PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 31


__ADS_3

Suara yang bikin semua orang melihatku ternyata milik Indah,dia sedang jalan pagi bersama keluarga kecilnya,anak cowok yang datang dengan Indah seperti ingin berlari menuju Rico,mungkin dikira Ayahnya kali ya?? Aku berfikir.


"Kenapa hanya berdua? dimana Roni??" tanyaku


"Nanti dia nyusul katanya ada yang ketinggalan," ucapnya sambil duduk disampingku


Anak Indah sudah bergelayutan pada Rico,


"Sepertinya Romi suka banget deket sama suami aku,,"ucapku


"Dia seperti itu setiap dekat dengan orang yang sudah dikenal,tapi kalau orang asing mendekatinya dia langsung sembunyi dibelakang orang yang mengajaknya."jelas Indah


"Ihhh aku jadi gemes banget lihatnya,pengen aku bawa pulang saja kalau kayak gitu,,boleh ya???" ucapku dengan sedikit memelas


"Mana bisa kayak gitu,aku butuh perjuangan tau buat ngandung dan lahiran,enak aja pengen bawa pulang,kan situ udah punya tinggal nunggu bulan aja," ucapnya sedikit ketus


Aku tertawa melihat muka Indah yang kesal padaku,


"Aku hanya bercanda In,mana mungkin aku misahkan anak yang masih kecil dengan Ibunya,mana tega aku," ujarku.


Setelah puas bermain Rico dan Romi ikut bergabung dengan kami,Roni juga sudah datang dan ikut berkumpul.


Ke 3 cowok dengan beda umur itu sedang menikmati minuman mereka masing-masing,dengan Romi yang selalu menempel dengan Rico.


"Yu,aku mau tanya kemarin pas kita ketemu lupa mau tanya,tapi nggak disini kita pindah dulu,"ucap Indah berbisik


"Mau tanya apa sih kok harus pindah segala,"bisikku pada Indah


"Kita izin dulu sama suami kita,"ucapnya lagi


"By aku mau ngobrol sama Indah dulu disana,biasa By soal cewek,"jelasku


"Ya Ay tapi jangan jauh-jauh,"ucap Rico


Indah juga sama meminta izin untuk mengobrol bersama,setelah mendapatkan izin kami berdua menuju kursi yang sedikit lebih jauh dari Roni dan Rico.


"Mau tanya apa?" ucapku pada Indah setelah kami duduk berdua.


"Emm,,,sebelum nikah sama Rico,apa kamu sudah tidak memiliki perasaan lagi sama Bayu,??" tanya Indah hati-hati.


"Aku udah melupakan dia In,


dia juga datang saat aku menikah dengan Rico bersama tunangannya," jelasku


"Reaksinya gimana?"tanya Indah penasaran.


"Ya gimana ya,aku juga binggung jelasinnya,kayaknya dia sedikit kecewa atau gimana gitu,susah jelasinnya," ucapku

__ADS_1


"Kemarin aku dan Roni tak sengaja ketemu teman sekolah Bayu yang sekarang masih deket sama dia,katanya dia dan tunangannya udah putus,dia juga bilang putusnya karena si Bayu belum bisa move on sama seseorang,tapi Bayu tak menyebutkan namanya,"jelas Indah


Aku terkejut mendengar cerita Indah,apa Bayu masih belum bisa lupain aku?? tapi kenapa dia dulu mutusin aku??


aku terus bertanya-tanya dalam hatiku.


Aku juga nggak mau ke ge-eran,aku kan udah punya Rico dan juga benihnya yang ada diperutku ini.


"Tunangan Bayu itu bos aku kerja dulu sebelum nikah sama Rico,tapi aku lihat waktu itu Bayu sangat mencintai Mbak Sinta mantan bos ku,,"ujarku


"Tapi kok kata teman Bayu gitu,apa dia belum bisa lupain kamu??" Indah penasaran


"Mana aku tau,sekarang aku udah punya suami dan nggak mikirin masa lalu,aku udah menghilangkan Bayu dari hati aku sebelum memutuskan menikah dengan Rico," jelasku pada Indah


"Apalagi ada darah daging Rico diperut aku ini,"imbuhku sambil mengelus perutku.


"Apa sebuncin itu pada Rico??


dulu aja setiap dekat selalu saja menghindarinya," ucap Indah mengejekku


"Itu dulu In,sekarang mah kalau tidur nggak dikelonin nggak bisa tidur,"jelasku


Indah tertawa mendengar penuturanku.


"Ya udah yuk kita pulang,suami aku mau kerja soalnya,"ajak Indah


Akhirnya kami pulang menuju rumah masing-masing.


Setelah sampai rumah kami bergantian untuk mandi,aku juga menyiapkan baju serta tas kerja Rico.


"Hati-hati ya By,"ucapku saat mengantar Rico berangkat bekerja


"Hati-hati juga dirumah,kalau ada apa-apa hubungi aku," pesannya


Kucium tangannya dan dia mencium keningku,tak lupa dia juga berpamitan pada anaknya dan mencium perutku.


Haru beranjak siang,pekerjaan rumah juga sudah selesai,saat ingin memakan sesuatu tapi kulkas tak ada camilan yang aku inginkan,ku putuskan untuk membelinya diminimarket dekat rumah,sebelumnya aku juga meminta izin dulu pada Rico untuk keluar membeli camilan.


Kulajukan motorku menuju minimarket,aku masuk dan langsung mencari apa yang aku inginkan tetapi saat ingin mengambil sesuatu aku tak dapat meraihnya karena barang yang aku inginkan terlalu tinggi,sesaat ada tangan yang berhasil mengambilnya dan saat aku melihatnya ternyata itu Erik.


"Ini kan yang kamu inginkan,?" dia menyodorkan barang yang aku inginkan


"Terima kasih," ucapku ketus


saat ingin beranjak Erik berbicara


"Kamu semakin cantik saja Yu," ucapnya

__ADS_1


Aku terkejut mendengar Erik berbicara seperti itu,sebelum aku menjawabnya,aku dikagetkan lagi dengan suara yang tak asing bagiku.


"Oh ternyata kelakuan kamu seperti ini kalau Rico sedang kerja,,,!!!


malah asik berpacaran dengan pria lain,,"ucap Tante Reni sinis


"Ini tidak seperti yang Tante tuduhkan sama saya,kami nggak sengaja bertemu dan dia mengambilkan apa yang inginkan tapi tidak sampai,jadi dia membantu saya,"jelasku pada Tante Reni


"Alah itu cuma alasan kamu aja biar aku nggak bilang sama Rico kan??


dasar orang miskin,,!!! lihat orang kaya deketin langsung di embat,,lihat saja Rico bakal tau siapa istrinya ini,didepan terlihat manis tapi dibelakang main dengan pria lain,,dia bakal ninggalin kamu,,!!" ucap Tante Reni dan pergi dari hadapanku dan Erik


Mataku tak bisa lagi membendung air mata ini,aku termanggu memikirkan apa yang akan terjadi padaku nanti karena kesalahfahaman ini.


Ku usap air mataku dan mengembalikan barang yang sudah aku ambil,aku sudah tak menginginkannya lagi,aku berjalan keluar toko dan tak menghiraukan panggilan dari Erik.


Kulajukan motorku menuju rumah,fikiranku kalut ,aku takut Rico akan terhasut dengan omongan Tante Reni dan akan marah padaku.


Hari sudah sore aku menunggu Rico pulang kantor dengan keadaan cemas,sampai saat ini aku belum makan sesuatu dari siang tadi.


Mobil Rico datang aku langsung berlari sampai tak menyadari kalau aku sedang hamil karena terlalu panik.


"Hayy jangan lari Ay!!!" ucap Rico yang terburu-buru turun dari mobilnya


" kamu lagi hamil,,," ucapnya lagi


Aku langsung memeluknya,


"Apa sebegitu kangennya kamu sama aku??" tanyanya


Aku mengangguk dan malah menangis


"kok malah nangis,kamu kenapa?? apa karena aku pulang telat?" tanyanya lagi.


"Ayo masuk kita bicara didalam," ucapnya menuntunku masuk kedalam.


"Kamu kenapa Ay,nggak biasanya kamu kayak gini,apa ada sesuatu,"Rico masih setia memelukku


"Aku tadi keluar By,mau beli camilan tapi tak sengaja aku bertemu sama Erik terus dia ambilin barang yang aku inginkan,kebetulan Tante Reni juga sedang ada disitu,dia kira aku dan Erik lagi berpacaran dan dia marah-marah sama aku,,


aku takut By Tante Reni bakal bilang yang nggak-nggak sama kamu,tapi beneran aku nggak sengaja ketemu sama dia By,,kamu percayakan sama aku??" jelasku dengan berlinangan air mata.


"Iya aku percaya sama istriku ini,udah jangan nangis nanti anaknya ikut sedih dengar Bundanya sedih,


jujur saja Ay aku cemburu tapi setelah kamu jujur aku nggak akan marah sama kamu,Tante Reni dari dulu selalu begitu setiap aku berhubungan dengan orang lain dia selalu ikut campur,"jelasnya


Dulu waktu aku belum deketin kamu lagi,sempat aku dikenalkan dengan cewek lain tapi aku menolak karena aku masih ada rasa sama kamu,Tante Reni marah padaku karena nggak menerima cewek yang dikenalkanya,jadi sekarang nggak usah dengerin omongannya ya," tutur Rico panjang lebar.

__ADS_1


Mungkin aku harus banyak bersabar menghadapi tingkah Tante Reni,aku tak ingin terjadi sesuatu dengan rumah tanggaku.


__ADS_2