
Pagi ini aku dikagetkan dengan kedatangan seseorang yang tak ku duga sebelumnya,seorang yang dulu pernah menjadi bagian dari skenario dalam hidupku,
Erik sang mantan yang sebelumnya menjadi tempat pelampiasanku saat putus dari Bayu.
Dengan gaya yang slengekan Erik datang kekampusku dan menghampiriku dan Citra.
"Hai mantan,,!!!" dengan suara yang sedikit kencang datang mendekat kearahku,sampai-sampai orang yang ada disekitarku memperhatikan kami.
"Siapa sih Yu,kok kayak orang eror gitu," bisik Citra padaku
" Cuma orang yang nggak penting,
nggak usah didengerin dia nanti cuekin aja,"ucapku pada Citra
"Kok nggak dibales sapaan aku Yu,,?apa kamu udah lupa sama aku ???
apa perlu aku perkenalkan lagi diriku???" dengan PDnya Erik berkata.
"Nggak usah karena aku nggak mau kenal kamu dan nggak usah memperkenalkan diri,," ucapku tegas
aku tidak mau Rico tau dan menjadi salah faham.
"Kalau Ayu nggak mau diajak kenalan,kenalan sama aku aja,
ehhhmmm kenalkan nama aku Citra," ucap Citra sambil mengulurkan tangannya
"Ya udah kalau nggak mau, sama kamu aja juga nggak papa,,
nama aku Erik mantan....." Erik menyambut tangan Citra dan aku potong ucapannya.
"Mantan tetangga aku,,,!!" dengan cepat aku menyela
"Jadi kalian pernah tetanggaan??" tanya Citra binggung
"Iya dulu,tapi sekarang nggak,,!" ucapku cepat
Citra hanya ber Oh ria,sedang Erik masih menatapku bingung.
"Ayo kekelas,dosennya hampir datang," ucapku menyeret Citra untuk segera pergi dari hadapan Erik
"Sampai nanti ya Rik,nanti kita ketemu lagi dikantin,,!!!!" ucap Citra dengan keras saat kami mulai melangkah pergi.
"Ihhh kamu bikin malu aja,,tuh semua orang lihatin kita,,!" ucapku cemberut
"Biarin ah,aku nggak peduli,semoga dia orang yang bakal jadi jodohku,," doa Cutra saat menuju kelas
Aku hanya menaikkan bahuku saat mendengar ucapan Citra.
Kemarin setelah selesai acara wisuda aku dan Rico pergi berdua untuk kencan,seperti keinginanku kemarin,
__ADS_1
semua makanan yang aku mau selalua saja dia belikan takut anaknya nanti kalau ileran,ada-ada aja Rico ini.
Waktunya pulang kuliah,Rico sudah nangkring dimotornya untuk menjemputku,aku berpamitan pada Citra yang kebetulan juga akan pulang menggunakan ojol,tapi tiba-tiba ada orang yang nggak ingin aku temui.
"Yu,,,!!!" panggilnya dengan keras sambil berlari
"Siapa Ay,??kok kayak akrab sama kamu??" ucap Rico curiga
"Bukan siapa-siapa By,mahasiswa yang baru pindahan kata anak-anak tadi," ucapku
"Pulang bareng aku yuk Yu,,?!" ucap Erik saat didepanku dan Rico
Sesaat aku melihat wajah Rico yang menahan marah,
"Maaf nggak bisa aku mau pulang sama SUAMI aku,,"ucapku dengan tegas dengan menekankan kata SUAMI pada Erik,supaya dia tau kalau aku sudah menikah dan juga untuk menjaga perasaan Rico.
"Aaa,,,,,pa kamu udah nikah??
kamu lagi nggak bercanda kan Yu??" tanyanya masih tidak percaya
"Ngapain aku bercanda,ini SUAMI aku dan aku juga lagi ngandung anaknya," ucapku sekali lagi dengan tegas
"Ayo By kita pulang aja,Cit aku duluan ya,,?!" ucapku pada Citra yang berdiri disebelahku.
Saat tadi aku berdebat dengan Erik dihanya menyimak saja.
apa perlu aku jelaskan saja ya? daripada nanti dia tau dari orang lain soal Erik yang dulu juga mantan aku,
nanti bisa membuat Rico tambah marah sama aku.
Sampai dirumah dia langsung masuk kedalam setelah memarkirkan motornya,tak seperti biasanya kayak gitu,
"Byy,,kok aku dicuekin sih??" ucapku sedikit manja
"Aku lagi nggak mood Ay,,aku masih cemburu dengan cowok tadi,," ucapnya dengan sedikit menggebu.
"Ya udah mandi dulu terus nanti sholat,aku mau masak dulu buat kita makan,setelahnya nanti aku mau ngomong sama kamu," ucapku beranjak meninggalkan Rico yang masih duduk disofa tengah.
Kami melakukan kegiatan masing-masing,Rico melanjutkan pekerjaannya yang tadi ditinggal karena menjemputku dan aku menyelesaikan masakku yang tertunda tadi melaksanakan sholat jama'ah dengan Rico,setelah terhidang dimeja aku dan Rico menikmati makanan tadi.
"Mau teh By??" tanyaku saat Rico menutup leptopnya
"Boleh Ay,aku tunggu didepan ya,,"ucapnya melangkah pergi
Ku antarkan teh yang kubuat untuk Rico,aku langsung duduk disebelahnya dengan bergelayut manja,setiap aku dekat dengannya aku selalu ingin bermanja-manja dengannya,apa bawaan bayi yang aku kandung ini ya????
"By aku mau jelasin yang tadi soal Erik," ucapku sedikit was-was
"tapi janji dulu nanti jangan cemburu atau marah ya??" lanjutku
__ADS_1
"Nggak janji Ay,tergantung cerita kamu nanti,,aku akan berusaha nggak cemburu,," katanya
"Sebetulnya dia itu mantan aku By sebelum aku ketemu sama kamu,dia hanya beberapa hari pacaran sama dia setelahnya aku putusin,setelah itu aku nggak ketemu dia lagi kata teman-temanku dia pergi keluar negeri dan baru tadi siang aku ketemu dia lagi," jelasku panjang lebar.
"Tapi kayaknya dia masih suka sama kamu Ay,dari tatapan matanya saat lihatin kamu tadi,"
"Tapi yang penting aku udah bilang sama dia kalau aku udah nikah sama kamu,dan yang paling penting aku sekarang lagi hamil anak kamu By jadi jangan ragukan cintaku sama kamu,," ucapku meyakinkannya
"Aku nggak meragukkan cinta kamu Ay,cuma aku tak terima istriku di ajak orang lain untuk diantar pulang,aku nggak rela kayak gitu,"
"Iya By,aku nggak akan nerima kalau dia ngajak pulang aku sekalipun udah nggak ada orang di kampus,aku akan nunggu kamu By,," ucapku dengan sedikit lebay
"Nggak gitu juga Ay,kalau nanti ada yang mau culik kamu gimana gegara nunggu aku jemput?? aku malah semakin bersalah Ay,,"bilangnya.
"Sekarang udah tau kan?? jadi jangan marah kayak tadi ya,,? aku takut By,,
aku baru tau kalau kamu marah seram juga," pintaku
"Insyallah Ay,buat nggak marah sama kamu." janjinya
Malam semakin larut aku dan Rico memutuskan untuk untuk istirahat karena besok aku berencana memeriksakan kandunganku setelah kuliah besok.Aku sudah tak sabar melihat keadaan janin yang aku kandung,Rico juga meminta izin pada Papa mertua untuk mengantarku.
*****
Aku bersiap kekampus hari ini dengan diantar Rico naik mobilnya setelah tadi aku sempat mual lagi dengan beberapa kali memuntahkan isi perutku.
Badan terasa sedikit lemas tapi aku paksakan untuk datang kekampus.
"Aku berangkat dulu ya By,," ku ulurkan tanganku untuk menyambut tangan Rico,ku cium dengan takzim dan Rico membalas mencium keningku.
Inilah rutinitasku sejak menyandang status sebagai istri.
"Hati-hati sayang,nanti aku kabari kalau sudah sampai sini saat jemput kamu nanti,"
"Dan juga untuk anakku,nggak boleh rewel ya sayang kasian Bunda,"ucapnya sambil mengelus perutku
"Ya udah aku turun dulu,kamu hati-hati dijalan," aku keluar dari mobil dan melambai pada Rico
"Yu,,,!!!cie..yang di antar sama suami tercinta,jadi pengen di anterin sama calon suami,," ucap Citra yang baru datang setelah memarkirkan motornya.
"Buruan cari sana calon suami idamanmu,," suruhku
"Tuh udah datang,kayaknya dia memang jodohku yang dikirimkan Allah buat aku"
aku mengikuti arah mata Citra yang menunjuk pada seseorang yang berjalan kearahku dan Citra,
ternyata Erik yang begitu PDnya tersenyum kearah kami berdua.
Cobaan apalagi dalam rumah tangga ku ini ya Allah,kenapa datang lagi mantan aku yang dulu sudah menghilang kenapa kembali lagi.
__ADS_1