
Pagi ini Agatha akan pulang kembali ke Jakarta, di karena kan Al sudah menelpon nya dari kemarin dan mengatakan kalau pekerjaan di kantor sangat lah banyak.
"Loh serius mau pulang sekarang?" Tanya Will sambil membantu Agatha merapih kan pakaian nya.
"Iya. Kerjaan kantor tambah banyak, dan aku harus segera ke sana." Balas Agatha dengan sibuk dengan kegiatan nya.
"Memang nya di sana tidak ada pengganti sementara?" Tanya Will dengan kesal.
Dia kesal karena waktu yang harus nya dia habis kan dengan Agatha, malah kacau karena pekerjaan di tempat bekerja nya Agatha.
"Ada, mungkin dia tidak sanggup menangani nya Will." Ucap Agatha.
"Apa Al tidak memilih sekertaris pengganti yang bagus?" Kesal Will.
"Sudah lah jangan ngomel mulu, kita bisa menghabis kan waktu lagi nanti. Aku juga akan sering datang ke sini untuk menghabiskan waktu dengan mu." Ucap Agatha menenangkan Will yang tengah kesal.
Agatha pun merasa kesal karena niat nya yang akan libur dua hari di malang, malah di potong menjadi satu hari karena pekerjaan nya.
"Loh janji?" Tanya Will.
"Iya aku janji."
"Baiklah, kalau Loh mau ke sini lagi nanti hubungi gue dulu, biar nanti gue jemput. " Ucap Will dengan menggunakan bahasa sehari hari nya 'Loh-Gue.'
"Itu tidak perlu Will, aku bisa sendiri." Tolak Agatha dengan halus.
"Kalau pun Loh gak mau, gue pasti akan jemput Loh di bandara nanti."Ucap Will dengan tegas.
Sedang kan Agatha hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar. Dia sudah bisa memahami sifat keras kepala nya seorang William itu.
"Baiklah terserah kau saja." Pasrah Agatha.
Mendengar itu membuat Will mengembangkan senyuman nya, walaupun mereka baru bertemu satu bulan, tapi mereka sudah bisa memahami sifat satu sama lain.
__ADS_1
Setelah selesai mengemasi barang barang Agatha, mereka pun pergi meninggal kan apartemen itu dan pergi menuju bandara.
Tapi saat di lobby apartemen mereka berpapasan dengan Jessica dan laki laki seumuran dengan Will sedang berjalan menuju pintu keluar dengan posisi laki laki itu memeluk pinggang Jessica dengan Fosesif.
"Itu bukan nya Jessica?" Tanya Agatha pada Will.
"Iya, dia Jessica." Balas Will dengan santai.
"Dengan siapa dia?" Tanya Agatha menatap Will yang berada di samping nya.
"Dengan kekasih nya." Jawab Will membuat Agatha menatap lekat ke arah nya.
"Kenapa?" Tanya Will lagi dengan bingung dengan reaksi Agatha.
"Tidak apa apa." Agatha langsung memaling kan wajah nya dan menatap kembali ke arah pasangan yang kini sudah masuk ke dalam mobil nya.
"Kok ngelamun sih? Apa omongan gue salah?" Tanya Will kembali, saat melihat Agatha hanya diam saja.
"Enggak." Balas Agatha dengan menatap Will sambil tersenyum tipis.
"Enggak."
"Terus kenapa dari tadi diam aja? Ngomong dong kalau omongan gue ada salah." Ucap Will membuat Agatha menghentikan langkah nya dan menghadap Will.
"Kamu gak salah apa apa. Aku cuma lagi mikir aja, Jessica kan cinta nya sama kamu, kok dia bisa berhubungan dengan laki laki." Ungkap Agatha dengan menatap Will yang kini juga menatap nya.
"Kata siapa Jessica cinta sama gue?" Tanya Will tak percaya dengan pemikiran Agatha.
"Aku bisa lihat dari mata nya kalau dia cinta sama kamu." Ucap Agatha membuat Will terdiam sejenak dengan menatap lekat kedua mata abu milik Agatha.
"Apa Loh juga bisa lihat cinta di mata gue?" Tanya Will dengan serius.
"Aku bisa lihat, tapi aku gak bisa tau siapa wanita yang kamu cinta Will." Ucap Agatha.
__ADS_1
'Kamu Agatha, kamu adalah orang yang aku cinta.' Sekuat tenaga Will menahan agar kalimat tersebut tidak keluar dari mulut nya.
"Apa kamu punya kekasih Will?" Lanjut nya lagi.
"Tidak." Jawab Will dengan singkat.
"Lalu siapa wanita beruntung itu?" Tanya Agatha.
"Beruntung dari mana nya? " Tanya Will tak mengerti.
"Dia sangat beruntung karena di cintai oleh pria dingin seperti mu." Ucap Agatha dengan di akhiri kekehan di ujung kalimat nya.
"Kalau wanita itu adalah kamu, apa kamu akan merasa beruntung?" Tanya Will membuat Agatha diam.
"Aku hanya becanda, jangan terlalu di masukan ke hati." Lanjut Will dengan berkekeh pelan.
"Maaf Will, aku belum bisa buka hati aku lagi untuk pria lain." Ucap Agatha dengan pelan.
"Kenapa?" Tanya Will.
"Karena aku masih mencintai masa lalu ku." Lirih Agatha.
"Siapa? Apa kah laki laki itu Al?" Tanya Will dengan tidak sabaran.
"Bukan, dia bukan Al." Ucap Agatha dengan menggeleng kan kepala nya.
"Siapa?" Desak Will tak sabaran.
"Martin." Lirih Agatha.
"Martin? Bukan nya dia kakak Bara yang sudah meninggal itu?" Tanya Will dengan raut wajah terkejut nya.
"Iya, dia Martin kakak nya Bara yang sudah meninggal karena kecelakaan."Ucap Agatha.
__ADS_1
"Ouh astaga." Will hanya bisa menggelengkan kepala nya saja, dia tidak menyangka kalau ternyata masa lalu Agatha adalah anak dari boss nya. Kenapa kini dia yang harus terjebak dengan situasi seperti ini, batin Will.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya. Agar author tambah semangat lagi nulis kelanjutan kisah mereka.