
Dibandingkan kami aku lebih kagum terhadap Fel, dia datang kemari sendiri hingga mencapai lantai terakhir hanya untuk meletakkan pedangnya di sana, sementara kami harus bersusah payah seperti sekarang.
Puluhan kadal telah bermunculan dari dalam aliran sungai, aku menggunakan pedangku yang rusak untuk mengalahkan mereka.
Bunyi teriakan menggema di sekeliling dengan darah yang mengalir di sekitarnya.
Aku segera bangkit dan melihat bahwa semua rekanku telah kelelahan, mereka perlu istirahat termasuk aku juga. Pada akhirnya kami mengambil sebuah gua di belakang air terjun sebagai tempat sementara.
Yue mengeluarkan kayu bakar dari sihir penyimpanannya dan mencoba membuat sup hangat untuk kami semua.
"Tempat ini terlalu berbahaya nyan, kakiku sampai lemas nyan."
"Aku juga berfikiran sama, aku bahkan memikirkan untuk kembali saja dan melupakan soal pedangnya."
Mendapatkan jawaban spontanku mereka berempat melirikku heran.
"Aku tahu, karena sudah sejauh ini kita tidak bisa kembali," kataku demikian.
Mereka mengangguk mengiyakan. Jelas tidak ada yang berfikir untuk kembali. Walau melelahkan perjalanan ini tidak begitu saja menjadi sia-sia.
Kami sempat melihat sebuah area tambang yang dipenuhi berlian, jika kami mendapatkannya itu sudah cukup untuk menjalani hidup kami bermewah-mewahan dan tak perlu mempertaruhkan nyawa lagi.
__ADS_1
Hanya saja tempat itu dijaga oleh seekor naga kristal.
Kami menerima sup buatan Yue selagi membicarakan sebuah strategi.
"Jadi apa kita akan mengalahkan naga kristal tersebut?"
"Iya, bagaimanapun kita juga perlu uang dan ini kesempatan bagus."
Noel paling bersemangat.
"Jika aku memiliki banyak uang, aku tak perlu khawatir dengan orang-orang di panti asuhan lagi."
"Aku belum punya kepikiran untuk pensiun nyan, walau kaya aku akan tetap bekerja seperti ini nyan."
Semua orang juga memiliki pemikiran hal sama. Uang hanya alasan kedua, alasan pertama kami adalah mencari petualangan.
Setelah beristirahat kami memutuskan kembali ke area pertambangan, tidak lupa aku juga memasukannya ke dalam peta yang telah aku buat.
Seseorang harus melakukan ini agar saat kami kembali semuanya tidak terlalu sulit dan nantinya seseorang selain kami bisa tiba di tempat ini juga dengan mudah.
Kami bersembunyi di balik batu selagi memperhatikan seekor naga tertidur jauh di sana.
__ADS_1
Tidak ada rencana tertentu, kami hanya akan bertarung dengannya dan melihat siapa yang menang.
Yue mengarahkan tangannya untuk menciptakan api raksasa yang sepenuhnya membakar naga tersebut, dengan tubuhnya yang keras itu tidak berarti apa-apa untuknya.
Walau tidak berarti paling tidak serangan tersebut menjadi aba-aba untuk kami bergerak.
Marie melompat ke udara sembari mengayunkan rantainya, di saat yang sama Kila dan Noel berputar untuk menyerang dari belakang sementara aku dari depan.
Pola serangan naga kebanyakan menggunakan ekornya jadi kami harus berhati-hati untuk itu.
Yue yang tadinya fokus dengan serangan jarak jauh berubah menjadi ke arah pendukung untuk melindungi kami, memberikan peningkatan fisik serta penyembuhan jarak jauh.
Dari awal hal yang membedakan kelompok kami dengan kelompok lainnya adalah keberadaan Yue, bagi kami kekuatannya sama dengan beberapa orang yang memiliki job berbeda berlevel tinggi.
Bahkan hanya kami berlima sudah lebih kuat dibandingkan puluhan orang
Noel melompat mengayunkan pedangnya, ia membuang perisainya agar memegangnya dengan dua tangan, tebasannya memotong ekor naga kristal hingga putus.
Di saat naga akan menyemburkan nafas api mulutnya telah tertutup rantai Marie, Kila melompat ke udara memberikan pukulan kuatnya yang mengenai punggung naga, menciptakan retakan di bawah perutnya, sebagai serangan akhir dari tanganku tercipta sebuah petir yang aku alirkan di pedangku.
Dengan sekali tusukan naga tersebut tewas seketika.
__ADS_1