
Sudah satu minggu setelah kejadian itu, Agatha sama sekali tidak menginjak kan laki nya lagi di perusahaan Al. Dia merasa kecewa karena Al selalu saja membohongi nya, jika memang dia harus kembali ke Jakarta, kenapa tidak langsung bilang dengan jujur dan mengatakan apa ada nya bukan dengan kebohongan.
Selama satu minggu itu Agatha benar benar menikmati hari hari nya tanpa ada nya berkas berkas menyebal kan itu, tapi berkas berkas menyebal kan itu lah yang membuat Agatha memiliki banyak uang.
Saat ini Agatha sedang berada di sebuah Mall terbesar di Jakarta, dia ingin mempercantik diri nya dengan pergi ke salon langganan nya. Agatha juga tidak pergi sendiri, melain kan pergi berdua dengan sahabat setia nya yaitu Bell si dingin.
"Kita mau kemana lagi?" Tanya Agatha saat mereka baru saja menyelesai kan makan siang nya.
"Loh mau nya kemana?" Tanya Bella berbalik tanya pada Agatha.
"Kita langsung ke salon aja yuk." Ajak Agatha dengan wajah antusias.
"Ya udah ayo, tapi loh harus teraktir gue sekarang. Karena gue lagi gak punya uang." Ucap Bella pada Agatha.
"Ck, emang suami loh jatuh miskin ya?" Tanya Agatha dengan kesal.
Dia tahu betul suami Bella yang di jodoh kan oleh orang tua nya. Dia bukan orang sembarang, bahkan kekayaan nya juga hampir mengimbangi kekayaan keluarga Pratama dan juga keluarga Agatha.
"Enak aja, gue lagi di hukum. Jadi dia gak ngasih uang banyak sama gue." Ucap Bella tak terima saat sahabat nya mengatakan kalau suami nya jatuh miskin.
Setelah Bella menikah, dia lebih sering berbicara banyak. Tidak seperti dulu yang selalu dingin, apa lagi saat Agatha bertanya tentang ini itu, Bella hanya membalas nya dengan anggukan atau gelengan saja.
"Bikin ulah lagi?" Tanya Agatha sudah hafal dengan kebiasaan sahabat nya yang selalu kabur ke rumah orang tua nya dan itu selalu membuat suami Bella geram.
"Hehehe." Bella hanya menjawab dengan cengiran khas nya.
__ADS_1
"Ck, kebiasaan. Kalau loh gitu mulu, kapan loh mau bikinin gue keponakan coba." Ucap Agatha membuat Bella langsung memukul keras bahu Agatha.
Plakk.
"Ngomong loh ngelantur mulu." Ketus Bella dengan wajah masam nya.
"Kenapa? Gue ngomong kenyataan nya. Kalau loh perang mulu sama suami loh, gimana nanti loh mau ngasih orang tua loh dan juga orang tua dia cucu coba. Mereka jodohin kalian juga, karena mereka pengen segera punya cucu. " Ucap Agatha panjang lebar.
"Tapi gue masih belum siap Tha." Ucap Bella, membuat Agatha menghembus kan nafas nya dengan kasar.
"Kenapa? Loh masih ragu sama cinta dia? Udah jangan ragu lagi, gue bisa lihat dia bener bener cinta banget sama loh. Jadi apa lagi yang loh khawatir kan lagi?" Tanya Agatha.
"Tapi Tha dia kan-" Belum sempat Bella menerus kan ucapan nya. Agatha sudah lebih dulu memoting nya.
"Tapi apa? Loh masih belum percaya kalau dia tidak memiliki hubungan apa pun dengan wanita itu? Dan apa yang membuat loh gak percaya Bella?" Tanya Agatha.
"Kenapa loh gak tanya ke dia, mau ngapain dia ke apartemen wanita itu?" Tanya Agatha lagi.
"Gue gak mau ngurusin urusan dia, karena menurut gue itu gak penting." Ucap Bella dengan acuh. Sedang kan Agatha lagi lagi hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar saat melihat berapa keras kepala nya dan tidak peduli nya seorang Bella Raquel itu.
"Ya udah jangan di pikir kan, sekarang kita pergi nyalon aja. Kalau urusan uang biar gue aja yang bayar. " Ucap Agatha membuat Bella tersenyum senang.
"Loh memang sahabat terbaik gue Tha." Puji Bella sambil merangkul bahu Agatha dan melangkah pergi menuju tempat salon yang ada di Mall itu.
"Kalau di traktir loh muji muji gue mulu, huh dasar sahabat lucnut." Cibir Agatha membuat Bella tertawa karena nya.
__ADS_1
"Itu lah nama nya persahabatan." Ucap Bella membuat kedua nya tertawa.
Tak terasa mereka pun sampai di salon, Agatha dan Bella pun mulai mempercantik diri mereka.
Satu jam berlalu, akhir nya Agatha dan Bella sudah menyelesaikan kan acara menyalon nya.
"Uh sudah lama aku tidak pergi ke salon lagi." Ucap Bella dengan wajah berseri seri.
"Ya aku juga sudah lama tidak pergi ke salon karena pekerjaan di kantor yang sangat padat. " Ucap Agatha.
"Kau ini sangat aneh, di saat orang di luaran sana tidak mau bekerja karena mereka memiliki keluarga yang mapan. Tapi kau malah sebalik nya, dan ingin bekerja walaupun kekayaan keluarga kau tidak akan habis tujuh turunan." Ucap Bella panjang lebar.
"Aku hanya ingin mandiri dan ingin merasa kan bagaimana rasa nya menghabiskan uang hasil jerih payah sendiri tanpa ada uang keluarga kita." Ucap Agatha dengan santai.
"Lalu apa perasaan loh saat sudah bisa menghabiskan uang hasil jerih payah sendiri?" Tanya Bella lagi.
"Senang banget dan ngerasa bangga sama diri sendiri karena bisa menghasilkan uang yang cukup banyak dengan hasil jerih payah sendiri." Ucap Agatha.
"Ya kau benar, aku pun dulu merasa sangat bangga sama diri sendiri karena bisa bekerja keras dan menghasilkan kan uang sendiri tanpa harus meminta pada orang tua lagi." Ucap Bella yang juga setuju dengan pemikiran Agatha.
"Dulu aku selalu membeli barang barang dengan uang orang tua, tapi aku selalu merasa bersalah pada Mama maupun Ayah karena uang mereka aku habis kan hanya untuk barang barang yang menurut aku sekarang tidak berguna lagi. Tapi aku sudah bekerja dan menghasilkan kan uang sendiri, aku selalu merasa puas dengan apa yang aku beli walaupun itu bukan barang barang yang berguna juga, tapi menurut ku itu sangat membuat ku bangga pada diri aku sendiri." Ucap Agatha panjang lebar.
Sedang kan Bella hanya tersenyum saja mendengar cerita sahabat nya itu, di dalam lubuk hati nya yang paling dalam. Dia merasa sangat beruntung karena di pertemukan dengan Agatha yang mampu membuat hidup nya berwarna. Dia juga merasa sangat bangga pada sahabat nya itu, walaupun dia terlahir dari keluarga yang berkecukupan, tapi Agatha tidak pernah memandang rendah pada orang orang yang kurang mampu seperti diri nya.
'Terima kasih ya Allah, karena kau sudah mempertemu kan aku dengan wanita berhati malaikat seperti Agatha.' Batin Bella dengan senyuman yang terus berkembang di bibir nya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggal kan terus jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya. Agar author tambah semangat lagi nulis kelanjutan cerita Agatha, Al, Bara dan Bella.