
Pertama kali aku bangun yang ku lihat Rico yang tidur disampingku,ku pandangi laki-laki yang berstatus suamiku,rasanya seperti mimpi aku sudah memiliki pasangan,aku tersenyum sendiri mengingat bagaimana Rico selalu mengangguku untuk kembali menjalin hubungan denganku,dengan berjalannya waktu aku bisa menerima Rico kembali dan sekarang sudah menjadi suamiku.
"Pandang terus Ay,biar makin cinta,," ucapnya dengan masih memejamkan matanya.
Aku terkejut sama seperti kemarin,dia selalu begitu.
"Kamu udah bangun,?" tanyaku
" kok nggak langsung bangun,? malah bikin aku kaget lagi,,hobi baru kamu???" lanjutku
"Abis kamu sering curi-curi pandang sama aku,,
kalau mau menikmati wajah tampan aku nggak usah aku pas tidur aja,saat aku beraktifitas didekat kamu juga nggak papa Ay,kan kita udah halal," ucapnya bangun dari tidurnya
"Tadi malam kamu tidur nyeyak" tanyanya
"Nyeyak,sampai nggak denger adzan subuh," ucapku malu
"Karena ada yang ngeloni Ay,biasanya juga tidur sendiri,udah nggak usah malu," dia meraih tanganku dan di genggam
"Aku seneng kamu nyaman waktu tidur aku peluk,semoga akan menjadi kebiasaan kamu ya Ay,," dia mencium tanganku
"Itu mau kamu Co,,udah ayo solat dulu udah telat nih,," aku melepaskan tanganku dan berlari kekamar mandi,
malu sekali rasanya bila Rico bersikap romantis seperti itu.
"Ay buruan aku juga mau kekamar mandi,kok lama kamu,," ucapnya mengetuk pintu
"Udah buruan,,"ucapku saat membuka pintu
Setelah Rico keluar aku sudah mengambilkan sarung juga sajadah yang sudah aku tata ditempatnya.
Kami begitu khusuk menjalankan ibadah subuh ini,setelah salam aku mencium tangan Rico dan dia membalas mencium keningku,tak terasa air mata ini menetes begitu saja,
'kenapa hatiku ini tiba-tiba melow setiap Rico seperti ini?' tanyaku dalam hati
"Kok malah nangis,ada apa Ay?" tanya binggung
"Aku terharu aja Co,diperlakukan seperti ini,," ucapku dan masih sesegukan
"Udah nggak usah nangis,sebagai suami aku harus memperlakukan istriku dengan baik," dia mengusap air mataku
"Ay,boleh aku minta sesuatu??"
"Apa Co,?" hatiku dag dig dug rasanya menunggu Rico berbicara
"Aku ingin kamu manggil aku bukan dengan nama,aku sekarangkan suami kamu,boleh apa aja senyaman kamu,,mau kan??? biar kita lebih romantis gitu,," ucapnya
"Emmm,,,, apa ya ?" aku berfikir
"Kalau Hubby gimana??"
__ADS_1
"Boleh,aku suka,kalau aku panggil kamu Ay aja ya?
kan Ay bisa saja Ayang gitu kepanjangannya,," ucapnya
"Oke By,," jawabku malu-malu
"Nggak usah malu Ay,kita udah sah juga,tapi aku suka kalau kamu malu-malu gitu yang penting tidai malu-maluin,,"
dia tertawa setelah mengatakannya.
Aku bersiap memasak sarapan pagi,rencananya aku dan Rico akan kerumah Mama siang nanti,tentu kami berdua tidak boleh naik motor atau mobil sendiri,Mama meminta sopir untuk menjemput kami,katanya pengantin baru tidak boleh naik kendaraan sendiri.
Aku dan Rico menikmati sarapan berdua dimeja makan dengan status halal kami,diwajahnya tampak raut yang berseri-seri,apakah sebahagianya dia menikah denganku??
aku juga tak pernah menyangka bisa bersanding dengan mantan pacarku yang dulu aku buat sebagai pelampiasan karena patah hati.
"Nanti kalau diramah Mama kamu cukup duduk aja nggak usah bantu-bantu biar orang-orang Mama yang bekerja," ucapnya saat kami selesai dengan sarapan kami.
" Iya nanti aku duduk aja By, Mama juga paling juga gitu," aku membereskan alat makan kami dan mencucinya.
"Aku kedepan dulu Ay,aku tunggu,,"
Rico berlalu
"Iya,"jawabku
Rico rupanya sedang memainkan hpnya diruang tengah,sampai-sampai tak menyadariku yang sudah dari tadi disampingnya.
"Lagi bales pesan siapa By?? serius sekali,??" tanyaku
Dia meletakkan hpnya dan meraih tanganku
" maaf Ay saat kita baru menikah malah aku sibuk dengan kuliah aku,seharusnya kan kita honeymoon ,jalan-jalan menikmati hubungan halal ini,,"ucapnya mengenggam tanganku
"Nggak masalah By,aku tau kamu juga berjuang banget untuk segera lulus dan dapat gelar,3 tahun By,itu waktu yang sangat singkat malah dalam kuliah kamu,aku belum tentu bisa kayak gitu,
aku akan terima dan ikhlas kamu sibuk dengan itu aku akan dukung kamu,tapi kamu juga harus jaga kesehatan kamu,aku nggak mau kamu sakit dan menfotser pikiran kamu,"jelasku
"Makasih Ay udah mau ngertiin aku,insya Allah setelah selesai aku akan ngajak kamu honeymoon," ucapnya dengan masih memandangiku dengan tatapan cinta
"Iya aku akan sabar nunggu,,ayo kita siap-siap nanti pak sopirnya nunggu lama lagi,,"
aku dan Rico beranjak kekamarku.
Aku bawa beberapa potong baju dan alat kuliahku kedalam tas dan ransel Rico,rencananya setelah menikah aku dan Rico akan tinggal dirumah ini,kedua orang tua Rico juga tak masalah mereka mengizinkan.
Sopir yang akan menjemputku dan Rico datang,segera aku keluar dan mengunci pintu,untuk beberapa hari ini aku akan tinggal dirumah Rico.
Sampai di depan rumah Rico sudah banyak orang yang memasang pernak pernik untuk menghiasai rumah kedua mertuaku,sengaja aku meminta resepsinya diadakan dirumah saja,selain menghemat waktu juga menghemat biaya.
Didalam juga tidak kalah indahnya,banyak bunga-bunga yang menghiasi sudut-sudut ruangan,saudara dari kedua mertuaku juga sudah datang,begitu ramai sekali.
__ADS_1
"Assalamualaikum Ma,," ucapku saat masuk kedalam
"Waalaikumsalam,,ihhh pengantin baru udah datang," Mama datang menghampiri
Aku menyambut tangan Mama dan menciumnya.
"Co,ajak Ayu kekamar dulu biar istirahat,nanti saja kalau mau nyapa sepupu kamu," tau aja Mama kalau aku mau menyapa kerabatnya.
"Ya Ma,,aku kekamar dulu,," aku berjalan bersama Rico menuju kamar,tapi kok malah tamu bukan dikamar Rico??
"By kok malah kekamar ini? bukannya ini tamu?" aku binggung
"Mama yang nyuruh Ay,udah sini dulu besok kita pindah ," Rico menarik tanganku
Aku penasaran kenapa bukan dikamar Rico malah kesini?? mungkin ada kejutan kali ya,,??!
Kurebahkan badan ini sejenak,sebelum menyapa kerabat dari jauh yang baru datang,aku melihat tadi tante Reni yang datang bersama suami dan anaknya,semoga dia sudah berubah,ucapku dalam hati.
Aku nggak mau Rico tau kalau Tante Reni tidak menyukaiku,biar menjadi rahasiaku.
"Ay nanti kalau udah hilang capeknya kamu keluar ya,aku duluan udah ditunggu sepupu aku,nanti aku kenalkan,," aku duduk dan menerima cium kening dari Rico
"Ya By,bentar lagi aku keluar," ucapku
Dia berlalu,aku segera mencuci muka agar terlihat segar,aku juga berganti baju sebelum keluar kamar,setelah siap,aku dikagetkan suara yang kencang dari balik pintu,,
Tok tok tok
"Kak Ayu,keluar donng!!!
Suci udah datang nih,,,!!" ternyata Suci,anak itu selalu begitu bila bertemu denganku,antusias.
Aku buka pintu dan melihat cengiran kuda dari Suci.
" Kamu baru datang?" tanyaku,
" Iya kak,kata Kak Rico Kakak masih disini jadi aku susul aja,udah kangen aku," ucapnya
"Ayo keluar sama aku," Suci menarik tanganku
"Iya aku tutup pintu dulu."
Aku bergabung dengan keluarga Rico yang sedang berbincang-bincang dengan keluarga yang baru datang dari jauh,Tante Rina menggenalkanku dengan kerabat yang belum sempat hadir waktu membahas rencana pernikahan,sedang Mama bersama Papa masih menemui tamu yang datang lebih awal dikarenakan besok mereka ada acara keluar kota.
Setelah kiranya semua kerabat yang datang sudah dikenalkan padaku,aku izin pada Tante Rina untuk ketoilet,tapi aku dihentikan dengan omongan dari Tante Reni.
"Selamat ya,,! atas keberhasilan kamu masuk keluarga ini,jadi bisa mengangkat derajatmu dan mengambil alih semua yang Rico punya,," ucapnya
"Kenapa Rico bisa menikah dengan cewek sepertimu???
padahal pernah aku kenalkan dengan cewek yang sepadan dengan keluarga kami,,tidak seperti kamu,," jelas sekali Tante Reni berucap,apakah sebegitu rendahnya diriku dimatanya,sampai berkata seperti itu.
__ADS_1
Apakah benar Rico pernah ingin di jodohkan dengan cewek lain??
kenapa Rico tidak bilang padaku??