekampus.
Kulajukan motorku dengan pelan ingin menikmati suasana dengan naik motor,mungkin setelah menikah Rico tidak mengizinkan naik motor sendirian jadi ku puaskan waktu ini.
Setelah sampai didepan pabrik Bang Tohir akan mengantarkan krupuk dengan salah satu pekerja.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bang,!!" ucapku setelah memakirkan motorku
"Waalaikumsalam,,eh Mbak Ayu
mari silahkan masuk,"
"Iya Bang," aku duduk di kursi yang biasa aku tempati bila berkunjung kesini
"Apa kabar Mbak??
sudah lama Mbak Ayu tidak datang kemari??"tanya Bang Tohir
"Kabar saya alhamdulilah baik,maaf Bang saya sibuk dengan kuliah dan bekerja jadi saya belum sempat kesini,," ucapku
"Oh begitu,emm,,,, soal uang yang kemarin saya trasfer jumlahnya sedikit berkurang karena bahan-bahan sedang naik,jadi uang yang saya keluarkan untuk belanja bertambah Mbak,maaf baru menjelaskannya sekarang," jelas Bang Tohir
"Tidak apa-apa Bang,saya sangat bersyukur masih ada orang yang jujur seperti Bang Tohir,saya berterima kasih Bang Tohir masih mau mengelola pabrik dari Ayah saya," ucapku
"Iya Mbak,saya juga berterima kasih sudah memberi kepercayaan pada kami semua,dari sini kami bergantung Mbak mencukupi kebutuhan keluarga kami semua,,"
"Ya Bang,semoga berkah dan terus berjalan lancar usaha ini,,,"doa ku
"Sebelumnya saya juga ingin memberi tahukan pada anda dan teman pabrik sini untuk datang ke acara pernikahan saya,,,"undangku
"Waah selamat Mbak,saya akan usahakan hadir dengan teman-teman,
akhirnya Mbak Ayu ada yang menemani dan semoga lancar acaranya sampai hari H ya Mbak,
maaf saya dan teman-teman tak bisam membantu,," ucapnya
"Amin,makasih Bang,
semuanya sudah dipersiapkan oleh calon mertua saya Bang,mereka menyuruh saya untuk duduk manis saja,,,,,hehe," ucapku
"Alhamdulilah,sepertinya calon mertua Mbak baik sekali dan sayang pada Mbak Ayu,"
"Alhamdulilah Bang,mereka menganggap saya seperti anak sendiri dan juga menerima saya apa adanya," jelasku
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu Bang,maaf menganggu kerja Bang Tohir nanti saya akan kirim undanganya,Asalamualaikum,,"
"Ya Mbak waalaikumsalam,"
Aku segera melajukan motorku membelah jalanan,karena cuaca sedikit berawan ku lajukan motor dengan sedikit cepat,
dan akhirnya turun hujan saat aku sampai depan rumah.
Segera aku mandi dan berganti pakaian selanjutnya aku melaksanakan kewajiban.Hp aku berbunyi ternyata Rico yang menghubungiku
"Assalamualaikum,Ay aku udah didepan rumah,buruan keluar aku kedinginan,,,!ucapnya
"Waalaikumsalam,ya Co tunggu sebentar," langsung aku putus sambungan telpon dan segera membuka pintu untuk Rico.
Saat aku buka baju Rico sudah basah kuyup dan kedinginan.
" Kenapa kamu hujan-hujanan Co?,kamu kan bawa mobil,kok basah kuyup gini?!" ucapku
aku mencari handuk dan menyerahkannya pada Rico
"Kamu kekamar mandi dulu,aku carikan baju Ayah untuk ganti cepetan nanti kamu masuk angin,," aku cerewet seperti memarahi anaknya
"Ya sayang,maaf buat repot kamu,," dia berlalu sambil tersenyum padaku
__ADS_1
Serasa udah jadi istri,melihat Rico yang berlalu pergi ke kamar mandi
'semoga kamu yang pertama dan terakhir Co yang akan mendampingi hidupku ini.