Pahlawan Terakhir

Pahlawan Terakhir
Chapter 60 : Pohon Dunia


__ADS_3

Setelah perjalanan panjang kami akhirnya tiba di tempat tujuan, itu adalah area hutan luas dengan satu pohon besar menjulang tinggi menembus awan.


Walau itu pohon sesungguhnya bagian dalamnya telah dirubah menjadi beberapa lantai dengan kemeriahan dari pertokoan serta bisnis lainnya.


Tidak aneh bahwa di bagian luarnya dipenuhi oleh pedagang serta banyak orang yang ke sana sini untuk melakukan bisnis.


"Apa ini pasar malam nyan?"


"Aku pikir bisa dibilang begitu."


Yue dan En memiliki wajah terkejut seolah mereka benar-benar tidak menduganya.


"Pohon dunia malah jadi seperti ini Yue."


"Aku tidak habis pikir, tapi mau bagaimana lagi. Seharusnya itu berbentuk dungeon dengan lantai-lantai yang dipenuhi monster."


"Lebih baik kita coba untuk masuk saja," kataku agar kami tidak menghalangi jalan orang lain.


Aku segera mencari keberadaan Marie yang tiba-tiba hilang dan aku menemukannya sedang berbelanja alat masak.


"Kamu bisa memasak tanpa menggunakan minyak, betapa hebatnya ini."


"Benar nona, aku beri diskon jika kamu mau membelinya 5."


"Kalau begitu."


Aku menutup mulutnya.


"Kami beli satu saja."

__ADS_1


"Yap, terima kasih banyak."


"Okta, aku tadinya ingin beli lima."


"Satu juga sudah cukup, lebih dari itu jangan memisahkan diri dari kami."


Tak lama kemudian sebuah pengumuman terdengar, itu adalah seseorang yang hilang bernama Kila.


"Namanya terdengar tidak asing."


"Okta, aku tersesat nyan... kalian dimana? Padahal aku hanya pergi untuk beli gulali nyan."


Orang itu.


Pada akhirnya kami kembali berkumpul setelah memastikan semua orang, En berubah kembali menjadi pedang.


"Terlalu banyak orang di sini, seperti ini lebih baik," katanya.


Perpustakaan, kata itu menjadi tujuan kami dan aku bisa menemukannya ada di lantai 900 yang merupakan lantai terakhir.


"Ugh, itu sangat jauh... mereka menawarkan lift untuk pergi ke sana namun harganya sangat mahal jika kita terus naik."


Yang dikatakan Noel memang benar, kami tidak mungkin melakukannya.


"Bagaimana kalau kita meminta bantuan roh, aku ingat ada roh yang bisa mengantarkan kita sampai ke atas."


Yue memberikan sarannya dan En menyela.


"Yue apa kamu mengikat kontrak dengannya?"

__ADS_1


"Tidak juga, tapi kami berteman."


"Jika demikian itu pasti sangat membantu."


Kami tidak tahu bagaimana cara memanggil roh ataupun soal kontraknya, yang bisa kami lakukan hanyalah menyerahkan semuanya pada Yue.


Kami pindah ke luar area pohon besar, aku, Noel, Kila dan Marie hanya melihat bagaimana Yue telah menggambar lingkaran sihir di tanah menggunakan sebuah ranting.


"Apa lingkaran sihirnya harus dibuat secara manual?"


"Sebenarnya itu tidak perlu jika seseorang memiliki kontrak dengan rohnya."


"Jadi begitu."


Lingkaran sihir yang dibuat oleh Yue memerlukan waktu 10 menit, melihat bagaimana itu terlihat begitu rumit aku tidak yakin bisa melakukanya dengan cepat bahkan membuatnya begitu sempurna.


Yue menunjukkan pose seolah sedang berdoa, yang mana membuat lingkaran sihir tersebut mulai bersinar terang, perlahan bola cahaya muncul dan yang muncul setelahnya merupakan seekor elang putih raksasa setinggi 10 meter.


"Yue kah, tidak biasanya kamu memanggilku ke luar dunia roh."


"Sudah sangat lama Fresisca... kamu terlihat lebih berbeda sekarang."


"Kamu mau bilang bahwa aku sedikit gemukan kan."


"Burung seharusnya tidak memikirkan soal berat badan?"


"Tidak sopan, aku juga seorang wanita jelas memikirkannya."


Aku menegaskan bahwa dia hanya seekor burung betina sampai ia merubah dirinya jadi seorang wanita cantik.

__ADS_1


Aku hanya membeku, akhir-akhir ini aku selalu melihat makhluk-makhluk yang berubah seperti ini.


__ADS_2