Pahlawan Terakhir

Pahlawan Terakhir
Chapter 36 : Melangkah Ke Wilayah Selatan


__ADS_3

Sesampainya di perbatasan kami memberikan surat pengantar yang ditulis oleh Claudia, awalnya mereka memang menolak untuk membukakan jalan pada seseorang namun pada kami mereka setuju melakukannya.


"Kami mengizinkan kalian untuk lewat tapi tidak untukmu."


"Kenapa bisa begitu, tolonglah keluargaku telah menunggu kepulanganku bahkan penduduk desa juga."


"Di wilayah selatan banyak monster bermunculan kita tidak tahu apa yang terjadi, bisa saja keluargamu sudah tewas atau mungkin kau akan mati dalam perjalanan."


Yang dikatakan penjaga ini bukan sesuatu yang kejam, dia mengatakan semuanya dengan logis mengingat bagaimana keadaan sekarang.


"Lalu kenapa mereka bisa?"


Pria itu menunjuk ke arah kami.


"Mereka direkomendasikan oleh bangsawan Viscount, mereka bisa menjaga diri mereka sendiri sedangkanmu hanya seorang petani."


Aku tidak ingin ada keributan jadi aku menyampaikan sebuah pendapat untuk menyelesaikan masalah ini.


"Kami akan mengantarnya pulang, apa hal itu tidak masalah?"


Penjaga menggaruk belakang kepalanya seolah ragu untuk menjawab.


"Itu bisa saja tapi apa kalian tidak keberatan?"


"Kami tidak terlalu terburu-buru," balasku demikian, anggota partyku juga terlihat baik-baik saja soal itu.


"Kalau begitu baiklah, buka gerbangnya!"


Mendapati teriak tersebut gerbang mulai terbuka dan kami mulai berjalan melewatinya.

__ADS_1


"Namaku Tora, sebelumnya aku minta maaf dan juga terima kasih."


"Tidak masalah."


Kami juga memperkenalkan diri.


"Jadi kalian mau pergi ke dungeon Abyss, bukannya itu tempat yang berbahaya?"


"Ada yang harus kami lakukan di sana."


Aku sebisa mungkin tidak menyinggung soal pedang suci. Yue memotong.


"Jadi kenapa kamu berakhir berada di wilayah Utara dan harus segera kembali ke wilayah selatan?"


Walau sedikit enggan ia masih mau menjawabnya.


"Sebenarnya aku hanya datang untuk membeli obat saja untuk desaku, obatnya sendiri lebih cepat diambil dari wilayah Utara namun saat aku hendak kembali mereka langsung saja menutup gerbangnya, jika aku berada lebih lama di sana tidak ada yang tahu bagaimana nasib mereka."


Noel dan Kila menunjukkan kewaspadaannya.


"Ada yang datang nyan."


Dari balik pohon seekor serigala hitam cukup besar melompat pada Tora, beruntung Noel yang sigap muncul untuk menggunakan perisainya, kemudian mengakhirinya melalui pedang miliknya.


"Jumlah mereka masih banyak nyan."


Bertarung di dalam hutan benar-benar tidak menguntungkan bagi kami.


"Kita akan berlari ke luar dari sini, Yue dan Marie tolong pimpin jalan."

__ADS_1


"Baik."


Mengikuti instruksiku semua orang mulai berlari, aku membiarkan mereka di depan sementara aku paling belakang memastikan para serigala tetap berada jauh dari kami.


Aku melemparkan batu namun itu murni hanya berasal dari kekuatanku.


Semenjak aku bertemu dengan Orifiel, aku sama sekali tidak bisa menggunakan sihirku lagi.


Padahal hanya itu sihir yang aku miliki.


Aku menebas beberapa serigala lalu menyarungkan pedangku untuk menggantinya dengan sebuah pukulan yang menghantam tanah, itu menciptakan retakan memaksa para serigala terdiam sesaat sebelum kembali mengejar.


Lolongan mulai terdengar untuk memastikan bahwa seluruh kawanan serigala akan mengejar kami.


Tak lama aku bisa menemukan ujung dari pelarian kami, tepat saat aku keluar Yue menggunakan sihir api untuk menciptakan sebuah dinding raksasa sehingga para kawanan serigala itu memilih mundur begitu saja.


Mereka tidak mau mengambil resiko juga untuk melawan kami di area kosong.


Tora tampak terkejut, lolongan barusan juga berasal dari pedalaman hutan. Aku bertanya-tanya sebesar apa makhluk itu hingga bisa menghasilkan suara sekeras itu.


Memikirkannya juga tidak berguna.


Tora mengeluh.


"Bagaimana ada monster sebanyak itu, aku sering datang kemari tapi..."


Jelas sekali jika tidak ada kami dia sudah mati.


Ia memeriksa kembali tas bawaannya lalu menarik nafas lega karena tidak terjadi hal buruk pada obatnya.

__ADS_1


Lebih cepat kami bergerak maka lebih baik, kami tidak ingin para serigala itu muncul saat malam hari.


__ADS_2