PaCAR 5 HARI

PaCAR 5 HARI
BAb 15


__ADS_3

Rencana hari ini aku akan datang kepabrik almarhum ayah untuk melihat-lihat perkembangan pabrik yang dulu dirintis ayah,sudah lama juga aku tidak berkunjung untuk melihat para pekerja yang ada di sana.


Uang hasil dari pabrik sebagian ku sumbangkan pada panti jompo dan panti asuhan,semoga menjadi ladang pahala untuk orang tuaku di akhirat,sebagian lagi aku simpan untuk tabunganku dan biaya kuliahku,walaupun semua biaya sudah ditanggung kampus tapi ada biaya lain-lain yang tidak termasuk beasiswa.


"Selamat pagi Bang Tohir,"ucapku kala melangkah masuk dalam pabrik


"Selamat pagi mbak Ayu,apa kabar lama tidak datang kesini??" ucapnya


"Maaf bang,saya sibuk kuliah dan bekerja," ucapku


"Silahkan duduk dulu,saya akan menyelesaikan ini sebentar," ucap bang Tohir.


Dia segera menyelesaikan pekerjaan mencetak krupuk dan mencuci tangannya.Sambil berjabat tangan bang Tohir duduk disampingku.


"Kenapa mbak Ayu malah bekerja,apakah uang dari sini tidak cukup untuk biaya kehidupan mbak Ayu,,"bang Tohir heran


"Lebih dari cukup Bang,uang yang Bang Tohir kasih saya sumbangkan kepanti jompo dan panti asuhan,sisanya saya tabung untuk kebutuhan mendesak," jelasku


"Oh saya kira uang dari sini tidak cukup,bagaimana dengan pekerjaannya mbak?"


"Alhamdulilah lancar dan bos nya pun baik," ucapku


"Alhamdulilah,"


"Bagaimana perkembangan pabrik bang,apa ada kendala dalam mengelolanya,?" tanyaku


"Alhamdulilah mbak tidak ada,pengiriman selalu tepat waktu tak ada pelanggan yang komplen,karena saya masih mempertahankan resep yang di ajarkan oleh almarhum ayah mbak Ayu," jelasnya.


" Alhamdulilah kalau begitu,saya harap pabrik ini akan terus berproduksi dan sukses ditangan Bsng Tohir dan kawan-kawan,semoga menjadi ladang rezeki untuk kita sampai nanti,," doa ku


"Aminnnn,makasih mbak atas kepercayaan mbak Ayu terhadap saya dan kawan-kawan,saya akan menjaga amanah yang Ayah mbak Ayu sampaikan sebelum meninggal," ucap bang Tohir


"Saya pamit dulu bang,ada kuliah pagi hari ini,,Assalamualaikum,,"


"Waalaikumsalam,ya mbak hati-hati."


Kulangkahkan kakiku menaiki motor menuju kampus,sesampainya aku langsung masuk dan dosen pun ikut masuk saat aku mendudukkan diri dikursi.Citra hari ini absen lagi mungkin merawat ibunya yang masih sakit,


dua jam pelajaran telah selesai,aku berkemas dan menuju tempat kerja.


Aku bergegas menganti pakaian dan menuju tempat kasir disana terlihat mbak Sinta duduk dan melakukan vidio call,


' mungkin Bayu yang telpon' ucapku dalam hati.


"Wah yang kemarin dapat lamaran,wajahnya cerah amat,!!" mbak Sinta meledek,


"Mbak Sinta bisa saja,muka saya biasa aja mbak kayak biasanya," ucapku malu dan wajahku merona


"Biasa aja sampai wajahnya merona gitu,,!! godanya.

__ADS_1


"Nih yank ada karyawan aku baru aja dapat lamaran tapi sayang aku nggak bisa datang karena ada acara sama Mama,"mbak Sinta menceritakan pada Bayu


"(Karyawan kamu yang mana yank??)" Bayu membalas


"Itu lho yang dulu kenalan sama kamu waktu aku tinggal ngcek barang," ucapnya


"Ohhh itu,," ucap Bayu


" Mbak Sinta ada yang mau ketemu,kayaknya orang yang mau menyuplai barang-barang buat dapur ," Dinda datang memberi tahu.


"Oh,sebentar ya yank,aku tinggal dulu kamu ngobol aja sama Ayu,," ucap mbak Sinta dan beranjak pergi


'kenapa seperti ini lagi kejadiannya!!' ucapku dalam hati.


Mbak Sinta meninggalkan aku dan Bayu,terjadi keheninggan antara kami berdua,sampai Bayu berbicara


"Selamat Ay,atas pertunanganmu," ucapnya


"Terima kasih Bay,," balasku


Seterusnya kami tak melakukan percakapan,kami larut dalam fikiran masing-masing.


Sampai mbak Sinta datang kembali.


"Maaf yank agak lama,ada sedikit masala sama orang yang mengirim barang," ucapnya,


"(Tapi udah beres urusannya?)" Bayu bertanya


"(udah tadi)" jawabnya.


"Ayu aku tinggal ya," mbak Sinta berjalan keruangannya dan masih melakukan vidio call


"Iya mbak," jawabku


Waktu menunjukkan pukul sembilan,semua karyawan yang bekerja segera membersihkan tempat dan menutup kafe,mbak Sinta juga sudah bersiap untuk pulang, aku segera mengganti baju dan bersiap pulang juga,saat tiba didepan pintu masuk aku melihat Rico sudah bersandar disamping pintu mobilnya sambil melihat aku keluar dari kafe dan memasang senyumnya.


Siapa yang tidak akan terpikat dengan senyum menawan Rico dengan tinggi badan yang ideal,kulit putih ,dan hidung mancung.


"Assalamualaikum Ay," ucapnya saat aku mendekat kearahnya.


"Waalaikumsalam,ada yang mau kamu cari Co? kok malam-malam ada disini?" tanyaku basa-basi.


Padahal aku tau kalau dia ingin menjemputku


"Sengaja aku kesini Ay,mau jemput kamu udah malam juga,aku nggak mau terjadi sesuatu sama kamu,," ucapnya dengan nada khawatirnya.


"Aku kan bawa motor Co,terus nanti ditaruh dimana,?" kataku


"Nitip dulu sama bos kamu,besok aku anter kalau kerja,bos kamu masih disini kan?" tanyanya

__ADS_1


"Masih,tapi aku nggak enak Co,"


" Biar aku yang ngomong sama bos kamu,"


Terlihat mbak Sinta keluar dan bersiap mengunci kafe,


"Maaf menggangu mbak,"ucap Rico sopan


"Iya ada perlu apa ya mas,??"jawab mbak Sinta


"Perkenalkan saya tunangan Ayu,saya ingin menitipkan motor Ayu kedalam kafe,karena sudah malam juga saya merasa khawatir kalau Ayu naik motor sendiri,boleh mbak??" Rico bertanya


"Ohh jadi kamu tunangan Ayu,


boleh masukkan saja motornya kedalam,"ucap mbak Sinta


"Makasih mbak,"


"makasih mbak" ucap aku dan Rico bersamaan.


Setelah memasukkan motor aku dan Rico berpamitan pada mbak Sinta,kami beranjak memasuki mobil dan melajukannya menuju rumahku.


Sesampainya aku tak langsung turun,Rico sepertinya ingin menyampaikan sesuatu


"Ay mulai besok dan seterusnya kamu nggak usah naik motor ya,


tiap pagi aku jemput dan aku antarkan kamu kekampus atau kekafe,aku khawatir kalau kamu berkedara sendiri," jelasnya


"Aku nggap apa-apa Co,kamu nggak usah terlalu khawatir ma aku,


aku nggak mungkin tiap hari harus nunggu kamu jemput kalau kamu sedang sibuk bagaimana?? sedangkan aku juga nggak mau terlambat masuk kerja,


insyallah aku bisa jaga diri,doa kan saja aku dalam lindungan Allah disetiap langkahku," jawabku


"Ini juga perintah mama Ay,takut calon mantunya kenapa-napa," ucapnya lagi


"Bilang sama Mama kalau aku akan hati-hati ,kamu juga sebentar lagi akan skripsi kan?? jadi kamu pasti akan sibuk banget,aku nggak mau menggangu konsentrasi kamu,," ucapku meyakinkan Rico


"Baiklah kalau begitu nanti aku bilang Mama,kamu juga harus sering kabari aku setiap kamu dimana Ay,biar aku nggak terlalu khawatir," ucapnya


"Iya Co,kamu over protektif sekali ma aku,bucin bangett," ucapku meledek Rico dengan tersenyum.


"Aku kan bucin banget sama kamu dari dulu Ay baru nyadar kalau cowok kamu kayak gini," balasnya dengan senyum bangganya.


"Ya udah aku masuk dulu kamu cepet pulang udah malem,terus istirahat,"ucapku


"Kamu juga cepet masuk jangan lupa kunci pintunya,"


"Aku pulang Ay,assalamualaikum,"lanjutnya

__ADS_1


"Waalaikumsalam," aku melambaikan tanganku.


__ADS_2