Pahlawan Terakhir

Pahlawan Terakhir
Chapter 58 : Melawan Lich


__ADS_3

"Kami juga akan segera melenyapkanmu juga nyan."


"Mari kita lihat seberapa kalian mampu."


Lich itu berdiri dengan beberapa bola bercahaya mengelilinginya, setiap bola cahaya menciptakan lingkaran sihir sesuai warna mereka.


Biru untuk air.


Merah untuk api.


Hijau untuk angin.


Kuning untuk tanah dan hitam untuk kegelapan. Kecuali sihir suci ia bisa melakukannya.


Yue menciptakan dinding es untuk menahan peluru tersebut, sebelum itu hancur kami sudah bergerak maju juga.


Kila melompat untuk memberikan pukulan yang mampu di tahan Lich tersebut, di saat yang sama aku juga turut muncul untuk menebaskan pedangku.


Noel mengikuti pergerakanku untuk mengambil sisi berbeda, seolah berfungsi sebagai pelindung, pedang kami langsung tertahan oleh bola-bola di sekelilingnya lalu melemparkan kami ke udara secara bersamaan.


Setelah kami terlempar Marie dan Yue menggantikan kami dalam serangan.


"Marie."


"Baik."


Marie menyerang lebih dulu secara brutal untuk membuat Lich dalam posisi terdesak, di saat yang sama Yue mengambil alih dengan cepat. Dia mengulurkan tangannya lalu dengan sebuah sihir kuat, cahaya menyilaukan menelan seluruh keberadaan Lich tersebut.


Alih-alih hancur makhluk tersebut hanya menutupi matanya dengan tangan selagi tersenyum penuh arti.


"Benar-benar sihir yang murni, sayang sekali tapi sihir suci tidak begitu mempengaruhiku, jika itu berhasil aku tidak mungkin disegel di tempat ini."


Dia hanya bisa dikalahkan dengan sihir suci tingkat atas, ini bukan pertama kalinya kami bertemu dengan makhluk seperti ini.

__ADS_1


"Aku terlalu kuat."


Yang dia katakan memang benar, kendati demikian kami tidak begitu saja menyerah dan terus menyerangnya.


Melalui teknik pedangku aku terus mendorongnya ke belakang, tepat saat dia hendak memunculkan sihirnya, itu pecah berkeping-keping.


"Apa yang?"


Dia melirik ke arah Yue yang mengirimkan serangan tersebut.


"Dia menghancurkan sihirku."


Ini adalah teknik Yue yang dipelajarinya belakangan ini. Noel melompat ke udara untuk memberikan tebasan mematikan. Lich menghindarinya setipis kertas sebelum berputar selagi menendang wajahnya hingga menukik ke dinding.


Kila mengambil celah dari belakang sementara aku dari depan.


Pedang dan pukulan kami ditahan dengan tangan kosong namun Marie datang selanjutnya membuat bola besinya menghantam perutnya hingga gantian Lich tersebut yang terbang menabrak dinding.


Sebelum dia bisa bangkit pedangku sudah menembus dadanya.


Masih ada waktu untuk tubuhnya menghilang karena disucikan, jadi aku menggunakannya untuk bertanya.


"Kenapa kau mencoba menghancurkan kota?"


"Karena aku membencinya, tidak hanya kota itu bahkan seluruh umat manusia, mungkin bisa dibilang aku hanya iri saja.... mereka yang tidak merasa penderitaan hidup tanpa perlu khawatir apapun."


"Kau?"


"Lupakan saja, aku juga sudah tidak mengingatnya karena terlalu lama disegel, yang aku inginkan hanyalah untuk pergi seperti ini."


Dari awal dia tidak menolak kematiannya, berikutnya adalah pertanyaan yang terakhir.


"Siapa yang menghancurkan segelnya?"

__ADS_1


"Seorang dari guild kegelapan bernama Dragontail, kalau tidak salah."


"Mereka sudah bergerak kembali."


"Aku peringatkan kalian, mereka berusaha membangkitkan naga legendaris, jika itu bangkit maka dunia kalian akan musnah."


"Naga legendaris?" aku mengulang perkataan tersebut.


Lich itu menerbangkan sebuah kertas ke udara sebelum dia benar-benar menghilang.


"Ini adalah balasan dari rasa terima kasihku."


Dan itu menjadi perkataannya yang terakhir.


Kami kembali ke kota kembali untuk melaporkan hal yang terjadi, untuk berjaga-jaga kami tinggal dua hari ke depan dan seperti yang diduga tidak ada serangan yang lain seperti sebelumnya, yang membuat semua penduduk senang.


Setelah menerima bayaran hasil quest, kami bersiap-siap untuk pergi kembali, bukan ke rumah melainkan ke sebuah tempat yang diberikan oleh Lich tersebut.


Sebuah tempat bernama perpustakaan yang berada di pohon dunia. Bagi kami itu sebuah tempat asing yang belum kami dengar, dengan kata lain itu berada di benua lain.


Ini akan menjadi perjalanan panjang.


"Kalau begitu mari berangkat."


"Bolehkah aku sesekali yang membawa kereta," suara itu berasal dari En.


Ketika aku mengizinkannya dia membawanya sangat cepat.


"Lebih cepat lagi hahaha."


Orang ini seseorang yang tidak boleh ada di kursi pengemudi.


Kila terlihat akan muntah, begitu juga yang lainnya.

__ADS_1


"Perutku mual nyan."


__ADS_2