
Aku terus menunggu didepan rumah sakit untuk bisa melihat Rico yang terakhir kalinya walaupun tidak bisa melihat wajahnya.Dengan menahan sakit dibagian tubuhku serta perutku yang masih terasa kram aku sabar menunggu.
"Sabar ya nak,,kita lihat Ayah dulu untuk salam perpisahan," ku usap perutku agar tidak kram lagi.
Selang beberapa jam akhirnya mobil jenazah mengantarkan Rico kerumah orang tuanya diiringi dengan beberapa mobil juga mengikuti.
Hari semakin malam,aku putuskan untuk pulang kerumah mengistirahatkan badanku,aku tidak mau terjadi sesuatu dengan janinku ini.
Dengan langkah gontai aku memasuki rumah yang tadi pagi masih ada canda tawaku dengan Rico,hatiku sakit mengenangnya,aku masuk kamar dan membersihkan badan untuk melaksanakan sholat.
Aku mengadu pada Sang Pencipta tentang apapun yang aku alami hari ini,dengan berlinangan air mata aku mendoakan Rico,suamiku yang telah meninggalkanku untuk selamanya.Aku terduduk cukup lama sebelum memutuskan untuk mengisi perutku.
Telur ceplok dan nasi putih menjadi menuku,tapi rasanya hambar aku tak berselera untuk makan karena masih memikirkan Rico,aku paksa agar makanan ini masuk perutku aku juga tidak mau terjadi sesuatu dengan anakku.
Lima sendok akhirnya masuk dalam perutku dengan susah payah aku menelannya.
Aku masuk kekamar dan membaringkan tubuhku ini di ranjang,aku masih menghirup aroma tubuh Rico yang tertinggal dibantal,ku peluk dengan erat.
Tangisku kembali muncul mengingat kejadian yang tadi ku alami bersama Rico,setiap kenangan yang kami lalui kembali teringat dalam fikiranku.
Kupejamkan mata ini untuk mengistirahatkan badanku,tapi mata ini tak bisa,sampai beberapa jam aku tak bisa tidur,aku putuskan untuk datang kerumah Rico.
Setelah mengunci pintu aku menaiki motorku,dengan kecepatan sedang aku sampai dirumah Rico dua puluh menit.
Didalam masih banyak pelayat yang datang walau dini hari.
Aku juga melihat Tante Rina dan suaminya serta anak-anaknya.
Aku tepikan motorku diseberang jalan,agar Mama dan yang lain tidak mengetahuiku,aku mendekat disamping pagar untuk bisa melihat kedalam,untung banyak mobil yang terparkir disamping pagar jadi aku tidak akan ketahuan.
Kuarahkan mata ini untuk mencari dimana Rico disemayamkan,setelah cukup lama karena banyak orang datang aku bisa melihatnya,wajah yang kurindukan terlihat pucat,berbaring dan tak bernyawa.
__ADS_1
"Byy aku rindu kamu,kenapa kamu nggak bertahan untuk aku dan anak kita,??
kenapa kamu ninggalin aku Byy??" tangisku pecah aku berbicara sendiri sambil melihat wajah Rico,wajah yang aku rindukkan.
Aku masih bertahan disamping pagar untuk bisa melihat suamiku,namun terdengar suara mendekat kearahku,aku segera bersembunyi agar tidak terlihat.
"Mbak,kenapa Ayu nggak diajak kesini??
bagaimana pun dia itu istri Rico,dia juga berhak atas itu apalagi dia sedang mengandung anak Rico,,"Tante Rina berbicara
"Dia itu yang sudah bikin Rico celaka dan sampai meninggal,aku tak sudi dia disini ada disini,dia juga ketahuan selingkuh dengan pria lain,Reni yang memberi tahuku ,dia menunjukkan foto saat Ayu bersama pria itu berpelukkan,bagaimana aku bisa dengan melupakkan semuanya itu,anakku meninggal gara-gara dia,,!!" hatiku sakit mendengarnya.
Semua tuduhan yang ditujukkan padaku tidak benar,Tante Reni menfitnahku,tapi aku bisa apa??
Mama sudah membenciku,beliau sudah terlalu kecewa denganku.
"Kita belum tau yang sebenarnya mbak,mungkin Reni salah faham,kita harus mendengarkan penjelasan Ayu dulu,jangan buru-buru menuduh seperti ini,kasihan Ayu mbak dia sebatang kara,"Tante Rina terus saja membelaku
Setelah itu aku tak mendengar suara tangis Mama lagi,aku berajak pergi memutuskan untuk pulang.
Besok pagi aku akan datang kepemakaman Rico untuk bisa mengantarnya untuk yang terakhir kalinya.
Malam semakin dingin aku berbaring diranjang dengan memeluk baju Rico yang belum sempat aku cuci,baju yang masih terasa bau badan Rico.
Lama kelamaan aku bisa memejamkan mata ini.
Aku terbangun saat mendengar suara adzan subuh,segera aku mandi dan melaksanakan sholat.
Aku memesan makanan oneline untuk aku sarapan,
aku memasukkan beberapa suap agar janinku tidak kekurangan gizi.Aku segera menuju tempat kepemakaman,begitu banyak orang yang datang,keluarga Mama banyak yang menyempatkan datang walaupun jauh rumah mereka.
__ADS_1
"Ayu,,,!!!" ku palingkan wajahku dan mendapati Citra datang untuk berziarah.
"Aku turut berduka cita Yu,maaf aku baru bisa datang," ucapnya sedih
"Maaf juga gara-gara aku Rico menjadi begini dan kamu nggak diperbolehkan mertuamu untuk menemani Rico saat terakhirnya." lanjutnya
"Nggak papa Cit,kemarin sebelum Rico menghembuskan nafas terakhir kami sempat berbicara dan dia juga sudah tau yang sebenarnya dan meminta maaf padaku,"air mataku sudah jatuh kembali,
aku dan Citra duduk agak menjauh dari tempat pemakaman Rico agar keluarga mertuaku tidak mengetahuinya.
"Bagaimana kamu tau kejadian kemarin?" tanyaku binggung
"Kemarin setelah dari kamar mandi,aku melihatmu terburu-buru keluar dari tempat kita makan,terus Erik menghampiriku dan menceritakan semua yang terjadi padamu dan juga Rico yang salah faham,sempat aku marah dengan Erik karena tak berusaha menjelaskannya pada Rico,"jedanya
"Aku dan Erik berusaha mengejar mobil yang kalian tumpangi tapi motor yang Erik bawa malah mogok ditengah jalan,terpaksa kami kebengkel dulu sebelum pergi ketemu kalian,aku membawa Erik kerumahmu tapi sampai disana tetangga kamu bilang kalau Rico dan kamu kecelakaan jadi aku memutuskan mencari tau rumah sakit mana yang menangani kecelakaan,Erik yang ikut mencari tiba-tiba mendapat telpon dari keluarganya kalau Ayahnya sakit,jadi mau tidak mau aku juga pulang karena ibuku juga memintaku untuk segera pulang," jelasnya panjang lebar
"Ke esokkan harinya aku kerumah orang tua Rico,aku kaget karena banyak orang datang dan terpasang bendera kuning didepan rumahnya,segera aku mendekat dan sampai didalam aku terkejut saat mendapati Rico terbujur kaku dan mertua kamu menangis di sebelah jenazah Rico,
aku bersalaman padanya dan juga sepupu Rico yang namanya Suci,waktu aku nanyain kamu katanya kamu nggak boleh datang kesana dan mertua kamu marah sekali atas kejadian ini," aku masih menyimak cerita Citra dengan sesekali mengusap air mataku.
"Aku langsung berpamitan dan pergi kerumah kamu,tapi kamu sudah tidak ada dirumah,aku berfikir kamu pasti kepemakaman untuk bisa melihat Rico yang terakhir kalinya walau dari jarak yang jauh,ternyata keputusanku untuk kesini tidak sia-sia,maafkan aku Yu,membuat keluragamu yang baru seumur jagung menjadi berantakan," Citra ikut menangis
"Ini sudah menjadi takdir Cit,aku pun hanya bisa pasrah,aku ikhlas menerima semau ini,aku juga ikhlas melepas Rico untuk selamanya agar dia bahagia disana,aku bersyukur disaat terakhirnya Rico aku masih bisa menemaninya dan meminta maaf tak bisa membahagiakannya," ucapku berlinang air mata.
" Setelah ini aku akan merawat janin yang aku kandung sendiri,aku juga akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk anakku,hanya ini yang aku punya dari Rico," aku menangis tersedu-sedu dipelukkan Citra,hanya dia yang datang untuk menjadi sandaranku saat ini,menikmati cobaan yang Allah berikan padaku.
Aku memandangi gundukkan yang baru selesai di taburi bunga-bunga diatasnya,pelayat sudah membubarkan diri dan hanya tersisa aku dan Citra,kami datang sesaat setelah keluarga Rico meninggalkan area pemakaman.
"By,assalamualaikum,,aku datang By,maaf aku baru bisa datang,semoga kamu tenang disana,aku juga akan berusaha bahagia disini,aku akan menjaga anak kita By,buah hati kita yang selama ini kamu nantikan,aku akan kuat menjalani ini semua untuk anak kita,kamu yang tenang disana By,semoga kelak kita bisa bertemu di kehidupan yan akan datang insyallah,,
aku pamit By,aku akan sering-sering datang untuk mengunjungimu," ku tabur bunga yang aku beli tadi di atas pusaran suamiku.
__ADS_1
Saat beranjak tiba-tiba pandanganku kabur dan aku tak ingat apa-apa setelah itu.