
Sebelum aku belajar hal itu, aku mulai berlatih dengan hal dasar seperti latihan fisik, duduk di bawah air terjun kemudian berlatih pernapasan di bawah sinar matahari.
Awalnya aku berfikir apa yang aku lakukan, tapi seiring waktu aku mengerti, aku menyerap sinar matahari ke dalam tubuhku dan itu menjadi sebuah energi yang kemudian terkumpul secara perlahan.
Ketika aku membuka telapak tanganku aku bisa memunculkan percikan api.
"Owh, ini keren."
"Hal itu belum seberapa, yang kamu pelajari berikutnya baru luar biasa."
Saat hujan tiba aku berdiri di atas tebing tinggi, suara petir menggelegar hingga rasanya aku ingin turun saja dari tempat ini.
"Biarkan dirimu tersambar petir."
"Ini terlalu gila, apa aku harus melakukan ini setiap akan bertarung."
"Ini demi jurus pamungkas."
Jurus pamungkas apanya? Dia membuatku seperti sebuah wadah saja.
Aku mengumpulkan semua tekad yang aku punya, dan saat petir menyambarku, aku jatuh dengan wajah gosong.
Rambutku juga jadi afro.
Penampilanku memang buruk tapi itu lebih baik dibandingkan mati.
"Kerja bagus."
"Bagus jidatmu."
"Itu perkataan yang sering aku katakan saat jadi pahlawan."
Dia malah lebih tertarik dengan itu.
__ADS_1
Selama sisa waktu latihan telah aku jalani dengan baik, dan sisanya adalah kembali ke kota labirin.
Aku dan Yue berpamitan pada kedua orang tuanya sebelum melangkah pergi, entah kenapa langit lebih cerah dari yang aku bayangkan.
"Apa mereka akan baik-baik saja?"
"Iya, mereka akan jadi orang berbeda saat berhasil menyelamatkan dunia ini."
Sekembalinya ke mansion Marie, Kila dan Noel menyambut kedatangan kami dengan sebuah pesta besar-besaran.
Kila memelukku dengan wajah menangis.
"Akhirnya kalian berdua kembali nyan, hueeeh."
"Ada apa?" tanyaku.
Noel menggaruk kepalanya lalu menjelaskan.
"Banyak quest yang kami kerjakan hanya menjadi kegagalan, itu membuat reputasi kami jadi buruk di guild."
Dunia petualang memang sangat keras.
Marie memotong.
"Soal itu kita bisa bicara nanti, mari berpesta."
"Benar, hari ini aku juga ikut membantu."
"Kelihatanya enak," tambah Yue.
Berkat keduanya Kila tersenyum kembali.
Terlepas bagaimana kepribadian mereka, aku senang bisa kembali ke rumah ini.
__ADS_1
***
Aku tadinya ingin segera pergi ke wilayah selatan namun sebaiknya aku juga berfikir untuk menaikan reputasi kami dulu di kota labirin beberapa Minggu ke depan.
Kami mengunjungi guild dengan kelompok lengkap. Resepsionis tampak bersinar saat melihatku.
"Okta akhirnya kamu kembali, kudengar kamu telah berlatih cukup lama dan kelihatannya kamu sedikit berbeda."
"Apa benar? Aku merasa masih sama seperti yang dulu."
Anggota partyku juga turut menyangkalnya.
"Dia sedikit berbeda."
"Benar sekali."
"Bagaimana mengatakannya, tatapanmu terlihat seperti pengangguran."
Aku tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Yue, saat aku menerima cermin dari resepsionis dan melihatnya sendiri aku tahu bahwa mataku penuh ketenangan dan percaya diri.
Jadi ini mata pengangguran?
"Lalu apa kalian ingin mengambil quest sekarang?"
"Kami ingin mengambil quest cukup banyak hari ini."
"Aku suka semangat kalian, pilihlah sebanyak yang kalian suka, akan aku urus sisanya."
Kami melakukan apa yang dikatakan oleh resepsionis, dia memang mengurus semuanya, dari jumlah buruan monster yang jumlahnya sangat banyak dan juga lainnya, tentu saja dengan bantuan rekan pekerjanya.
"Semuanya 1000 ekor."
"Aku akan langsung menghitung biayanya."
__ADS_1
"Tolong bantu di sini juga."
Aku sedikit merasa bersalah dengan ini.