Pahlawan Terakhir

Pahlawan Terakhir
Chapter 61 : Roh Burung Fresisca


__ADS_3

Aku menghela nafas panjang sebelum sekali lagi menengadah untuk melihat puncak pohon dunia yang tersembunyi di belakang awan putih.


Sementara itu Yue menjelaskan apa yang kami minta pada Fresisca.


"Jadi begitu, yah aku tidak keberatan... tapi sebagai gantinya bolehkah aku memesan banyak makanan manis."


"Roh suka makanan manis, Noel."


"Aku baru tahu itu Marie."


Kalian berdua kenapa berbisik-bisik, mereka membuat seolah roh itu makhluk asing atau sebagainya.


Kila disisi lain menyentuh pipi Fresisca untuk memastikan bahwa tangannya tidak menembusnya.


"Hentikan itu, aku mohon."


"Kulitnya lembut nyan, Okta kamu mau coba juga."


"Aku jelas tidak usah."


Jika dia memintaku untuk menyentuh dadanya, aku jelas tidak akan menolak. Mari abaikan pikiran bodohku barusan.


Setelah obrolan ringan, Fresisca berubah menjadi burung dan kami naik ke punggungnya, aku membantu Marie untuk naik juga sebelum kami benar-benar terbang ke atas. Tapi Marie malah duduk di pangkuanku.


"Marie kurasa kau..."


"Aku lebih nyaman duduk seperti ini."


Aku hanya mendesah pelan dan membiarkannya saja.


"Aku akan menaikkan kecepatannya harap berpegangan lebih kuat lagi."


Kami telah menembus lantai 100, 105, 110 dan di lantai 150 tiba-tiba Fresisca berhenti bergerak.


"Sepertinya ini akan sulit."


Aku memperhatikan apa yang coba Fresisca maksud, di lantai 150 banyak kelelawar raksasa yang menghalangi kami untuk naik.

__ADS_1


En menyela.


"Tidak ada cara lagi selain melawan mereka sambil menerobos."


"Bertarung di tempat seperti ini akan sulit nyan."


"Itu juga benar, yang lebih mudah langsung menyerangnya dari sini."


Yue berdiri dan ia menciptakan lingkaran sihir dengan jumlah mengagumkan.


"Mari ledakan mereka dari sini."


"Sesuai yang diharapkan dari Yue nyan, dia senjata kita nomor satu."


"Jangan memperlakukanku seperti alat."


"Cuma bercanda nyan... kita juga punya senjata lain, kita lempar Noel sebagai pengalihan nyan dan kita bergerak maju."


Kau ini iblis kah?


Yang satu ini juga makin parah.


Kami tidak ingat menyepakati hal mengerikan seperti itu, jadi ditolak.


"Demi kalian semua, Okta lempar aku."


"Lempar jidatmu, Yue mohon mulai serangan, dan kita akan membantu."


"Baik."


Marie akhirnya bangun dariku untuk mempersiapkan senjatanya begitu yang lainnya, saat Yue membombardir para kelelawar akan ada beberapa kelelawar yang berhasil meloloskan diri dan di saat itulah peran kami tiba.


Setelah cukup lama menghabiskan waktu kami melanjutkan perjalanan. Beruntung bahwa Fresisca begitu kuat hingga dia tidak merasa kelelahan karena terus mengepakkan sayapnya.


Kami naik ke lantai 500 dan saat kami sadari itu sudah lantai terakhir.


"Kalau begitu aku akan menunggu di sini."

__ADS_1


"Terima kasih Fresisca, kami pastikan akan mentraktirmu makanan banyak dan enak."


"Aku menantikannya."


Terhadap perkataanku Fresisca tampak bersemangat. Kalau begitu mari bergerak.


Kami hanya bergerak beberapa langkah dan sebuah bangunan perpustakaan telah menyambut kami.


"Jika perpustakaan dibangun di atas seperti ini, maka sudah jelas tempat ini tidak ingin dikunjungi banyak orang, aku berfikir mungkin kita akan dilarang masuk."


Apa yang dikatakan Yue mungkin benar juga, bahkan setelah memastikannya, pintunya sendiri terkunci.


"Mari coba belnya."


Marie menekannya dan beberapa saat kemudian pintu terbuka sedikit menampilkan wajah seseorang gadis kecil.


"Apa yang kalian inginkan? Aku tidak berminat dengan barang yang kalian tawarkan pergi saja."


Dia malah memperlakukan kami sebagai seles sesat.


"Ada sesuatu yang harus kami tanyakan bisakah kami masuk?"


Gadis itu melihat kami dengan pandangan menilai.


"Kalian sudah jauh-jauh datang kemari, masuklah."


"Terima kasih."


Pintu terbuka dan menampilkan deretan rak-rak tinggi berisi berbagai buku yang tidak aku ingin hitung jumlahnya, paling tidak itu sekitar ratusan ribu atau jutaan, orang yang membuka pintu adalah seorang gadis kecil dengan telinga lancip serta rambut ungu panjang bergelombang.


Yap, dia seorang elf.


"Gadis ini imut nyan, pipinya sangat gemoy."


"Hentikan itu, umurku sudah lebih lama darimu."


Aku kira lebih baik segera menghentikan Kila sebelum dia benar-benar marah.

__ADS_1


__ADS_2