
Agatha mengerjakan pekerjaan nya dengan wajah kesal nya karena lagi lagi Boss gila nya membuat dia kembali lembur dan tidak bisa pulang sore.
"Bapak ini sangat kejam sekali, selalu saja memberi pekerjaan yang sangat banyak kepada saya." Gerutu Agatha dengan wajah kesal nya karena dia sudah ingin pulang tapi Boss nya kembali menambah kan pekerjaan nya dan itu membuat Agatha kesal, emosi dan juga frustasi.
"Jangan salah kan saya, tapi salah kan saja kakak sepupu mu itu." Jawab Al dengan santai dan fokus pada berkas berkas di tangan nya.
"Jangan suka membawa bawa kak Bara." Sungut Agatha dengan kesal.
"Tapi memang itu kenyataan nya."Ucap Al dengan nada yang masih santai.
"Huh kalian ini sama saja." Gerutu Agatha.
"Sama seperti apa?" Tanya Al dengan menaik kan satu alis nya.
"Sama sama menyebal kan."Jawab Agatha dengan jujur, karena memang Bara dan Al itu sangat menyebal kan menurut Agatha.
"Kau juga menyebal kan." Sahut Al membuat Agatha menatap horor ke arah nya.
"Apa bapak bilang?" Tanya Agatha dengan berkacak pinggang dan menatap boss nya dengan tajam.
"Kamu menyebal kan." Sahut Al memperjelas.
"Bapak tuh yang menyebal kan dan juga kejam karena selalu membuat saya lembur terus."Ucap Agatha dengan memukuli tubuh boss nya dengan buku milik nya. Sedang kan Al hanya bisa meringis sambil terus menghindar dari serangan bertubi tubi dari Agatha.
"Aw, sudah sudah. Baik lah aku tidak akan membuat mu lembur lagi." Ucap Al dengan berusaha menghentikan serangan Agatha pada tubuh nya.
"Benar kah?" Tanya Agatha menghenti kan serangan nya dan menatap boss nya dengan serius.
"Iya." Jawab Al dengan kembali merapih kan pakaian nya yang sempat kusut karena serangan dadakan dari Agatha.
"Janji?"Tanya Agatha yang belum puas dengan ucapan Boss nya.
"Iya janji, P-U-A-S!" Jawab Al dengan menekan kata kata terakhir nya.
__ADS_1
"Ih gak ikhlas banget."Sungut Agatha membuat Al mendengus kesal pada nya.
"Gue kalau bilang ikhlas pasti loh gak bakal percaya, kalau gue bilang gak ikhlas loh bakal nuntut gue biar ikhlas." Gerutu Al dengan berdiri dari duduk nya.
"Bodo amat." Jawab Agatha dengan cuek nya.
"Ya udah sekarang rapihin semua berkas berkas nya, kita pulang sekarang." Perintah Al dengan merapih kan berkas milik nya dan memasuk kan nya ke dalam tas nya.
"Beneran?"Tanya Agatha dengan girang.
"Hmm."
Dengan penuh semangat Agatha langsung merapih berkas berkas nya dan meletak kan nya di meja kerja milik nya. Setelah selesai kini dia dan boss nya itu keluar dari ruangan nya dengan barjalan beriringan.
"Kamu bawa mobil?" Tanya Al memulai pembicaraan di antara mereka.
"Tidak pak, tadi pagi saya di antar oleh supir rumah."Jawab Agatha.
"Baik lah." Agatha hanya bisa menuruti apa yang di perintah kan boss nya itu.
Sesampai di parkiran Agatha dan Al langsung masuk ke dalam mobil, Dengan kecepatan sedang Al mengendarai mobil nya karena dia tidak ingin terjadi apa apa pada Agatha kalau diri nya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Di dalam mobil, Baik Agatha maupun Al tidak ada yang memulai pembicaraan. Mereka berdua tampak tenggelam pada pikiran mereka masing masing. Hingga akhir nya Al memulai kembali pembicaraan nya karena dia merasa sangat tidak betah dengan keadaan yang penuh dengan kecangungan.
"Apa orang tua mu tidak meruruh mu untuk berhenti bekerja?" Tanya Al sambil fokus pada jalanan nya.
"Tidak Pak." Jawab Agath dengan menoleh sekilas pada Al.
"Kenapa?" Tanya Al dengan jiwa kepo nya yang mulai meronta ronta ingin tau.
"Karena mereka membebas kan saya." Jawab Agatha dengan asal. Sedang kan Al hanya menyerit heran saat mendengar jawaban dari Agatha.
"Memang nya ada orang yang mengekang mu?" Tanya Al tak mengerti.
__ADS_1
"Ada." Jawab Agatha dengan singkat padat dan juga jelas.
"Siapa?" Tanya Al semakin gencar.
"Bapak." Jawab Agatha dengan santai, tapi tidak seperti Al yang langsung mengerem dadakan, membuat kening Agatha terbentur ke depan.
"Apa bapak ingin membawa saya mati hah?" Teriak Agatha dengan kesal.
"Eh eh Maaf, saya tidak sengaja mengerem dadakan. Tadi di depan ada kucing yang tiba tiba menyebrang ke sana." Sanggah Al.
"Huh maka nya kalau menyetir itu hati hati. Untung saja aku tidak sampai di bawa ke rumah sakit."Gerutu Agatha dengan mengusap kening nya yang sedikit benjol.
"Mana mungkin sampai di bawa ke rumah sakit, ini hanya benjol sedikit." Ucap Al dengan menggerutu juga.
"Kan kata saya juga masih untung." Ucap Agatha dengan kesal. Sedang kan Al kembali fokus pada jalanan nya tanpa menghirau kan gerutuan Agatha.
Sesampai nya di pagar rumah Agatha, Al menghentikan mobil nya.
"Terima kasih Pak, karena sudah mengantar saya." Ucap Agatha dengan sopan. Bagaimana pun dia harus berterima kasih pada boss nya itu yang sudah mengantar nya pulang.
"Iya sama sama, Lalu bagaimana dengan kening mu?" Ucap Al sekaligus bertanya.
"Ini sedikit benjol, tapi tenang aja saya akan mengompres nya agar mendingan." Ucap Agatha menenang kan boss nya yang tampak merasa bersalah karena sudah membuat kening mulus nya jadi benjol.
"Sekali lagi saya minta maaf karena sudah membuat mu benjol." Ucap Al sebelum mereka berpisah.
"Tidak apa apa Pak. Kalau begitu saya permisi Pak, dan bapak hati hati di jalan. Kalau sudah sampai rumah jangan lupa salam kan salam saya pada kenzo." Ucap Agatha sekaligus menitip kan salam pada anak boss nya itu, Setelah mengatakan itu Agatha pun turun dari mobil boss nya.
"Iya saya bakal sampai kan." Jawab Al dari dalam mobil. Setelah mendapat jawaban Agatha pun melangkah masuk ke dalam gerbang pintu rumah nya, sedang kan Al langsung menancap gas menuju kediaman nya karena di sudah sangat merindukan anak semata wayang nya itu dan dia juga ingin segera menyampai kan salam nya Agatha pada anak nya.
Sesampai di rumah nya Al langsung ke kamar anak nya dan mendapati anak nya yang sedang tidur, dengan hati hati Al mencium kening anak nya dengan sayang dan membenahi selimut anak nya yang tergeser sedikit, setelah selesai Al pun pergi dari kamar anak nya dan pergi menuju kamar nya yang berada di sebelah kamar anak nya.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan gift nya supaya author tambah semangatš„
__ADS_1