PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 34


__ADS_3

'Byy kamu mau pergi kemana??' Rico terus saja berjalan tanpa melihat kebelakang,aku terus saja mengejarnya.


'By bawa aku By,,!!! bawa aku bersamamu,,,' ucapku terus mengejarnya.


Sampai didepan pintu baru Rico melihatku


'Kamu nggak usah ikut sama aku,disitu saja jaga anak kita baik-baik,aku mau pergi jauh dan nggak akan kembali lagi,


aku sayang kalian,,,' ucap Rico dan menghilang dari pandanganku.


"Byyyyyy!!!!!!"aku terbangun,ternyata hanya mimpi.


"Yu,,,kamu kenapa??"


"Aku mimpi ketemu Rico Cit,dia ninggalin aku,," jelasku sambil terus menangis


"Udah Yu,ikhlas aja menghadapinya,Rico udah tenang,," Citra menenangkanku


Aku sedikit tenang Citra terus berucap,


"Yu ada sesuatu yang aku mau sampaikan,," Citra dengan ragu-ragu berbicara


"Kenapa Cit,??mau ngomong apa???" tanyaku penasaran.


"Begini,,waktu aku membawa kamu kesini setelah pingsan tadi,kamu terus ditangani dokter,tapi saat setelah itu dokter berbicara kalau janin kamu ada masalah dan harus dikeluarkan,," ucap Citra hati-hati.


Aku terdiam masih mencerna ucapan Citra,luruh sudah air mata ini mendengar ucapan Citra,satu-satunya yang jadi penyemangat hidupku harus dipanggil oleh Yang Maha kuasa.


"Yu kamu harus kuat,kamu nggak sendiri masih ada aku,kita akan sama-sama terus untuk kedepannya,kita harus relakan anakmu Yu,kalau tidak langsung ada penangganan itu juga akan berbahaya untuk kamu juga,kamu harus kuat Yu," Citra memelukku untuk memberi semangat.


Dokter datang setelah Citra menyampaikan keputusanku,segera aku dibawa keruangan untuk dilakukan tindakkan,Citra menungguku diluar ruangan.


Dua jam aku keluar dan dibawa di ruang perawatan,suster yang membawa janinku juga ikut menuju ruangan.


"Cit,aku mau meminta tolong,


bisakah kamu menguburkan janinku disebelah makam Rico?"


"Iya Yu,nanti aku akan meminta tolong orang untuk membantuku," Citra menerimanya dari suster.


"Aku langsung pergi ya Yu,nanti keburu sore,aku tinggal nggak papa kan?"

__ADS_1


"Nggak papa Cit,makasih udah menolongku,"


"Sama-sama,aku pergi dulu kalau ada apa-apa telpon aku,"


" Maaf By,aku nggak bisa jaga anak kita,dia memilih menyusulmu,bahagia disana By,," aku berbicara sendiri dengan air mata yang tak juga kunjung berhenti.


Lelah aku menangis aku tertidur.


"Bu bangun dulu waktunya makan malam," suster datang membawa makanan


"Ahh iya sus,maaf jam berapa sus?" tanyaku heran karena melihat keluar sudah hampir gelap.


"Jam 5 Bu,tadi ada teman ibu yang datang kemari,tapi melihat ibu tertidur lelap teman ibu pamit pulang sebentar mungkin sebentar lagi juga datang,


silahkan dimakan dulu dan ini vitaminnya," suster menyodorkan 2 butir obat.


"Terima kasih sus," ucapku menerima makan dan juga obat.


Walau aku tak berselera makan tetap aku paksa,aku sudah tak punya siapa-siapa untuk mengantungkan hidup kecuali pada Sang Pemilik Hidup.


Aku harus memulai hidup baru,memulainya dari awal.


"Kamu udah makan Yu??


nih aku bawakan makanan juga buah,," ucapnya diletakkannya dimeja sampingku.


"Baru aja selesai,makasih ngrepotin kamu," sekilah aku memandang Erik dan Citra juga mengikuti arah pandangku.


"Tadi aku minta bantuan Erik untuk memakamkan anakmu dibantu dengan petugas disana,terus dia ikut buat jenguk kamu," ucap Citra seperti dia tau apa yang aku fikirkan.


"Hai Yu,gimana keadaan kamu,ini aku bawa sedikit oleh-oleh untuk kamu,cepat pulih,"ucapnya sambil berdiri disamping Citra.


"Hai juga Rik,alhamdulilah udah enakkan,terima kasih udah kesini dan bawa oleh-oleh," ucapku


"Maaf Yu karena aku kemarin Rico salah faham dan terjadi musibah seperti ini,seharusnya aku menemui Rico dan menjelaskan semuanya,mungkin kejadian ini tidak akan terjadi," ucap Erik menyesal


"Udah nggak papa Rik,kemarin sebelum Rico pergi,dia sudah tau sebenarnya dan tak salah fahaml lagi,dia juga sudah tenang disana," balasku


Kami mengobrol ringan setelahnya,Citra juga akan menemaniku tidur dirumah untuk menemaniku saat pulang nanti,kedua orang tua Citra juga sempat menjenguk dan menasehatiku agar tetap sabar.Aku beruntung masih dikelilingi orang-orang yang peduli padaku.


Dua malam aku dirawat dirumah sakit,pagi ini aku diperbolehkan pulang kerumah dan harus beristirahat,Citra menjemputku,dia membawa semua barang-barangku kedalam taxi,semua biaya rumah sakit juga Citra yang membayarnya,sebab aku belum bisa mengambil tabunganku di ATM.

__ADS_1


Setengah jam aku dan Citra sampai didepan halaman rumahku,kami masuk bersama-sama,diteras depan Pak Rt dan Istrinya sudah menunggu diteras,rupanya beliau sudah mendengar kabar tentangku,dengan jalan pelan aku menghampirinya.


"Assalamualaikum,nak Ayu" Bu Rt berucap seharusnya aku yang mengucapkannya.


"Waalaikumsalam Bu,Pak," aku menyambut uluran tangan Bu Rt dan Pak Rt diikuti Citra setelahnya.


Segera aku membuka pintu dan mempersilahkan tamuku untuk masuk,sedang Citra sedang membawa barang-barangku masuk kedalam.


"Silahkan duduk Bu,Pak,"aku mengikuti duduk didepan sofa mereka.


"Kami turut berduka cita Nak Ayu,atas semua kejadian yang dialami Nak Ayu,kemarin saya sempat datang kerumah almarhum Nak Rico dan tidak mendapati Nak Ayu ada disana,apakah ada sesuatu yang telah terjadi,maaf bukan saya lancang tapi omongan dari para pelayat kemarin yang ada disana,katanya kematian Nak Rico disebabkan karena pertengkarannya dengan Nak Ayu?"tanya Bu Rt penasaran.


"Bu udah,nggsk sopan kayak gitu" ucap Pak Rt sungkan


"Tidak apa-apa Pak,benar Bu,kemarin sempat terjadi kesalah fahaman tapi alhamdulilah sebelum suami saya meninggal kami sudah baikkan," jelasku


"Maaf ya Nak Ayu,bukan kami mengungkit masalah Nak Ayu," ucap pak Rt tidak enak hati.


"Sebentar saya ambilkan minum dulu,permisi" aku berdiri ingin pergi kedapur


"Tidak perlu repot-repot Nak Ayu,kami hanya ingin memastikan Nak Ayu tidak apa-apa," Bu Rt mencegahku.


"Kamu nggak usah kedapur Yu,ini aku juga sudah membuatkan minuman untuk Bu Rt dan Pak Rt,kamu belum boleh terlalu capek juga nggak boleh angkat-angkat barang," Citra datang dengan membawa teh manis 4 gelas.


"Silahkan diminum Pak,Bu,," ucapnya lagi.


"Nggak papa Cit,,masak aku duduk terus dari tadi?? aku kan juga pengen gerak kayak biasanya" ucapku pada Citra


"Memangnya kenapa Nak Citra,sampai Nak Ayu tidak boleh capek" Bu Rt bertanya dengan penasaran.


"Begini Bu,setelah dari pemakaman Rico,Ayu pingsan dan saya bawa kerumah sakit,waktu diperiksa Dokter katanya janin yang ada didalam perut Ayu jantungnya sudah tak berdetak lagi dan terpaksa harus dikeluarkan,kalau tidak bisa membahayakan nyawa Ayu," jelas Citra.


"Astagfiruallah,benar Nak Ayu??"


Aku menanggukkan kepalaku sebagai jawaban.


"Saya turut berduka Nak Ayu,kamu harus sabar menghadapi musibah ini Nak Ayu,Allah sedang menguji Nak Ayu,untuk meningkatkan derajat Nak Ayu,bersabarlah setiap ada cobaan pasti ada hikmahnya," ucap Pak Rt.


"Iya Pak Rt,terima kasih masih peduli sama saya dan menjenguk saya kemari,terima kasih,"ucapku dengan berlinang air mata,aku tak bisa membendungnya lagi.


Masih ada orang yang perduli padaku disaat orang yang menjadi orang tua bagiku malah meninggalkanku sendiri dan tak lagi menjadi tempat mengadu serta menghiburku disaat kesusahan.

__ADS_1


__ADS_2