
Di sebuah kamar bernuansa biru laut, ada seorang wanita muda yang kini sudah rapih dengan setelan kantor nya. Kini dia sedang bercermin pada cermin besar di hadapan nya, saat sudah di pasti kan semua nya rapih. Baru lah dia beranjak dari hadapan cermin dan melangkah keluar dari kamar itu. Dan pergi menuju lantai bawah untuk menemui orang tua nya yang ada di lantai bawah.
Sesampai nya di sana wanita itu menyerit kan dahi nya saat tidak menemukan sosok Ayah nya yang selalu duduk di sana dengan selembar koran di tangan nya.
"Ma, di mana Ayah?" Tanya wanita itu pada Mama nya yang sedang menyiap kan sarapan pagi.
"Ayah ada di kamar nya sayang, dia lagi gak enak badan kayak nya." Balas Mama nya dengan menoleh sekilas pada anak nya.
"Ayah sakit Ma?" Tanya Agatha dengan raut wajah cemas nya.
"Iya, mungkin karena akhir akhir ini dia jarang makan jadi sakit deh." Balas Mama nya.
"Kalau gitu Agatha ke kamar dulu ya mau liat Ayah." Pamit Agatha pada Mama nya. Sedang kan Mama nya hanya mengangguk saja dan menerus kan kembali menyiap kan sarapan pagi nya.
Di sisi lain Agatha dengan tergesa gesa pergi menuju kamar orang tua nya. Sesampai nya di sana dia langsung membuka pintu kamar orang tua nya dan mendapati Ayah nya yang sedang berbaring dengan posisi terlentang dan mata terpejam.
"Ayah." Suara lembut Agatha membuat Ayah nya yang mendengar nya langsung membuka mata nya.
Dia melihat anak satu satu nya ada di samping nya dengan mengenggam tangan nya dan mencium nya sesekali. Jangan lupa kan mata nya yang sudah berkaca kaca saat melihat keadaan nya itu.
"Sayang, kamu gak berangkat ke kantor?" Tanya nya dengan suara parau.
"Agatha gak jadi pergi ke kantor, Agatha mau di sini aja ngurusin Ayah." Ucap Agatha membuat hati Ayah nya menghangat.
Dia sangat beruntung di karuniai anak seperti Agatha yang sangat menyayangi nya.
"Tapi nanti Al nyariin kamu kalau kamu gak ke kantor sekarang."
"Itu urusan nanti, sekarang yang terpenting adalah kesehatan Ayah." Ucap Agatha.
__ADS_1
"Tapi kamu harus mengabari dulu Al, agar Al tidak menunggu mu." Ucap Ayah nya
"Iya nanti Agatha akan hubungi Al, sekarang Agatha mau ngurusin Ayah dulu."Ucap Agatha dengan kukuh.
"Baik lah." Ayah nya hanya bisa pasrah saja saat sudah melihat betapa keras kepala nya anak nya itu.
"Sekarang Ayah diam dulu di sini, Agatha mau ke dapur dulu ambil makanan buat Ayah. Kata Mama Ayah akhir akhir ini sangat sibuk sampai Ayah gak ingat waktu makan." Ucap Agatha dengan panjang lebar.
"Ayah suka makan kok, tapi hanya sedikit." Sangkal Ayah nya.
"Kenapa makan nya hanya sedikit? Apa Ayah sudah tidak suka lagi sama makanan buataan Mama?" Tanya Agatha.
"Bagaimana Ayah bisa makan, kalau kamu jauh dari Ayah. Bahkan walaupun Ayah makan, pasti makanan nya tidak tertelan karena ingat kamu terus." Ucap Ayah nya membuat Agatha merasa bersalah.
"Maafin Agatha karna sudah meninggal kan Ayah dan Mama." Ucap Agatha.
"Ya mau bagaimana lagi, Om di sana butuh banget Agatha." Ucap Agatha sambil menghembus kan nafas dengan kasar.
"Udah sekarang jangan banyak omong dulu, Agatha mau ke dapur dulu ambil makanan." Setelah mengatakan itu Agatha pun pergi menuju dapur untuk mengambil makanan untuk Ayah nya.
"Kamu gak ke kantor sayang?" Tanya Mama nya saat melihat Agatha yang sudah rapih kini ke dapur untuk mengambil makanan.
"Enggak Ma, Agatha mau di rumah dulu ngurusin Ayah." Balas Agatha.
"Sayang, Ayah biar Mama aja yang urus. Kalau kamu mau ke kantor, ya ke kantor aja. Nanti Al cariin kamu loh kalau kamu gak masuk kerja lagi."Ucap Mama nya pada Agatha.
"Aku udah ngabarin Al dan minta izin cuti nya di perpanjang, dan Al juga ngizinin." Balas Agatha dengan sibuk mengambil lauk pauk dan meletak kan nya di atas piring yang sudah berisi nasi.
Sedangkan Mama nya hanya mengangguk saja mendengar ucapan anak nya itu.
__ADS_1
"Agatha ke kamar dulu ya." Pamit Agatha dan di angguki oleh Mama nya kembali.
Sesampai di kamar, Agatha membantu Ayah nya untuk duduk dan berssndar di ding ding. Dan Agatha pun mulai menyuapi Ayah nya dengan telaten.
"Kalau Ayah seperti ini terus, bagaimana nanti kalau Agatha nikah dan di bawa sama suami Agatha? Pasti Ayah bakal gak makan makan karna kepikiran Agatha terus." Ucap Agatha tiba tiba.
Ayah nya Agatha langsung diam saat mendengar ucapan anak nya, dia juga membenar kan apa yang di kata kan oleh anak nya itu. Ada rasa tidak rela dalam hati nya saat mendengar anak nya akan menikah suatu hari nanti, tapi dia tidak bisa apa apa. Dia tidak bisa mencegah saat sudah waktu nya bagi Agatha untuk memulai hidup dengan laki laki pilihan nya. Dia hanya bisa berdoa pada tuhan semoga anak nya selalu di beri kebahagiaan di mana pun anak nya berada nanti.
"Kok melamun sih?" Tegur Agatha membuat Ayah nya tertarik kembali kedunia nya.
"Ah Ayah hanya sedang membayang kan bagaimana suatu saat nanti Ayah akan mempunyai cucu dari kamu, pasti sangat bahagia." Sangkal Ayah nya.
"Tentu saja, nanti di rumah ini akan ramai saat Agatha menginap di sini dengan suami Agatha dan anak anak Agatha nanti nya." Ucap Agatha.
"Sudah jangan terlalu di pikir kan terlalu jauh, sekarang minum obat dulu setelah itu istirahat lah. Agatha akan terus di sini sampai Ayah sembuh." Lanjut Agatha dengan memberi obat pada Ayah nya.
Setelah melihat Ayah nya neminum obat dan kembali istirahat, Agatha pun pergi ke luar kamar untuk menyimpan kembali piring bekas Ayah nya makan.
"Ayah mu sudah meminum obat nya?" Tanya Mama nya.
"Sudah, sekarang Ayah sedang istirahat." Balas Agatha.
"Udah sekarang kamu sarapan dulu, urusan Ayah kamu biar Mama dulu yang urus." Titah Mama dan di angguki oleh Agatha.
Agatha pun pergi ke ruang makan dan mulai makan tanpa di temani Mama dan Ayah nya yang selalu menemani nya saat sarapan.
Maaf baru up🙏 Author kemarin gak bisa mikir karena lagi pusing.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya. Agar author tambah semangat lagi nulis cerita nya.
__ADS_1