Pak Boss!! I Love You.

Pak Boss!! I Love You.
Bara.


__ADS_3

Agatha mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, setelah menempuh perjalanan dua puluh menit Agatha pun sampai di depan lobby kantor nya Al.


Dengan langkah anggun Agatha melangkah memasuki kantor dan di sambut hangat oleh para karyawan yang di lewatin nya.


"Selamat siang bu." Begitu lah sapaan dan sambutan para karyawan yang sudah Agatha lewati, sedang kan Agatha hanya membalas nya dengan anggukan dan senyum menawan nya.


Setelah menaiki lift Agatha pun sampai di depan ruangan Bara, Agatha memutus kan untuk masuk terlebih dulu untuk memastikan keadaan kakak sepupu nya yang sudah sebulan lebih tidak dia jumpai.


"Kak Bara." Pangilan Agatha membuat Bara menoleh dan terkejut dengan kedatangan Agatha yang tiba tiba.


Bara pun menghentikan terlebih dulu pekerjaan nya dan melangkah menghampiri Agatha yang sedang berdiri tak jauh dari meja kerja nya. Dia pun memeluk tubuh Agatha dengan erat seakan meluap kan rasa rindu yang sudah dia pendam satu bulan lama nya.


"Bagaimana kabar Kakak? " Tanya Agatha dengan mengusap punggung lebar milik Bara.


"Kabar ku baik, lalu bagaimana dengan mu?" Tanya Bara sambil melepas kan pelukan nya.


"Aku baik." Jawab Agatha.


"Ouh iya, kok kamu udah ada di Jakarta lagi? Bukan nya besok ya?" Tanya Bara dengan heran.


"Iya rencana nya si gitu, tapi Al udah nelpon dari kemarin." Ucap Agatha.


"Al ngomong apa?" Tanya Bara dengan menyerit kan kedua alis nya.


"Dia bilang kantor lagi ada masalah." Ucap Agatha.


"Masalah? Masalah apa?" Tanya Bara bertambah bingung.


"Kata Al di kantor ada yang bocorin data data penting perusahaan, jadi dia nelpon aku buat datang dan menguris nya langsung." Ucap Agatha menjelaskan nya pada Bara.

__ADS_1


Sedang kan Bara hanya diam saja setelah mendengar ucapan nya Agatha, dalam hati nya bertanya tanya mengapa Al berbohong pada Agatha? Kenapa Al mengatakan kalau di kantor sedang apa masalah? Pada hal kantor nya baik baik saja dan tidak ada masalah. Dan bahkan kantor nya kini sedang berkembang dengan pesat nya karena perusahaan ini baru saja bekerjasama dengan perusahaan terbesar di London.


"Kok ngelamun sih?" Tegur Agatha yang melihat Bara hanya diam saja.


"Agatha sebenar nya-" Belum sempat Bara menerus kan ucapan nya, tapi ketukan pintu membuat Bara memutus kan untuk membuka nya dan melupakan apa yang ingin dia kata kan pada Agatha tadi.


"Ada apa?" Tanya Bara pada sekertaris sementara Al yang menggantikan kan dulu Agatha selama ada di malang.


"Saya mau menyerahkan data data yang bapak minta kemarin." Ucap sekertaris itu dengan menyondor kan berkas berkas serta map pada Bara.


"Baik lah kau boleh pergi." Setelah melihat kepergian sekertaris nya, Bara kembali berjalan menuju meja nya untuk menyimpan data data yang di berikan sekertaris nya itu.


"Dia sekertaris pengganti kan?" Tanya Agatha, sedang kan Bara hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan Agatha.


"Kayak nya dia seumuran sama kamu deh." Ucap Agatha membuat Bara yang tadi nya sedang memeriksa laporan dari sekertaris nya langsung menoleh ke arah Agatha.


"Masa sih?" Tanya Agatha tak percaya.


Dia tidak percaya akan omongan sepupu nya karena dia melihat wanita itu terlihat lebih muda dari Bara.


"Iya, kalau gak percaya liat aja kartu Identitas nya." Ucap Bara dengan menyondor kan identitas sekertaris sementara nya itu.


Agatha mengambil nya dan mulai membaca nya, dan ternyata benar apa yang di katakan oleh Bara, bahwa wanita itu lebih tua dari Bara. Tapi umur mereka hanya lah terpaut satu tahun saja.


"Bunga, nama yang cantik seperti wajah nya. " Ucap Agatha membuat Bara lagi lagi menoleh ke arah nya


"Nama kamu juga cantik seperti wajah mu." Ucap Bara dengan jujur bukan hanya gombalan semata.


"Ck dapat buaya." Ketus Agatha membuat Bara tertawa karena nya.

__ADS_1


"Mana ada buaya setampan diri ku?" Tanya nya dengan menyisir rambut nya ke belakang dengan jari jari tangan nya.


"Ck tampan dari mana nya, tapi kalau di lihat dari sedotan kayak nya memang kamu tampan deh." Ledek Agatha membuat Bara kini berdecak kesal.


"Kau menyebal kan, sana pergi dari ruangan ku." Usir Bara dengan mengibas kan tangan nya pertanda mengusir Agatha dari ruangan nya.


Bukan nya keluar dari ruangan Bara, Agatha malah melangkah menuju sofa dan dengan santai nya dia menduduk kan bokong nya di sana. Bara yang melihat itu semua hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar, bagaimana dia bisa lama lama marah pada Agatha kalau sudah seperti ini.


"Ouh ayolah Kak, apa Kakak tidak merindukan sama sekali pada sepupu mu yang paling cantik ini?" Tanya Agatha dengan nada menggoda.


"Ck jangan mulai Agatha, aku laki laki normal." Ucap Bara membuat Agatha tertawa keras karena ucapan Bara barusan.


"Ternyata di pikiran mu hanya ada ranjang saja ya?" Tanya Agatha dengan nada meledek. Sedang kan Bara hanya memaling kan wajah nya ke arah lain karena malu terpergok memikir kan hal hal mesum.


"Sudah jangan malu, aku sudah tau kok kebiasaan mu itu." Ucap Agatha membuat Bara terkejut.


"Kebiasaan apa?" Tanya Bara dengan menelan ludah nya susah payah, Bara merasa kalau Agatha sudah mengetahui rahasia nya yang selama ini dia tutup tutupi dari keluarga nya.


"Tidur dengan para ******." Bisik Agatha membuat Bara tambah membeku di tempat.


"Kau..kau tau dari mana?" Tanya Bara dengan menatap tak percaya pada Agatha.


"Jangan tanya aku tahu dari mana, karena itu semua sama sekali tidak lah penting bagi mu. Aku janji tidak akan membocor kan rahasia ini pada semua keluarga kita kok, jadi kau jangan takut." Setelah mengatakan itu Agatha langsung keluar dari ruangan Bara dan pergi menuju ruangan milik nya itu.


Sedang kan di dalam ruangan, Bara masih membeku karena mengetahui kebiasaan nya setiap malam dengan wanita wanita ****** di dia bawa dari bar tempat dia selalu meluap kan apa yang ada dalam hati nya.


'Dari mana Agatha mengetahui semua ini? Bahkan aku sudah menutup nutupi semua nya dari Agatha mau pun keluarga nya. Apa ada orang wanita bayaran nya yang membocor kan kebiasaan nya pada Agatha?' Batin Bara.


Dan masih banyak lagi pertanyaan yang ada di benak Bara, tapi Bara tak menghirau kan nya lagi. Karena Agatha sudah berjanji pada nya untuk tidak memberi tahu pada semua keluarga besar nya itu.

__ADS_1


__ADS_2