Pahlawan Terakhir

Pahlawan Terakhir
Chapter 23 : Benteng Utara


__ADS_3

Marie dan Kila telah dikejutkan dengan apa yang terjadi, di benteng itu mereka telah menghancurkan kristalnya namun itu tidak berefek apapun.


Seorang pria yang baru saja mereka terbangkan tertawa.


"Haha untuk menghentikannya kalian harus menghancurkan semua kristalnya, kami berhasil menipu kalian."


Pria itu bernama Vortos, perwakilan dosa marah. Dia memiliki tubuh otot dan bisa merubah tubuhnya menjadi sekeras besi.


"Menyusahkan sekali nyan, kita hanya bisa berharap yang lainnya berhasil menghancurkannya nyan."


"Kalian bisa berharap untuk mereka, tapi kalian tidak akan bisa berharap untuk keselamatan kalian."


Vortos menerjang maju.


Marie dan Kila berhasil berguling ke samping hingga dirinya sendiri yang menabrak bebatuan dari puing-puing reruntuhan tersebut.


Tubuh Vortos berubah menjadi besi seutuhnya. Marie mengeluarkan rantai di tangannya.


"Dia lawan yang sulit dihadapi, Kila sepertinya kamu harus bertarung dengan kekuatanmu."


"Mau bagaimana lagi, aku sebenarnya ahli dalam membuat jebakan bertarung seperti ini bukan gayaku."


Vortos memandang dengan kesal.

__ADS_1


"Di saat seperti ini kalian bisa-bisanya telihat santai, aku benar-benar membenci kalian."


Dia berlari untuk memberikan pukulan besinya, Kila tidak lari melainkan melayaninya dengan pukulan sama hingga keduanya saling berbenturan menciptakan embusan angin di sekitarnya.


"Apa? Pukulanku bisa ditahan."


Marie menyelinap dengan rantainya yang mana menjerat kaki Vortos, dia ditarik lalu diayunkan di udara sebelum di lempar menjauh.


"Ah jadi begitu, aku akhirnya mengingat siapa kau gadis kucing.. kau memiliki ekor dua seharusnya aku menyadarinya."


"Kau tidak tahu aku nyan."


"Aku tahu, kau yang dikatakan sebagai binatang buas tidak terkendali."


Marie melirik ke arah Kila dan memperhatikannya dari dekat.


"Ada sebuah acara bela diri yang dilakukan antar benua yang mengundang berbagai ahli bela diri terkuat untuk bertarung dalam turnamen, saat itu aku tidak mengikutinya namun rumornya menyebar di antara kami bahwa ada gadis kucing yang berhasil memenangkannya dengan mudah sampai final, dia mengalahkan siapapun lawannya tanpa kesulitan dan diberikan gelar sebagai binatang buas. Tidak tahu namanya yang jelas dia memiliki dua ekor."


"Yah, kurasa kamu salah orang," Kila berusaha mengelak sayangnya itu tidak berhasil.


Tidak ada demi-human yang memiliki dua ekor bahkan di wilayah demi-human sendiri, Kila adalah seorang yang spesial.


"Aku tidak peduli hal yang terjadi itu, yang jelas jika aku berhasil mengalahkanmu maka aku akan dikenal sebagai ahli bela diri terkuat di benua ini, ini kesempatan yang cukup langka."

__ADS_1


Marie menghela nafas panjang.


"Kurasa lebih baik aku tidak ikut campur, Kila kalahkan dia."


"Eh, curang nyan, aku bertarung sendirian nyan."


Sebelum Marie membalas Vortos sudah lebih dulu menyerang Kila dengan beberapa tinju andalannya.


Kila berhasil menangkisnya namun diserangan berikutnya dia ditendang hingga terlempar jauh.


Ia bangkit selagi menyeka darah di ujung bibirnya.


"Aku masih punya banyak kekuatan, sebaiknya kau bertarung dengan serius binatang buas."


"Aku tidak suka julukan itu nyan."


Kila mengambil bongkahan besar beton di dekatnya lalu melemparkannya ke udara, Vortos menerima dengan pukulannya hingga pandangannya tidak tertutup lagi.


Ia sedikit terkejut bahwa Kila telah menghilang dan muncul di dekatnya


"Di mana dia?"


"Di sini nyan."

__ADS_1


"Kau?"


Dengan lihai Kila menghindari setiap pukulan, dia terus memusatkan kekuatannya di tangan dan ketika itu telah terkumpul dengan baik. Kila baru memberikan balasan.


__ADS_2