Pahlawan Terakhir

Pahlawan Terakhir
Chapter 54 : Undangan Dari Kota Arles


__ADS_3

Satu tahun semenjak penyerangan Orifiel berakhir, kabar tentang guild kegelapan tidak pernah terdengar lagi, itu seperti bahwa mereka sedang merencanakan sesuatu atau sebagainya.


Apapun itu kami memang tidak boleh lengah.


Hari ini kami semua libur dari pekerjaan dan memutuskan lebih bersantai di rumah, aku telah mengambil sofa sebagai tempat nyamanku dan ketika Kila memintanya aku jelas menolaknya.


"Sebenarnya berapa lama kamu akan memakai Sofanya nyan?"


"Seharian."


Belakangan ini aku terlalu banyak bekerja menghabiskan waktu hanya seperti ini sangatlah berharga.


Marie yang mengupaskan apel di tempat duduk lain, menyuapiku dengan lembut.


"Aku tidak tahu kenapa kamu sampai mau-maunya melakukan itu?" protes itu berasal dari Yue yang dibalas tanpa beban.


"Ini sudah tugasku, jika Okta meminta kesucianku aku akan memberikannya."


Aku hanya memasang wajah pucat, dia benar-benar ingin membuatku terlibat dengannya seumur hidupnya.


Aku sedikit takut, di sisi lain Noel menatapku dengan pandangan berbinar.


"Tolong suruh aku juga."


Rasanya makin ke sini kepribadian kami semua tampak parah. En yang sebelumnya di luar perkarangan rumah masuk selagi menunjukan amplop di tangannya.


"Kita dapat surat undangan."

__ADS_1


"Surat undangan, Kila kamu membuat masalah lagi."


Atas pernyataan Yue, Kila menggelengkan kepalanya beberapa kali. Aku ingat bagaimana dia selalu membuat keributan dengan memasang jebakan di tempat-tempat umum sebagai lelucon.


"Hari ini maupun kemarin aku tidak melakukan apapun nyan."


"Lalu?"


En yang telah membaca isinya melanjutkan.


"Dari bangsawan kota Arles, ia meminta kita untuk datang, untuk detailnya akan diceritakan nanti."


"Bukannya surat itu terdengar mencurigakan, mungkin saja dia merencanakan hal jahat pada kita, aku tidak bisa membayangkan sisi gelap bangsawan yang akan kita terima."


Satu-satunya orang yang mencurigakan di sini tentu saja Noel, reputasi kami sebagai petualang telah naik jadi tidak aneh jika beberapa bangsawan memilih memberikan pekerjaan untuk kami secara khusus. Terlebih surat ini sebelumnya dikirim ke guild karena kami tidak pergi ke sana suratnya segera dikirim ke kediaman kami.


Semua orang mengangguk mengiyakan, bagaimana pun tidak ada yang pernah benar-benar pergi ke sana.


Aku mengunjungi guild dengan En dalam bentuk pedangnya, tidak ada siapapun yang sadar bahwa pedang yang aku bawa merupakan pedang suci, semenjak tiruan pedang ini beredar di pasaran hampir mustahil untuk mengira bahwa ada yang asli di antara mereka.


"Okta, apa suratnya sampai ke tanganmu?"


"Aku sudah menerimanya."


"Maaf harus menyerahkannya seperti itu, aku takut kalian tidak akan datang ke guild dan kami masih sibuk di sini tanpa bisa mengantarnya."


"Aku tidak keberatan."

__ADS_1


Aku datang pada sore hari dan surat ini dikirim pagi tadi, karenanya jeda waktunya cukup terlihat.


"Semua petualang terlihat bersemangat."


"Iya, kami kedatangan banyak orang yang ingin bergabung di guild, tidak ingin kalah dengan pemula mereka juga malah jadi sedikit lebih keras dalam bekerja."


"Aku bisa melihat itu."


"Aku ingin mengambil quest ini," kata salah satu petualang.


"Eh, tapi kalian baru kembali."


"Tidak masalah."


Resepsionis di sebelahku berharap bahwa mereka akan baik-baik saja dan tidak memaksakan diri lebih dari seharusnya.


Aku mulai menanyakan soal kota Arles dan resepsionis membalas dengan bersemangat.


"Kota Arles adalah kota yang indah, itu sebuah kota dengan pemandangan indah dan semua orang di sana memproduksi keju terbaik."


"Keju?"


"Tidak hanya itu, mereka juga memiliki banyak pemandian air panas... kamu bisa bersantai di sana."


"Heh begitu."


"Itulah yang aku ingat, saat kecil aku pernah ke sana untuk berlibur dengan orang tuaku... tapi, saat pemilik tanah mengirim surat ini pasti terjadi sesuatu di sana."

__ADS_1


Aku juga menduga hal itu, terlebih kami diminta datang secepatnya.


__ADS_2