
Setalah kami makan malam kami mulai bergantian berjaga, aku dan Noel memiliki waktu diakhir, paling tidak sekarang tiga jam sebelum matahari terbit.
Memastikan semuanya baik-baik saja merupakan hal yang kami berdua pastikan.
Noel meletakan tangannya di pedang miliknya terhadap gerakan kecil yang keluar dari semak-semak, aku mengikuti dan berharap sesuatu itu tidak melompat pada kami.
Tak lama sesuatu itu adalah seekor ular raksasa yang kepalanya naik beberapa meter di atas kami sebelum tumbang ke tanah.
"Apa yang terjadi?"
Aku buru-buru memeriksa ular tersebut, dan menemukan beberapa luka yang diakibatkan dari cakaran dan juga gigitan.
"Noel bangunkan semua orang, kita akan pergi sekarang."
Memahami apa yang aku katakan, Noel segera berlari menuju dalam gua.
Ular ini jelas telah menuntun para serigala kepada kami, hanya menunggu waktu bahwa mereka akan tiba untuk menangkap kami.
Yue menggunakan sihir cahaya untuk memandu semua orang keluar hutan, Tora hafal seluruh seluk beluk tempat ini dan ia bisa membawa semua orang ke kota terdekat.
Hanya melarikan diri masihlah belum cukup harus ada orang yang menahan mereka karenanya aku akan tetap tinggal bersama Kila dan sisanya bergerak.
"Tolong kembali dengan selamat kalian berdua."
__ADS_1
"Jangan khawatir nyan, kami akan baik-baik saja nyan."
Setelah kepergian mereka wajah Kila yang sebelumnya bersemangat jadi lesu.
"Meski aku mengatakan itu peluang kita bisa hidup sangatlah rendah, bukan begitu."
"Seperti itulah," jawabku santai lalu melanjutkan.
"Paling tidak untukku, aku hanya memintamu memasang jebakan. Ular itu kita akan jadikan sebagai umpan yang sempurna."
"Itu artinya?"
"Yah, hanya aku yang akan menahan mereka, kamu ahli dalam mengikuti mereka kamu pasti bisa bertemu dengan Yue dan lainnya."
"Jika artinya kau mau mempertaruhkan dirimu sendiri maka aku juga tidak akan melarikan diri, paling tidak jika kita mati kita bisa bersama nanti di akhirat."
Aku tidak berfikir akan mati semudah itu, karenanya mari berjuang sampai titik penghabisan.
Lolongan serigala mulai terdengar saling sahut menyahut, hanya lolongan biasanya yang sering terdengar namun lebih mencekam.
Tepat saat kumpulan serigala bermunculan, mereka mendekat ke arah bangkai ular. Kami memperhatikan dari kejauhan dan ketika mereka menginjak ranjau dari jebakan Kila mereka meledak dahsyat.
Itu menarik banyak serigala untuk bermunculan, beberapa mengendus dan mulai berlarian ke arah dimana Yue membawa semua penduduk pergi.
__ADS_1
Memangnya aku akan membiarkannya begitu saja, aku melemparkan obor dari tanganku itu jatuh di rumput sebelum akhirnya menyebar dengan cepat membuat jalur api yang tidak mudah dilewati.
Para serigala terdiam lalu mengalihkan pandangannya ke arah kami.
"Mereka sangat marah nyan."
"Jelas sekali, sebelum pemimpinnya muncul kita habisi semuanya."
"Laksanakan."
Aku menarik pedangku.
Bersamaan teriakan aku menerjang maju, meski kami gagal kami telah mengulur banyak waktu.
Membakar hutan tidak dibenarkan meski begitu ini merupakan cara yang sangat efektif.
Aku menebas dua di antara mereka lewat pedangku, ketika mereka terlempar satu serigala berhasil mengigit pergelangan tanganku, mudah bagiku untuk menusukkan pedangku ke kepalanya sebelum beralih ke arah kumpulan serigala lainnya.
Di sisi lain Kila bertarung dengan kekuatan fisiknya, dia menghancurkan tanah pijakannya sebelum melompat ke arahku saling membelakangi.
Dia menendang para serigala yang mendekat, dan aku juga menebas di sisi lain. Para serigala terdiam kemudian mundur begitu saja.
"Apa mereka menyerah?" tanya Kila dan aku menjawab.
__ADS_1
"Sesuatu yang buruk akan datang sebentar lagi, aku yakin."