
Terlepas bagaimana kami menghabiskan waktu perjalanan, aku bisa melihat kota yang menjadi tujuan kami.
Di luar kota banyak sekali sapi yang hidup bebas begitu saja. Yue juga menunjukkan ketertarikannya.
"Desaku memang memiliki sapi juga, tapi untuk bisa sebanyak ini sesuatu yang mengagumkan."
Aku sebelumnya sedikit tidak percaya saat sebuah kota memproduksi keju yang didapatkan dari seekor sapi, tapi setelah melihat ini aku langsung percaya.
Kota bisa menerapkan hal seperti di pedesaan juga.
"Sapi itu terlihat lezat, apa mereka tidak menggunakan dagingnya juga untuk konsumsi nyan?"
"Aku rasa mereka melakukannya, saat kita masuk ke kota kita akan tahu."
Seperti apa yang aku katakan mereka juga mengolah dagingnya, ada sate sapi, sup sapi dan berbagai olahan lainnya.
"Semuanya harum, aku ingin pesan nyan."
Aku memegangi kerah pakaian Kila yang hendak menerjang maju.
"Kita akan membelinya setelah menemui pemilik kota ini," apa yang aku katakan pada semua orang.
__ADS_1
En tidak terlalu begitu tertarik dengan kota, sementara Noel hanya memikirkan kegelapan seperti apa yang disembunyikan oleh kota ini. Dia tidak berubah sama sekali.
Untuk Marie ia terlalu sibuk membaca buku soal menjadi pelayan atau sebagainya.
Pintu mansion megah satu-satu di kota ini terbuka yang lalu mempersilahkan kami masuk, ditemani pelayan pria kami menghadap tuan dari pemilik kota ini.
Yang terlihat berkisar 30 tahunan.
"Aku sudah menunggu kalian, senang bahwa kalian mau menerima permintaanku."
Saat seorang dengan kedudukan tinggi memanggil seseorang di bawahnya, aku meragukan bisa menolaknya.
Jadi aku dengan sopan untuk meminta penjelasan.
"Di dekat kota ini ada sebuah reruntuhan kuno yang menyegel seorang Lich di masa lalu, semenjak ia disegel kedamaian selalu terjaga di kota ini namun beberapa waktu lalu setiap malam akan ada pasukan Undead yang menyerang, karena itulah aku ingin meminta kalian untuk mengatasinya."
Noel membalas dengan sikap kesatria.
"Apa menurutmu ada seseorang yang merusak segelnya?"
"Kemungkinan besar seperti itu, aku yakin seluruh penduduk sudah mengerti bahwa tidak boleh mendekati tempat itu, aku hanya takut bahwa guild kegelapan yang melakukannya."
__ADS_1
Pemilik tanah ini sudah tahu bahwa kami pernah terlibat dengan guild kegelapan, itu wajar kenapa ia lebih mempercayakan tugas ini pada kami.
"Kita bisa pergi untuk melihat reruntuhannya besok," atas pernyataanku semua orang mengangguk kecil.
Kami terlalu lelah untuk segera pergi ke sana, dengan sedikit beristirahat kami bisa melakukan tugas dengan baik.
Sesuai janjiku aku membelikan mereka puluhan sate sapi untuk dinikmati bersama.
Yue menutupi mulutnya seolah tidak menduganya.
"Ini sangat lembut dan enak."
"Benar nyan, aku tidak bisa berhenti makan lagi nyan."
Aku hanya berpikir bahwa Kila dari awal memang suka makan, dia bisa memakan apapun.
Untuk minumannya sendiri kami memesan susu dengan es di dalamnya yang terasa dingin dan menyegarkan saat dicampur dengan parutan kelapa muda.
En yang tidak bisa menahan godaan berubah ke wujud seorang gadis dan turut makan bersama kami. Kami memang bisa makan sebanyak yang kami mau namun sebagai gantinya kami harus bekerja keras nanti. Khusunya saat malam hari saat sekumpulan Undead menyerang kemari.
Saat sore hari menjelang para sapi akan kembali dimasukan ke dalam kota untuk menempati kandang-kandang mereka, sementara itu aku dan kelompokku ikut berjaga di atas kota selagi mengawasi sekitar.
__ADS_1
Sejauh ini baik-baik saja.
Ketika matahari benar-benar tenggelam aku bisa melihat sebuah pergerakan lambat dengan jumlah yang cukup lumayan banyak.