PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 6


__ADS_3

"Maaf Co,aku nggak bisa terima kamu lagi,kamu pasti tau alasanku Co,"


"Dulu saat aku menerima kamu karna aku lagi sakit hati dengan seseorang,terus aku lampiaskan ke kamu,aku nggak mau buat kamu sakit hati Co,cukup waktu itu aja bikin kamu kecewa," ujarku menambahkan.


"Tapi aku sayang ma kamu Ay,aku tulus!" dia berusaha meyakinkanku.


"Siapa cowok itu Ay kalau boleh aku tau??" lanjutnya


"Kamu nggak perlu tau Co,karna dia udah menghilang ,"aku menjawab.


"Maka dari itu kita jalin hubungan ini lagi,agar kamu bisa melupakan dia Ay,aku akan sabar menanti hati kamu untukku,"


"Maaf aku nggak bisa Co,cobalah buka hatimu untuk cewek lain,masih banyak cewek diluar sana yang berhak menerima cinta tulus kamu,coba lah Co,,," aku membujuk Rico agar dia bisa membuka hatinya.


"Baiklah kalau kamu memang tak bisa menerima aku lagi,tapi kita masih bisa dekatkan? sebagai sahabat?"


"Makasih mau menerima jawabanku,sekali lagi maaf,iya kita sahabatan saja," aku lega Rico menerima keputusan aku.


"Aku pamit pulang dulu," aku beranjak dari tempat duduk,


"Aku antar gimana?"


"Tidak terima kasih, Assalamualaikum," aku beranjak meninggalkan Rico


"Waalaikumsalam,"


Aku bergegas pulang karna hari semakin sore,setelah sampai rumah aku segera membersihkan diri dan sholat,tak lupa aku juga melakukan kegiatan seperti biasanya di rumah.


Waktu menunjukan pukul sembilan,ayah dan ibu belum sampai dirumah,aku cemas sekali dari tadi perasaanku tidak enak,aku takut terjadi sesuatu pada mereka.


Tiba-tiba hp ku berdering,


"Hallo,bisa bicara dengan saudara Ayu?"


"Iya saya sendiri? ini siapa ya?"


"Ini dari kantor polisi,saudara atas nama bapak Anton dan ibu Maya mengalami kecelakaan,sekarang mereka berada di rumah sakit Husada ,tolong saudara segera kesini,!"

__ADS_1


"Baik pak saya akan segera kesana."


Aku langsung keluar menyalakan motorku menuju rumah sakit,tak terbendung lagi air mataku saat mengetahui kabar ayah dan ibu,aku takut terjadi hal yang tidak diinginkan.


Kulajukan motorku dengan kecepatan tinggi aku ingin segera tau keadaan ayah dan ibu.Setelah sampai aku buru-buru memarkirkan motorku dan menuju tempat pendaftaran


"Maaf permisi mau tanya,pasien atas nama Bapak Anton dan ibu Maya di ruangsn apa ya?"


"Anda siapanya pasien?"


"Saya anaknya,"


"Pasien masih diruang UGD,silahkan tunggu disana,"


"Terima kasih permisi,"


Setelah menemukan ruangan tersebut,disana sudah ada 2 polisi.


"Selamat malam,apakah anda saudara Ayu?"


"Benar saya sendiri pak? bagaimana ibu dan ayah saya bisa kecelakaan pak?" aku bertanya dengan berderai air mata.


itu yang kami simpulkan sekarang."


"untuk lebih lanjutnya kami akan menyelidikinya dulu,kami pemisi,"


"Baik pak terima kasih,"


Kedua polisi tadi meninggalkan aku sendiri,aku menunggu dokter yang menangani ayah dan ibu.


Setelah beberapa saat " Bagaimana keadaan ayah dan ibu saya dok?"


dokter keluar dengan wajah yang membuat aku gelisah


"bapak Anton dan Bu Maya tidak dapat kami tolong,mereka banyak mengeluarkan darah,maaf nak," dokter menepuk bahuku memberikan kekuatan dan mereka berlalu.


Tak kuat kaki ini menopang badanku,sekali itu aku langsung lemas,duniaku serasa berhenti,kedua orang tuaku meninggalkan aku secepat itu,aku menangis sendiri dalam lorong rumah sakit,tak ada teman,tak ada kerabat yang menemaniku.

__ADS_1


"Ibu,ayah kenapa ninggalin Ayu sendiri,? Ayu sama siapa Bu,yah!!" tangis pilu yang aku rasakan.


Setelah beberapa saat aku menuju ruan jenazah,disana sudah ada petugas yang bersiap-siap membawa jenazah ayah dan ibu dibawa pulang.


Dirumah sudah terpasang tenda dan para warga juga sudah menata kursi,sebelumnya aku sudah menghubungi Pak Rt untuk menyiapkan semaunya.


Aku dan mobil ambulan sampai di depan rumah,orang-orang yang melayat langsung mendekat dan membawa jenazah ayah dan ibu kedalam rumah,Bu Rt langsung memelukku dan sambil menangis,


" Kamu yang tabah ya nak,ikhlaskan ibu dan ayahmu supaya mereka tenang disana,"


"Terima kasih sudah datang dan membantu saya menyiapkan ini semuanya," kulangkahkan kakiku menuju samping jenazah kedua orang tuaku.


Malam semakin hening,orang-orang yang tinggal hanya beberapa orang,rencananya kedua orang tuaku akan di makamkan besoj pagi,karna hari sudah larut dan cuaca sedang mendung.


Mataku tak bisa terlelep,ku pandangi wajah ayah dan ibu yang pucat tenggah berbaring didepanku.


Baru kemarin kami merayakan kelulusanku bersama-sama,tapi sekarang mereka sudah pergi meninggalkan aku selamanya.


Pagi meyapa,kediaman orang tuaku dipenuhi pelayat untuk mengucapkan bela sungkawa,Pak Rt yang menyambut para pelayat karena memang aku tak punya kerabat dekat.Aku bersiap-siap mengantarkan jenazah kedua orang tuaku keperistirahatan terakhir setelah sebelumnya aku ikut memandikan Ayah dan ibu dan mengajikannya.


Mobil jenazah dan motor pelayat beriringan menuju pemakaman,aku turut disalah satu mobil jenazah.Saat tiba dipemakaman orang-orang terus mengantarkan ayah dan ibu keliyang lahat,aku tak bisa membendung tangisku,ini terakhir kali aku melihat ayah dan ibu,Bu Rt selalu disampingku untuk menenangkanku.


Setelah acara selesai para pelayat meninggalkan pemakaman,aku masih duduk disamping makam ayah dan ibu.


"Ibu Ayah,semoga kalian tenang disana Ayu ikhlas menerima semua ini,Ayu akan tegar dan akan menjalani hidup ini dengan baik,Ayah dan ibu maafkan Ayu yang belum bisa membuat kalian bahagia,maafkan Ayu yang kadang membuat ibu dan ayah marah karna sikap kekanak-kanakan Ayu,maaf bu yah,,"


ku tumpahkan segala isi hatiku.


Setelah beberapa saat aku beranjak pulang karna hari semakin siang,ku ayunkan langkah kakiku mencari ojek untuk pulang kerumah,tapi tak sengaja aku melihat Rico ada di depan gerbang makam,dengan pakaian hitam dan kaca mata hitam dia menghampiriku.


"Aku turut berduka cita Ay,maaf baru bisa datang," dia menghampiriku dan duduk di trotoar


"Makasih udah datang,nggak pa pa ,kamu tau dari mana?"


"Kemarin aku mau kerumah kamu tapi rumah kamu tidak ada orang saat aku ketuk pintunya,dan tetangga kamu bilang kalau orang tua kamu kecelakaan dan meninggal,"


"daru situ aku tau Ay," lanjutnya

__ADS_1


Kami diam sejenak,fikiranku kosong tak tau arah aku tak tau harus bagaimana setelah ini,bayangan kedua orang tuaku masih terasa nyata didepanku.


"Aku antarkan pulang Ay,kamu butuh istirahat wajah kamu pucat sekali," aku beranjak Rico berjalan disampingku ,saat akan naik motor Rico kepala aku terasa berat dan pandanganku gelap,seketika aku jatuh tak sadarkan diri.


__ADS_2