
Setiap pukulan Kila berikutnya akan semakin kuat dan semakin cepat, Vortos mampu memblokir beberapa, sementara beberapa lagi sudah cukup membuat tubuhnya mengeluarkan suara aneh dari retakan tulangnya.
Darah menyembur dari mulutnya sebelum dia diterbangkan menukik tanah.
Kila meletakan dua tangannya di pinggang selagi tersenyum senang.
"Itu pukulan spesialku, bagaimana?"
Jika pertanyaan itu diarahkan pada Marie yang memperhatikan dari belakang ia akan bilang itu sudah cukup untuk membunuh seseorang dengan tragis, berhubung yang ia lawan merupakan seseorang yang tidak normal dengan gelar dosa mematikan maka hanya seperti pukulan angin yang berlalu begitu saja.
Vortos mengeluarkan botol penyembuhan dari saku celananya dan itu memulihkan keadaannya sedia kala tanpa luka serta memberikan tenaganya kembali.
"Kamu bercanda nyan, mempunyai ramuan benar-benar curang nyan....Ugh."
Wajah Kila dicengkeram oleh Vortos dengan keras lalu dihantamkannya ke tanah selagi dia berlari menjauh.
Kepala Kila tergerus dengan ganas.
Vortos melompat ke udara, di ketinggian 50 meter ia menjatuhkan sosok Kila ke tanah hingga merobohkan satu bangunan beserta gelombang angin yang begitu kuat. Marie memanggilnya selagi menghalangi wajahnya yang tertiup angin.
"Kila?"
"Sekarang kau merasakan amarahku, bagaimana rasanya dihajar habis-habisan."
Tangan Kila yang terkapar bergerak kecil memaksa Vortos untuk melompat menjauh, seharusnya setelah menerima serangan mengerikan tersebut Kila harusnya sudah cacat namun ia berdiri, menggerakan lehernya ke kiri ke kanan seolah tidak merasakan apapun.
"Aku sedikit pegal di sini."
__ADS_1
"Kau?"
"Sekarang giliranku menyerang."
Kila menekuk kakinya sebelum melesat maju, gerakannya sangatlah kuat hingga menciptakan gelombang sonic.
Vortos menyembunyikan wajahnya dengan dua tangannya yang disilangkan namun, serangan Kila lebih cepat memukul wajahnya, kemudian perutnya dan dadanya.
"Apa-apaan ini?"
Ketika Vortos di terbangkan Kila sudah berada di sana menyambut, ia mengangkat satu kakinya ke udara sebelum akhirnya dijatuhkan mengenai tubuh Vortos dari atas hingga dia menukik ke tanah dengan lubang kawah tercipta di belakang punggungnya.
"Guakh."
Tatapan Vortos memutih hingga menjadi akhir darinya.
Marie menyelinap dari belakang selagi mendesah pelan.
"Kamu benar-benar monster, yah berkatmu tidak banyak orang yang jadi korban. Mari pergi ke tempat berikutnya."
"Siap nyan.... kalian semua juga cepat bergerak nyan."
"Ah iya."
Mereka telah bergerak menuju istana.
Sementara itu di Benteng Barat Yue dan Noel sama sekali tidak mengalami kesulitan yang berarti.
__ADS_1
Noel mengangkat pedangnya lalu merusak kristal tersebut melalui pedang miliknya, di sisi lain Yue menahan setiap bola air yang menyerangnya dari segala arah.
Itu merupakan serangan terkuat dari seorang wanita yang mengaku dirinya dosa keserakahan.
"Bagaimana bisa? Apa-apaan kau ini?"
"Aku hanya gadis biasa."
"Mustahil, tidak ada orang yang memiliki jumlah mana sebanyak itu terlebih bisa menggunakan semua elemen sihir tanpa kesulitan."
Tidak banyak orang yang mengetahui tentang Yue, walau dia terlihat seperti manusia pada dasarnya ia adalah setengah roh. Roh selalu diberkahi mana berlimpah ditambah dari ayahnya yang oper power hal semacam itu bukan sesuatu yang mengejutkan darinya.
Yue membalas dengan perkataan datar.
"Aku akan menyelesaikan ini."
Di tangan Yue tercipta sebuah tombak terbuat dari air, ukurannya cukup besar dan di ujungnya berputar membentuk spiral tajam.
Ketika dia melemparkannya itu menembus tubuh wanita tersebut hingga dia terdorong sejauh puluhan meter sebelum akhirnya meledak.
"Wanita yang malang, kalau tidak salah namanya Wis bukan."
"Sepertinya begitu," jawab Yue tidak peduli.
Ketika kecil Yue kerap mendengar cerita Fel tentang dirinya yang melawan tujuh dosa mematikan, dibandingkan apa yang diceritakannya dosa mematikan ini tidak lebih kuat dari itu.
Yang membuat penasaran hanyalah siapa yang membentuk mereka dan berusaha merusak negara ini.
__ADS_1